D8c78472ec539020

Boleh Aktif Organisasi, Tapi Jangan Lupa Target Akademik

Organisasi kampus sering jadi tempat mahasiswa belajar kepemimpinan, komunikasi, hingga kerja tim. Banyak yang sukses di dunia profesional justru berawal dari pengalaman memimpin kegiatan di BEM, HIMA, UKM, atau komunitas kampus. Namun, tak sedikit juga mahasiswa yang kewalahan membagi waktu dan akhirnya tertinggal secara akademik.

Padahal, dengan strategi yang tepat, mahasiswa bisa tetap aktif organisasi tanpa mengorbankan target nilai dan kelulusan tepat waktu.

1. Tentukan Skala Prioritas Sejak Awal

Kenali dulu tujuanmu ikut organisasi: apakah untuk belajar kepemimpinan, membangun jaringan, atau sekadar ikut ramai-ramai? Dengan prioritas yang jelas, kamu bisa menentukan seberapa besar waktu dan energi yang perlu kamu curahkan, tanpa mengganggu kuliah.

2. Gunakan Kalender atau Aplikasi Pengingat Jadwal

Mahasiswa aktif biasanya punya banyak agenda. Gunakan bantuan aplikasi atau kalender digital untuk mencatat jadwal rapat, deadline tugas, ujian, dan jadwal belajar. Jangan menunda pekerjaan kampus karena acara organisasi.

3. Komunikasikan Komitmen Sejak Awal

Jika kamu pegang jabatan di organisasi, pastikan untuk terbuka dengan anggota lain tentang jadwal akademikmu. Tim yang baik akan saling bantu agar tanggung jawab organisasi tetap berjalan tanpa mengganggu kuliah.

4. Gabungkan Proyek Organisasi dengan Proyek Akademik

Di beberapa kampus seperti Ma’soem University, ada program yang memungkinkan proyek sosial atau kegiatan organisasi bisa terintegrasi ke dalam Mata Kuliah Proyek, kegiatan MBKM, hingga penilaian pengabdian masyarakat. Ini bisa jadi cara cerdas memaksimalkan aktivitasmu.

5. Jaga Komitmen dan Konsistensi

Mahasiswa yang bisa membagi waktu antara akademik dan organisasi dengan baik umumnya akan lebih tangguh di dunia kerja. Mereka terbiasa dengan tekanan, target, dan kerja tim—semua soft skill yang sangat dibutuhkan di dunia profesional.