Ketika memilih perguruan tinggi, calon mahasiswa umumnya melihat jurusan, akreditasi, dan biaya kuliah. Namun, faktor lain yang tak kalah penting adalah kondisi lingkungan kampus itu sendiri. Kampus yang sehat, tertib, dan bersih menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif dan nyaman.
Lingkungan yang sehat tak hanya berarti bebas dari sampah atau polusi, tetapi juga mencakup ruang terbuka hijau, fasilitas sanitasi yang layak, dan budaya hidup bersih di antara civitas akademika. Semua itu berkontribusi pada kesehatan fisik dan mental mahasiswa, terutama di masa-masa sibuk menjalani perkuliahan, praktikum, maupun kegiatan organisasi.
Ma’soem University, sebagai salah satu kampus swasta di Bandung Timur, menerapkan konsep kampus sehat dalam pengelolaan lingkungannya. Kawasan kampus dijaga kebersihannya setiap hari, dengan area hijau yang memadai untuk sekadar istirahat atau berdiskusi santai antar mahasiswa. Udara segar dan ruang terbuka menjadi nilai tambah yang jarang ditemukan di kampus-kampus yang terlalu padat.
Efek Lingkungan Sehat bagi Proses Belajar
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa lingkungan belajar yang sehat mampu meningkatkan konsentrasi dan ketekunan belajar. Mahasiswa cenderung merasa lebih tenang dan nyaman, sehingga dapat menyerap materi kuliah dengan lebih efektif.
Selain itu, suasana kampus yang bersih dan asri juga mendukung kegiatan luar kelas seperti diskusi kelompok, proyek kolaboratif, hingga kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung pengembangan soft skill mahasiswa.





