Menyusun research plan sering dianggap rumit oleh mahasiswa, padahal bentuk sederhananya justru dapat membantu penelitian berjalan lebih teratur sejak awal. Research plan berfungsi sebagai peta kerja yang memudahkan peneliti menentukan tujuan, metode, hingga jadwal pelaksanaan penelitian. Saat proposal mulai dikerjakan, banyak mahasiswa merasa bingung karena ide penelitian belum tersusun secara sistematis. Akibatnya, proses penulisan menjadi lambat dan sering berubah arah.
Research plan sederhana dapat digunakan oleh mahasiswa berbagai program studi, termasuk mahasiswa pendidikan. Di lingkungan Ma’soem University, penyusunan rencana penelitian juga menjadi bagian penting dalam proses akademik, terutama bagi mahasiswa FKIP yang memiliki program studi Pendidikan Bahasa Inggris dan Bimbingan Konseling. Dukungan fasilitas belajar dan akses sumber akademik membantu mahasiswa lebih mudah menyiapkan penelitian sejak tahap awal.
Bagi yang ingin mengetahui informasi perkuliahan atau konsultasi akademik di Ma’soem University, admin dapat dihubungi melalui WhatsApp +62 851 8563 4253.
Apa Itu Research Plan?
Research plan adalah rancangan penelitian yang berisi gambaran umum mengenai topik, tujuan, metode, serta langkah penelitian yang akan dilakukan. Dokumen ini biasanya dibuat sebelum proposal lengkap disusun.
Isi research plan tidak harus terlalu panjang. Banyak mahasiswa cukup membuat dua sampai lima halaman untuk menjelaskan arah penelitiannya. Hal terpenting bukan jumlah halaman, melainkan kejelasan isi dan keterkaitan antarbagian.
Keberadaan research plan membantu mahasiswa menghindari perubahan topik secara terus-menerus. Dosen pembimbing juga lebih mudah memahami fokus penelitian apabila rencana penelitian sudah tertata sejak awal.
Unsur Penting dalam Research Plan
1. Judul Penelitian
Judul harus spesifik dan menggambarkan fokus penelitian. Hindari judul yang terlalu luas karena akan menyulitkan proses pengumpulan data.
Contoh:
“Students’ Difficulties in English Pronunciation During Classroom Presentations”
Judul tersebut sudah menunjukkan subjek penelitian, masalah yang diteliti, dan konteks penelitian.
2. Latar Belakang
Bagian ini menjelaskan alasan penelitian dilakukan. Mahasiswa perlu menunjukkan masalah yang muncul di lapangan lalu menghubungkannya dengan kondisi nyata.
Latar belakang tidak perlu dipenuhi teori panjang. Penjelasan singkat tetapi fokus justru lebih mudah dipahami.
Contoh sederhana:
“Sebagian mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam pengucapan bahasa Inggris saat presentasi kelas. Kesalahan pronunciation membuat penyampaian materi kurang jelas dan menurunkan rasa percaya diri mahasiswa.”
3. Rumusan Masalah
Rumusan masalah berisi pertanyaan penelitian yang ingin dijawab.
Contoh:
- Apa kesulitan pronunciation yang dialami mahasiswa saat presentasi?
- Faktor apa yang memengaruhi kesulitan tersebut?
Pertanyaan penelitian harus relevan dengan judul dan latar belakang.
4. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian dibuat berdasarkan rumusan masalah.
Contoh:
- Mengetahui kesulitan pronunciation mahasiswa saat presentasi kelas.
- Mengidentifikasi faktor yang memengaruhi kesulitan pronunciation mahasiswa.
5. Metode Penelitian
Metode menjelaskan cara penelitian dilakukan. Bagian ini biasanya meliputi:
- Pendekatan penelitian
- Subjek penelitian
- Teknik pengumpulan data
- Teknik analisis data
Mahasiswa tidak perlu menggunakan metode yang terlalu kompleks jika penelitian masih bersifat sederhana. Pendekatan deskriptif sering menjadi pilihan karena lebih mudah diterapkan.
Contoh Research Plan Sederhana
Judul
Students’ Awareness of English Pronunciation in Classroom Presentations
Latar Belakang
Pronunciation menjadi bagian penting dalam komunikasi bahasa Inggris, terutama saat presentasi kelas. Namun, masih terdapat mahasiswa yang belum menyadari pentingnya pengucapan yang jelas dan tepat. Kondisi tersebut dapat memengaruhi penyampaian informasi dan pemahaman audiens selama presentasi berlangsung.
Rumusan Masalah
- Bagaimana tingkat awareness mahasiswa terhadap English pronunciation?
- Faktor apa yang memengaruhi awareness mahasiswa terhadap pronunciation?
Tujuan Penelitian
- Mengetahui tingkat awareness mahasiswa terhadap English pronunciation.
- Mengidentifikasi faktor yang memengaruhi awareness mahasiswa.
Metode Penelitian
Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dan kuesioner terhadap mahasiswa.
Subjek Penelitian
Mahasiswa semester empat Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.
Teknik Analisis Data
Data dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat Research Plan
Topik Terlalu Luas
Mahasiswa sering memilih topik yang sulit dijangkau karena terlalu umum. Akibatnya, penelitian menjadi tidak fokus.
Misalnya:
“Pengaruh Teknologi terhadap Pendidikan”
Topik tersebut masih terlalu luas dan membutuhkan cakupan penelitian yang besar. Judul lebih spesifik akan memudahkan proses penelitian.
Tidak Menyesuaikan Metode dengan Masalah
Beberapa mahasiswa menggunakan metode kuantitatif padahal data yang dikumpulkan lebih cocok dianalisis secara kualitatif. Pemilihan metode harus disesuaikan dengan tujuan penelitian.
Minim Referensi Awal
Research plan tetap membutuhkan referensi pendukung. Membaca jurnal sejak awal membantu mahasiswa memahami posisi penelitiannya dibanding penelitian sebelumnya.
Mahasiswa pendidikan biasanya mulai mencari referensi melalui jurnal nasional, Google Scholar, atau repository kampus. Akses perpustakaan digital kampus juga sangat membantu dalam tahap ini.
Tips Agar Research Plan Lebih Mudah Disusun
Tentukan Topik yang Dekat dengan Pengalaman
Topik yang dekat dengan kehidupan akademik biasanya lebih mudah diteliti. Mahasiswa dapat mengambil masalah yang sering ditemukan di kelas atau lingkungan kampus.
Gunakan Bahasa yang Jelas
Hindari kalimat terlalu panjang dan sulit dipahami. Research plan sebaiknya ditulis secara singkat tetapi tetap akademis.
Susun Jadwal Penelitian
Pembuatan jadwal membantu mahasiswa mengatur proses penelitian secara bertahap, mulai dari penyusunan proposal hingga pengumpulan data.
Konsultasi Sejak Awal
Diskusi dengan dosen pembimbing dapat membantu memperjelas arah penelitian. Revisi di tahap awal biasanya lebih mudah dibanding memperbaiki proposal yang sudah terlalu jauh.
Mahasiswa yang sedang mempersiapkan penelitian juga perlu memahami lingkungan akademik kampusnya. Di Ma’soem University, mahasiswa FKIP dapat mengembangkan penelitian sesuai bidang Pendidikan Bahasa Inggris maupun Bimbingan Konseling melalui proses pembelajaran yang mendukung pengembangan akademik dan literasi penelitian.
Informasi pendaftaran dan konsultasi kampus dapat diperoleh melalui admin Ma’soem University di nomor WhatsApp +62 851 8563 4253.





