A59dc2b7a397fea4

Kuliah Sambil Freelance? Mahasiswa Informatika Bisa Mulai Cari Cuan dari Proyek Digital

Di era digital, mahasiswa tak harus menunggu lulus dulu untuk mulai bekerja. Banyak mahasiswa jurusan Informatika yang mulai terjun ke dunia freelance sejak semester awal. Mulai dari membuat website, desain antarmuka, hingga aplikasi mobile—semua bisa dikerjakan dari laptop, bahkan dari kamar kos.

Di Ma’soem University, mahasiswa Informatika diarahkan untuk membangun portofolio digital sedini mungkin. Dosen dan praktisi industri yang terlibat dalam perkuliahan juga sering membagikan informasi peluang freelance serta mengarahkan mahasiswa yang ingin terjun ke proyek mandiri.

Beberapa skill yang banyak dicari di dunia freelance antara lain:

  • Web Development (HTML, CSS, JavaScript, Laravel)

  • UI/UX Design (Figma, Adobe XD, wireframing)

  • Mobile App Developer (React Native, Flutter)

  • WordPress Customization

  • Database dan API Integration

  • Testing & Debugging aplikasi

Lewat tugas proyek atau kompetisi internal kampus, mahasiswa bisa mulai membangun portofolio yang nantinya bisa dipakai saat melamar freelance di platform seperti Fiverr, Upwork, Projects.co.id, atau bahkan lewat jaringan pribadi dan media sosial.

Dosen Informatika Ma’soem University juga mengakui bahwa kemampuan freelance bukan hanya soal skill teknis, tapi juga manajemen waktu, komunikasi dengan klien, dan memahami kebutuhan pengguna. Semua ini menjadi bagian penting dalam membentuk profesional muda yang siap kerja dan mandiri secara ekonomi.

Tak sedikit mahasiswa yang akhirnya membangun tim kecil untuk menerima proyek secara berkelanjutan, atau menjadikan aktivitas freelance ini sebagai pijakan awal untuk mendirikan startup teknologi setelah lulus.

Freelance juga memberi pengalaman real-world yang tidak bisa selalu didapat dari buku atau ruang kelas. Mahasiswa terbiasa menghadapi revisi, deadline, serta negosiasi—kemampuan yang sangat dibutuhkan di dunia kerja modern.

Dengan pendekatan kampus berdampak, peluang seperti ini menjadi jembatan nyata agar mahasiswa tidak hanya pintar teori, tetapi punya pengalaman kerja sebelum diwisuda.