046ffd0500d4b459

Kesehatan Mental Mahasiswa Jadi Sorotan, Mahasiswa BK Ambil Peran Aktif

Tekanan akademik, masalah pribadi, dan krisis identitas menjadi tantangan yang dialami banyak mahasiswa saat ini. Kesehatan mental bukan lagi isu sampingan, tapi kebutuhan nyata yang harus mendapat perhatian serius di lingkungan kampus.

Melihat situasi ini, mahasiswa jurusan Bimbingan Konseling (BK) — termasuk dari Ma’soem University — ikut mengambil peran aktif. Mereka tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga menjadi bagian dari solusi di lingkungannya sendiri.

Berbagai kegiatan dilakukan oleh mahasiswa BK, di antaranya:

  • Membentuk komunitas teman sebaya (peer counselor) sebagai ruang aman untuk curhat dan saling mendukung

  • Mengadakan edukasi mental health melalui seminar, podcast, atau konten digital

  • Mendampingi teman yang sedang stres atau mengalami burnout dengan pendekatan empatik

  • Mengidentifikasi dini gejala kecemasan, depresi, hingga overthinking pada rekan kampusnya

Dosen jurusan BK di Ma’soem University menegaskan, mahasiswa perlu dibekali keterampilan mendampingi tanpa menggurui, serta mampu memahami batas perannya sebagai calon konselor.

“Tidak semua masalah bisa diselesaikan sendiri, tapi mahasiswa BK setidaknya bisa jadi jembatan yang menghubungkan ke bantuan profesional,” ujar salah satu dosen pengampu Praktik Konseling.

Kampus juga mendukung keterlibatan mahasiswa BK lewat:

  • Program asistensi konseling kampus

  • Workshop manajemen stres dan regulasi emosi

  • Kolaborasi dengan UKM, BEM, atau organisasi kemahasiswaan untuk membentuk ekosistem kampus yang peduli mental health

Dengan pelatihan dan pengalaman tersebut, mahasiswa BK tidak hanya menjadi calon konselor yang siap di masa depan, tetapi juga agen perubahan yang hadir hari ini di tengah krisis sunyi yang dialami banyak mahasiswa.