C952b26660a02c4d

Biaya Kuliah Murah tapi Tidak Terakreditasi? Hati-Hati, Ini Risiko yang Perlu Diketahui

Banyak calon mahasiswa tergoda dengan penawaran kuliah murah. Namun perlu diingat, biaya murah tanpa jaminan akreditasi dan transparansi bisa berisiko besar di masa depan. Mulai dari ijazah yang tidak diakui, hingga program studi yang tidak jelas kualitasnya.

Kampus Tidak Terakreditasi, Ijazah Tidak Diakui Negara
Salah satu risiko utama kuliah di kampus yang belum terakreditasi adalah ijazah yang sulit digunakan untuk melamar kerja, CPNS, atau melanjutkan studi. Akreditasi dari BAN-PT dan LAMEMBA bukan sekadar formalitas, tapi pengakuan resmi bahwa kampus tersebut memenuhi standar nasional.

Biaya Tambahan Tersembunyi: Beban Tak Terduga bagi Mahasiswa
Selain akreditasi, kampus bermasalah biasanya memiliki sistem biaya yang tidak transparan. Banyak mahasiswa terjebak dengan biaya tambahan seperti uang lab, uang skripsi, atau pungutan lainnya yang tidak dijelaskan sejak awal. Hal ini dapat mengganggu keberlangsungan studi.

Kampus Sehat: Legal, Transparan, dan Terpercaya
Ciri kampus sehat dan terpercaya adalah:

  • Sudah terakreditasi oleh BAN-PT dan/atau LAMEMBA

  • Memiliki skema pembayaran yang fleksibel, termasuk cicilan

  • Bebas pungutan tambahan tanpa penjelasan

  • Sistem akademik dan administratif yang profesional

Kampus seperti Ma’soem University menjadi contoh yang telah memenuhi seluruh aspek tersebut: biaya kuliah bisa dicicil, bebas pungutan tambahan, dan program studinya terakreditasi secara nasional.

Pilih Kampus dengan Informasi Terbuka dan Resmi
Sebelum mendaftar, cek status kampus di situs BAN-PT dan LAMEMBA. Pastikan juga kampus memiliki situs resmi yang mencantumkan struktur biaya secara terbuka. Jangan ragu untuk menghubungi pihak kampus dan meminta brosur resmi biaya studi.

Ingat, biaya kuliah terjangkau bukan berarti tanpa kualitas. Justru kampus yang sehat adalah yang jujur dan terbuka sejak awal.