Kalau dulu lulusan Bimbingan Konseling (BK) identik dengan guru di sekolah, sekarang tidak lagi. Dunia sudah berubah. Kebutuhan akan pendamping psikologis dan pengembangan karakter tidak hanya dibutuhkan siswa, tapi juga pegawai, komunitas, bahkan startup edukasi.
Di Ma’soem University, mahasiswa BK tidak hanya belajar untuk jadi guru BK. Mereka juga dikenalkan pada peran konselor di dunia industri, pengembangan diri, hingga konseling komunitas. Pembelajaran yang diberikan bersifat adaptif, sesuai dengan dinamika zaman.
Perusahaan-perusahaan kini menyadari bahwa kesehatan mental dan pengembangan personal pegawainya sangat penting. Maka hadirnya konselor HRD menjadi salah satu posisi yang mulai dicari.
Mahasiswa BK Ma’soem University dibekali program sertifikasi BK Industri, sehingga mereka siap masuk ke dunia kerja sebagai:
-
Konselor HRD untuk manajemen stres dan karier
-
Fasilitator program kesehatan mental di kantor
-
Konsultan pelatihan soft skill & komunikasi
-
Pendamping karyawan baru di perusahaan besar
-
Trainer pengembangan karakter di lembaga pelatihan
Tak hanya itu, tren edukasi digital juga melahirkan peluang baru: konselor digital, yaitu mereka yang memberikan bimbingan atau pelatihan lewat platform online, baik individu maupun komunitas. Ada juga yang mengembangkan startup pengembangan diri berbasis aplikasi atau pelatihan daring.
Dengan dunia yang makin terbuka terhadap isu kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis, lulusan BK punya peran besar dalam membantu individu dan organisasi berkembang lebih sehat—secara emosional, sosial, dan profesional.
Ma’soem University juga mendorong mahasiswa BK untuk aktif dalam proyek sosial dan mentoring berbasis komunitas, agar mereka punya pengalaman langsung dalam memahami realitas di lapangan.





