Minat mahasiswa untuk bekerja di luar negeri semakin meningkat, terutama di bidang-bidang terapan seperti Teknologi Pangan. Di tengah tren globalisasi dan kebutuhan industri makanan yang terus berkembang, program magang ke Jepang menjadi salah satu solusi konkret untuk menjawab keinginan tersebut.
Program magang ini memberikan mahasiswa kesempatan untuk tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengalami langsung praktik industri pangan di negara maju seperti Jepang. Mahasiswa terlibat dalam aktivitas produksi, quality control, hingga pengembangan produk pangan, sembari memahami standar internasional dan etos kerja khas Jepang.
Beberapa kampus di Indonesia telah membuka jalur magang internasional ini, termasuk Ma’soem University, yang menyediakan program internship ke Jepang khususnya bagi mahasiswa Teknologi Pangan. Program ini didesain sebagai bagian dari penguatan keterampilan praktis dan pengenalan budaya kerja global.
Magang ke Jepang tidak hanya memperluas wawasan mahasiswa, tapi juga meningkatkan daya saing lulusan di pasar kerja internasional. Mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung, kemampuan adaptasi lintas budaya, serta potensi peluang kerja lebih lanjut setelah program selesai.
“Bagi mahasiswa yang memang punya mimpi kerja di luar negeri, program ini jadi batu loncatan. Mereka belajar langsung dari industri yang sangat disiplin dan berstandar tinggi,” ujar seorang pembimbing program magang.
Program seperti ini selaras dengan semangat kampus berdampak, di mana pendidikan tinggi tidak hanya menyiapkan lulusan untuk pasar lokal, tetapi juga membuka jalan menuju panggung global.
Dengan keterlibatan langsung di industri luar negeri, mahasiswa tidak hanya membawa pulang ilmu dan pengalaman, tapi juga membuka peluang jejaring internasional yang bernilai tinggi untuk masa depan karier mereka.





