Banyak mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris yang punya mimpi belajar atau bekerja di luar negeri. Namun, tak sedikit pula yang ragu karena merasa “nggak pede” atau belum tahu cara memulainya.
Padahal, peluang untuk mengikuti program pertukaran pelajar dan magang internasional saat ini terbuka lebar—khususnya bagi mahasiswa yang punya kemampuan bahasa Inggris aktif dan mau terus belajar.
Di Ma’soem University, mahasiswa Bahasa Inggris dibekali program sertifikasi dan kegiatan pengembangan internasional, seperti pertukaran pelajar, volunteering culture, dan program MSIB di luar negeri. Nah, berikut beberapa tips penting agar bisa lolos seleksi program internasional:
1. Percaya Diri dengan Bahasa Inggris yang Dimiliki
Tak harus sempurna, yang penting aktif. Percaya diri dalam speaking dan writing jadi nilai utama. Jangan takut salah, karena yang dicari adalah keberanian dan kemampuan komunikasi.
2. Perbanyak Portofolio dan Kegiatan Organisasi
Keterlibatan dalam UKM, volunteer, atau proyek kampus bisa jadi nilai tambah. Tunjukkan bahwa kamu aktif, bertanggung jawab, dan punya leadership.
3. Tulis Motivation Letter yang Personal dan Jujur
Bukan sekadar formalitas, motivation letter adalah tempat menunjukkan alasan kuat kamu ikut program. Ceritakan mimpi, pengalaman, dan bagaimana program itu bisa membantumu berkembang.
4. Latihan Interview Berbahasa Inggris
Beberapa program internasional mengadakan wawancara daring. Mahasiswa bisa latihan bersama dosen atau teman, dan evaluasi gaya komunikasi yang meyakinkan.
5. Rajin Cek Info dan Deadline Program
Mahasiswa Ma’soem University juga didorong aktif mencari informasi tentang pertukaran pelajar, magang, atau volunteering internasional. Dosen pembimbing akan memfasilitasi bimbingan administratif bila diperlukan.
Dosen program studi Pendidikan Bahasa Inggris di Ma’soem University mengatakan, program internasional bukan hanya tentang jalan-jalan atau belajar budaya, tapi juga tentang membangun karakter global, membuka relasi, dan menjadi individu adaptif.
Dengan dorongan dari kampus serta program-program pendukung seperti Culture Exchange dan Volunteering International, mahasiswa tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga mengalami langsung kehidupan lintas budaya.





