589b5280bb11eba2

Apa Itu R&D dalam Produk Makanan? Jurusan Teknologi Pangan Punya Jawabannya

Cita rasa baru, kemasan inovatif, dan tren makanan kekinian tak lepas dari peran divisi Research and Development (R&D) di industri makanan. Mereka adalah otak di balik setiap produk yang berhasil merebut pasar dan memenuhi kebutuhan konsumen.

Apa Sebenarnya Peran R&D di Industri Pangan?
R&D bertugas melakukan riset mendalam tentang bahan, rasa, tekstur, serta teknik pengolahan makanan agar bisa menghasilkan produk baru yang aman, menarik, dan efisien secara biaya produksi. Tak jarang mereka juga mengadaptasi menu tradisional agar cocok di pasar modern.

Tugas R&D dalam Produk Pangan Meliputi:

  • Eksperimen formulasi dan resep baru

  • Uji kestabilan produk terhadap suhu dan penyimpanan

  • Pemilihan bahan baku alternatif (misalnya bahan lokal atau organik)

  • Kolaborasi dengan tim marketing untuk tren pasar

  • Perhitungan nilai gizi dan label produk

  • Uji sensorik dan uji coba pasar

Inovasi dan Tren: Kunci Daya Saing Industri Makanan
Industri makanan tidak bisa stagnan. Produk yang viral hari ini bisa tergantikan besok. Karena itu, divisi R&D adalah ujung tombak inovasi dan adaptasi. Mulai dari camilan sehat, minuman kekinian, sampai makanan plant-based—semuanya butuh proses pengembangan ilmiah.

Lulusan Teknologi Pangan Siap Terjun ke Dunia R&D
Jurusan Teknologi Pangan membekali mahasiswanya dengan pengetahuan tentang kimia pangan, mikrobiologi, formulasi produk, hingga teknik pengolahan dan packaging. Di Universitas Ma’soem, pembelajaran R&D juga dikaitkan dengan project lapangan dan mentoring kewirausahaan.

Magang Jadi Jalan Masuk ke Industri
Program internship, termasuk ke luar negeri seperti Jepang, memberikan mahasiswa pengalaman nyata bekerja di industri makanan global—khususnya dalam divisi pengembangan produk.