Di industri pangan, satu kesalahan kecil dalam proses produksi bisa berdampak besar pada kualitas dan keselamatan konsumen. Itulah mengapa peran Quality Assurance (QA) menjadi sangat penting—dan di jurusan Teknologi Pangan, mahasiswa sudah mulai mempelajari peran ini sejak semester awal.
Di Ma’soem University, mahasiswa Teknologi Pangan tidak hanya diajarkan teori mutu pangan, tetapi juga dilatih untuk memahami SOP (Standard Operating Procedure) yang berlaku di industri serta bagaimana mengawasi seluruh proses produksi secara menyeluruh.
Apa yang Dipelajari Mahasiswa QA?
Menyusun Standar Prosedur Produksi
Mahasiswa belajar menyusun SOP mulai dari penanganan bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi akhir.
Mengevaluasi Proses dan Produk Secara Berkala
Mereka mempelajari cara melakukan audit mutu internal dan mengidentifikasi potensi kesalahan sebelum produk dirilis.
Membuat Dokumentasi Sesuai Regulasi
Dalam QA, dokumentasi adalah bagian vital. Mahasiswa dilatih menyusun laporan dan formulir mutu sesuai standar industri dan lembaga sertifikasi pangan.
Dosen Teknologi Pangan di Ma’soem University menjelaskan bahwa pembelajaran QA tidak hanya menekankan pada kemampuan teknis, tetapi juga pembentukan sikap disiplin, teliti, dan bertanggung jawab. “QA itu soal integritas. Tugasnya menjaga kualitas sekaligus kepercayaan konsumen,” ungkapnya.
Mahasiswa juga mendapatkan pengalaman langsung melalui praktikum di laboratorium dan program magang ke industri pangan, termasuk peluang internship ke Jepang, yang memperkaya pemahaman mereka terhadap sistem QA berskala global.
Dengan pemahaman mendalam tentang QA, lulusan Teknologi Pangan diharapkan mampu menjadi pengawas mutu, auditor, hingga manajer kualitas yang mampu menjamin produk pangan tetap aman dan berkualitas tinggi sebelum dikonsumsi masyarakat.





