Penulis: Ira Mirna Priatna, mahasiswa Bimbingan dan Konseling semester VIII
Industri 4.0 adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perkembangan teknologi digital yang mempengaruhi berbagai sektor kehidupan, termasuk pendidikan. Teknologi digital seperti internet of things (IoT), artificial intelligence (AI), big data, cloud computing, dan virtual reality (VR) telah membawa perubahan besar dalam cara belajar, mengajar, dan berinteraksi di dunia pendidikan. Perubahan ini menuntut adanya penyesuaian dan peningkatan kompetensi dari para pelaku pendidikan, termasuk guru bimbingan dan konseling (BK).
Guru BK adalah pihak yang bertanggung jawab untuk memberikan layanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik, baik secara individu maupun kelompok. Layanan bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu peserta didik mengembangkan potensi diri, menyelesaikan masalah, dan mengambil keputusan yang tepat dalam bidang akademik, sosial, emosional, dan karir. Di era industri 4.0, guru BK dituntut untuk mampu menghadapi tantangan dan peluang yang ditimbulkan oleh perkembangan teknologi digital.
Salah satu tantangan yang dihadapi oleh guru BK di era industri 4.0 adalah perubahan kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Peserta didik di era industri 4.0 adalah generasi yang lahir dan tumbuh di tengah-tengah kemajuan teknologi digital. Mereka memiliki akses yang mudah dan cepat terhadap informasi dan komunikasi melalui berbagai media sosial dan platform online. Mereka juga memiliki kemampuan untuk berkolaborasi, berkreasi, dan berinovasi dengan menggunakan teknologi digital. Namun, di sisi lain, peserta didik di era industri 4.0 juga rentan terhadap berbagai risiko dan dampak negatif dari penggunaan teknologi digital, seperti cyberbullying, kecanduan gadget, kesenjangan digital, dan ketergantungan internet.
Untuk itu, guru BK harus mampu mengidentifikasi kebutuhan dan karakteristik peserta didik di era industri 4.0, serta memberikan layanan bimbingan dan konseling yang sesuai dan relevan. Guru BK harus mampu membantu peserta didik untuk mengembangkan literasi digital, yaitu kemampuan untuk mengakses, memahami, menggunakan, dan mengevaluasi informasi dan komunikasi yang disampaikan melalui teknologi digital. Guru BK juga harus mampu membantu peserta didik untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21, yaitu keterampilan yang dibutuhkan untuk bersaing dan beradaptasi di era industri 4.0, seperti berpikir kritis, berkomunikasi efektif, bekerja sama, dan belajar sepanjang hayat.
Salah satu peluang yang dimiliki oleh guru BK di era industri 4.0 adalah pemanfaatan teknologi digital sebagai alat bantu dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling. Teknologi digital dapat membantu guru BK untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan kualitas layanan bimbingan dan konseling. Beberapa contoh pemanfaatan teknologi digital dalam layanan bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut:
- Menggunakan internet of things (IoT) untuk mengumpulkan dan menganalisis data tentang perilaku, prestasi, dan kebutuhan peserta didik secara real time dan otomatis. Data ini dapat digunakan untuk menentukan program dan strategi bimbingan dan konseling yang tepat bagi peserta didik.
- Menggunakan artificial intelligence (AI) untuk memberikan layanan bimbingan dan konseling yang personal dan adaptif. AI dapat digunakan untuk mengenali pola, preferensi, dan kecenderungan peserta didik, serta memberikan saran, umpan balik, dan solusi yang sesuai dengan kondisi dan situasi peserta didik.
- Menggunakan big data dan cloud computing untuk menyimpan dan mengolah data yang besar dan kompleks tentang peserta didik. Data ini dapat digunakan untuk membuat profil, prediksi, dan rekomendasi yang akurat dan bermanfaat bagi peserta didik.
- Menggunakan virtual reality (VR) untuk menciptakan lingkungan simulasi yang realistis dan imersif. VR dapat digunakan untuk memberikan pengalaman belajar yang menarik dan menyenangkan bagi peserta didik, serta untuk melatih keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan oleh peserta didik.
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa guru BK di era industri 4.0 memiliki peran yang penting dan strategis dalam membantu peserta didik menghadapi perubahan dan tantangan yang ditimbulkan oleh perkembangan teknologi digital. Guru BK harus mampu menyesuaikan diri dan meningkatkan kompetensi diri, serta memanfaatkan teknologi digital sebagai alat bantu dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling yang sesuai dan relevan bagi peserta didik. Dengan demikian, guru BK dapat memberikan kontribusi positif bagi pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing di era industri 4.0.
Sumber:
1 Bimbingan dan Konseling di Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 – Kompasiana.com
2 Pengaruh Era Revolusi Industri 4.0 terhadap Manajemen Bimbingan dan Konseling – Kompasiana.com
3 Guru BK di Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 – Kompasiana.com
4 Peran Penting Guru BK di Era Industri 4.0 – KOMPAS.com





