Banyak yang masih mengira jurusan Bimbingan Konseling (BK) hanya mencetak guru BK untuk sekolah. Padahal, di era saat ini lulusan BK justru memiliki peluang karier yang lebih luas di berbagai bidang, mulai dari dunia pendidikan hingga industri pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Di Ma’soem University, mahasiswa jurusan BK tak hanya dibekali kemampuan konseling, tetapi juga diarahkan untuk siap menghadapi kebutuhan konseling di dunia kerja dan masyarakat secara umum. Kurikulum BK dirancang untuk menjawab kebutuhan zaman yang semakin kompleks—baik dari sisi psikologis, sosial, maupun karier.
Beberapa peluang karier lulusan jurusan BK di antaranya:
-
Guru Bimbingan Konseling di Sekolah
Menjadi pendamping siswa untuk membangun karakter, menyelesaikan masalah pribadi, dan merancang masa depan pendidikan. -
Tenaga Konselor HRD di Perusahaan
Membantu pegawai dalam manajemen stres, konseling karier, serta peningkatan produktivitas kerja di lingkungan industri. -
Edupreneur Pengembangan Diri
Membangun usaha pelatihan dan edukasi mandiri di bidang pengembangan karakter, life skill, dan motivasi diri. -
Trainer Pengembangan Diri
Menjadi narasumber pelatihan atau pembicara publik dalam event motivasi, pelatihan soft skill, dan pengembangan personal.
Untuk mendukung kesiapan mahasiswa, program BK di Ma’soem University memiliki keunggulan khusus seperti:
-
Program Asisten Laboratorium BK
Mahasiswa mendapat pengalaman langsung dalam simulasi layanan konseling dan riset pendidikan. -
Sertifikasi Khusus di Bidang BK Industri
Sertifikasi ini membekali mahasiswa agar kompeten dalam praktik konseling di lingkungan perusahaan dan organisasi profesional.
Menurut dosen BK Ma’soem University, mahasiswa tidak hanya diajarkan teori konseling, tetapi juga strategi pendekatan individu, pemahaman karakter manusia, hingga teknik komunikasi empatik yang bisa diaplikasikan di berbagai bidang.
Dengan kebutuhan tenaga konselor yang terus meningkat di sekolah, perusahaan, hingga startup pengembangan diri, jurusan BK menjadi salah satu pilihan strategis bagi calon mahasiswa yang ingin berkontribusi langsung pada pembangunan manusia—baik secara mental, sosial, maupun profesional.





