6960951206e5dce6

Kenapa Mahasiswa Teknologi Pangan Perlu Paham Kebutuhan Pasar Lokal? Ini Alasannya

Dalam dunia industri pangan, inovasi yang berhasil bukan hanya yang canggih secara teknologi, tetapi juga yang mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Inilah mengapa mahasiswa Teknologi Pangan, termasuk di Ma’soem University, mulai dibekali kemampuan membaca pasar lokal agar produk yang mereka kembangkan memiliki daya saing dan manfaat yang konkret.

Mengapa Pasar Lokal Penting?

Pasar lokal sering menjadi tempat pertama mahasiswa menguji inovasi pangan mereka. Dari mulai cita rasa, harga, kemasan, hingga kebutuhan gizi tertentu—semua dipengaruhi oleh karakteristik pasar lokal yang unik.

Apa yang Dipelajari Mahasiswa?

  • Riset Konsumen Lokal
    Mahasiswa melakukan survei kecil di lingkungan sekitar kampus, desa mitra, atau melalui kolaborasi dengan UMKM dan pelaku usaha kuliner untuk memahami tren konsumsi makanan.

  • Modifikasi Produk Berdasarkan Selera Pasar
    Inovasi produk yang dikembangkan di laboratorium disesuaikan dengan karakter konsumen: apakah suka manis, asin, tekstur lembut, atau justru crunchy. Pemahaman ini sangat penting untuk uji penerimaan pasar.

  • Simulasi Penjualan dan Evaluasi
    Mahasiswa diminta memasarkan produk ke komunitas atau dalam event kampus, lalu mencatat masukan konsumen untuk perbaikan produk.

Program pembelajaran di Ma’soem University mendorong mahasiswa untuk tidak hanya mahir dalam pengolahan pangan, tetapi juga mampu melihat peluang dan memahami konteks pasar. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip pendidikan berdampak yang menuntut mahasiswa menghasilkan karya yang aplikatif dan menjawab kebutuhan nyata.

Dosen Teknologi Pangan menyampaikan bahwa produk yang sesuai dengan pasar lokal memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut. Tak jarang, dari tugas kuliah bisa lahir produk-produk yang akhirnya menjadi usaha rintisan mahasiswa.