Penulis: Arneta, mahasiswa Agribisnis semester VIII
Pertanian merupakan salah satu sektor penting dalam perekonomian Indonesia. Sebagai negara agraris, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan berbagai komoditas pertanian, baik pangan maupun non-pangan. Namun, tantangan yang dihadapi oleh sektor pertanian juga tidak sedikit, mulai dari perubahan iklim, persaingan global, hingga keterbatasan sumber daya.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas dan kompeten di bidang pertanian. Salah satu cara untuk mencetak SDM pertanian yang unggul adalah melalui pendidikan tinggi. Di Indonesia, terdapat banyak perguruan tinggi yang menawarkan program studi pertanian, baik negeri maupun swasta.
Dua program studi pertanian yang cukup populer dan diminati adalah Agribisnis dan Agroteknologi. Kedua jurusan ini memiliki kesamaan dan perbedaan yang perlu diketahui oleh calon mahasiswa yang tertarik untuk mengambilnya. Apa saja kesamaan dan perbedaan antara Agribisnis dan Agroteknologi? Simak ulasan berikut ini.
Kesamaan Agribisnis dan Agroteknologi
Agribisnis dan Agroteknologi sama-sama termasuk dalam kelompok ilmu pertanian. Kedua jurusan ini mempelajari tentang berbagai aspek yang berkaitan dengan pertanian, seperti tanaman, lahan, hama, penyakit, pupuk, irigasi, panen, pascapanen, dan lain-lain. Kedua jurusan ini juga memiliki tujuan untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, dan keberlanjutan pertanian di Indonesia.
Agribisnis dan Agroteknologi juga memiliki prospek kerja yang luas dan menjanjikan. Lulusan dari kedua jurusan ini dapat bekerja di berbagai sektor, seperti pemerintahan, swasta, BUMN, NGO, akademisi, peneliti, konsultan, wirausahawan, dan lain-lain. Lulusan dari kedua jurusan ini juga dapat berkarir di dalam maupun luar negeri, tergantung pada minat dan kemampuan mereka.
Perbedaan Agribisnis dan Agroteknologi
Meskipun Agribisnis dan Agroteknologi memiliki fokus yang berbeda, keduanya saling melengkapi dalam upaya meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan keuntungan dalam pertanian modern. Berikut adalah beberapa perbedaan antara Agribisnis dan Agroteknologi:
Agribisnis mengelola aspek bisnis, sementara Agroteknologi memberikan alat dan solusi teknis untuk mendukung pertanian. Agribisnis mempelajari sektor hulu hingga hilir, sementara Agroteknologi fokus di sektor hulu. Agribisnis banyak mempelajari bisnis dan ekonomi pertanian, sementara Agroteknologi fokus mempelajari penguasaan teknologi pada produksi pertanian.
Agribisnis juga mempelajari manajemen keuangan dan akuntansi, sementara Agroteknologi lebih banyak mempelajari ilmu dasar seperti matematika, fisika, kimia, dan biologi. Agribisnis mempelajari tentang strategi dalam memperoleh keuntungan dengan mengelola aspek budidaya, penyediaan bahan baku, pascapanen, proses pengolahan hingga ke tahap pemasaran. Sementara itu, Agroteknologi mempelajari tentang budidaya tanaman, fokus terhadap budidaya perkebunan, mempelajari tentang bagaimana membuat dan menggunakan pupuk dengan baik dan benar, meneliti apakah medium penanaman dalam kondisi bagus atau tidak sebelum ditanami tumbuhan, dan sebagainya.
Agribisnis dan Agroteknologi memiliki gelar yang berbeda. Lulusan Agribisnis akan mendapat gelar Sarjana Pertanian (S.P.), sementara lulusan Agroteknologi akan mendapat gelar Sarjana Agroteknologi (S.Agr). Gelar ini menunjukkan perbedaan kompetensi dan kualifikasi yang dimiliki oleh lulusan dari kedua jurusan ini.
Kesimpulannya, Agribisnis dan Agroteknologi adalah dua jurusan pertanian yang memiliki kesamaan dan perbedaan. Kedua jurusan ini sama-sama mempelajari tentang pertanian, tetapi dengan fokus dan pendekatan yang berbeda. Agribisnis lebih menekankan pada aspek bisnis dan ekonomi, sementara Agroteknologi lebih menekankan pada aspek teknologi dan produksi. Kedua jurusan ini juga memiliki prospek kerja yang luas dan menjanjikan, baik di dalam maupun luar negeri.
Bagi calon mahasiswa yang tertarik untuk mengambil salah satu jurusan ini, sebaiknya mempertimbangkan minat, bakat, dan kemampuan mereka. Juga perlu memperhatikan kurikulum, fasilitas, akreditasi, dan reputasi perguruan tinggi yang menawarkan jurusan tersebut. Dengan begitu, calon mahasiswa dapat memilih jurusan yang sesuai dengan harapan dan cita-cita mereka.
Sumber:
1 edukasi.sindonews.com
2 rencanamu.id
3 ruangmahasiswa.com
4 agribisnis.uma.ac.id
5 edulab.co.id





