Dewasa ini banyak orang khusunya para pelajar mengalami berbagai gangguan psikologis yang mengakibatkan layanan konseling sangat dibutuhkan dengan latar belakang permasalahan yang berbeda-beda. Sebelum kita melihat kondisi objektif pada zaman sekarang maka penulis akan membawa pembahasan pada kali ini ke dalam masa lalu yang di dalamnya terdapat catatan sejarah sebagai pangkal dari perkembangan ilmu dan pelayanan bimbingan dan konseling di masa sekarang.
Sebelum konsep Bimbingan dan Konseling Perkembangan lahir, istilah layanan bantuan yang kini disebut bimbingan dan konseling hanya menekankan pada sebuah layanan yang berpusat pada perbantuan terhadap konseli yang memiliki berbagai masalah. Pelayanan yang diberikan pada konsep ini lebih bersifat korektif dan kuratif dengan tujuan untuk membuat konseli mampu mengatasi permasalahan yang dihadapinya. Akan tetapi seiring berjalannya waktu yang membawa perjalanan perkembangan bimbingan dan konseling ini lahirlah istilah Bimbingan dan Konseling Perkembangan sebagai perbaikan dari konsep yang telah ada sebelumnya. Mengapa istilah ini muncul ? kemudian apakah makna sebenarnya dari istilah Bimbingan dan Konseling Perkembangan ini?
Sebelum kita membahas mengenai definisi Bimbingan dan Konseling Perkembangan maka penulis akan menjelaskan terlebih dahulu sekilas sejarah lahirnya konsep Bimbingan dan Konseling Perkembangan. Dalam buku Manajemen Bimbingan dan Konseling Komprehensif dijelaskan bahwa sejarah lahirnya konsep Bimbingan dan Konseling Perkembangan yaitu:
- Pra 1950 fokus perhatian konselor adalah bimbingan karier. Layanan ini diperkenalkan oleh Frank Parson yang merupakan pencetus awal Bimbingan dan Konseling.
- 1950-an fokus perhatian konselor adalah perkembangan personal.
- 1960-an fokus perhatian konselor adalah mengembangkan perkembangan individu.
- 1970-an sampai sekarang fokus perhatian konselor adalah melaksanakan program bimbingan perkembangan komprehensif.
Melihat sejarah yang menjelaskan secara kronologis perkembangan Bimbingan dan Konseling maka dewasa ini lahirlah Bimbingan dan Konseling Perkembangan yang lebih memfokuskan terhadap perkembangan individu secara optimal dengan indikator telah tercapainya tugas-tugas perkembangan individu serta terjadinya interaksi yang sehat dengan lingkungannya baik lingkungan akademis, karier, dan personal-sosial.
Dalam prosesnya layanan ini bersifat proaktif dan sistematik serta mengacu pada visi dari bimbingan itu sendiri yakni edukatif, pengembangan dan outreach. Mengapa bimbingan harus bersifat edukatif? alasannya karena titik berat layanan bimbingan perkembangan ditekankan pada pencegahan dan pengembangan, bukan korektif atau terapeutik, walaupun layanan tersebut tidak diabaikan.
Adapun alasan dari mengapa bimbingan didasarkan pada pengembangan yaitu karena titik sentral sasaran bimbingan perkembangan adalah perkembangan optimal seluruh aspek kepribadian individu dengan upaya pokoknya memberikan kemudahan perkembangan melalui rekayasa lingkungan perkembangan. Sedangkan visi bimbingan yang bersifat outreach maksudnya adalah pemberian layanan bimbingan dan konseling terhadap semua populasi konseli tanpa adanya pengecualian. Melihat dari proses pelayanannya maka sudah jelas terdapat perbedaan antara Bimbingan dan Konseling tradisional dengan Bimbingan dan Konseling Perkembangan.
Perbedaannya lebih mengacu kepada sifat layanan yang diberikan, sasaran pemberian layanan dan sebagainya. Apabila dahulu terdapat asumsi bahwa konselor sekolah merupakan polisinya sekolah maka sekarang istilah tersebut sudah tidak berlaku lagi karena tugas konselor bukan hanya menyoroti konseli yang bermasalah akan tetapi juga tehadap konseli yang ingin berkembang dengan optimal.





