Penulis : Thariq azis nurianto

Pada era modern ini dengan segala perkembangan yang sangat kilat, mau dari segi perkembangan teknologi hingga persaingan bisnis yang semakin ketat. Dalam ruang lingkup perusahaan etika profesi sering tidak menjadi prioritas dalam praktik perusahaan. Seperti dalam kasus terhadap keuntungan dan pencapaian target perusahaan lebih diutamakan dibandingkan dengan jalannya nilai – nilai etika.
Dalam etika bisnis dan profesi tidak hanya terdapat apa itu etika? Apa itu bisnis? Dan apa itu profesi, namun mencakup seperti prinsip – prinsip dasar, kode etik profesi dimana hal ini menjelaskan kode kode yang seharusnya dilakukan dan tidak dilakukan oleh individu maupun perusahaan, dan berbagai teori yang telah dikemukakan sebelumnya.
Dengan semakin meningkatnya tekanan untuk bertindak secara cepat dan kompetitif, seharusnya etika dalam dunia bisnis dan dalam profesi juga semakin diakui. Etika tidak hanya berdampak terhadap reputasi perusahaan, namun berdampak juga terhadap keberlanjutan jangka panjang dan kepercayaan masyarakat. Pelanggaran etika dalam ruang lingkup perusahaan memiliki konsekuensi yang serius mulai dari kerugian finansial,hilangnya reputasi dan dampak hukum.
Beberapa kajian dan buku etika bisnis menunjukan bahwa masih banyak perusahaan yang ”belum konsisten” dalam mengimplementasikan kode etik dalam aktivitas operasional. Hal ini dapat terlihat dari berbagai contoh seperti:
- Manipulasi data
- Kurangnya transparansi antara perusahaan dan karyawan
- Dan praktik kerja yang terkadang kurang adil
Sehingga peristiwa tersebut dapat mencerminkan bahwa pemahaman terhadap etika profesi dalam ruang lingkup perusahaan masih belum sepenuhnya dimengerti baik oleh individu maupun organisasi.
Padahal, etika profesi memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keberlangsungan perusahaan. Menurut beberapa buku etika bisnis dan profesi menjelaskan bahwa penerapan etika yang baik dalam sebuah perusahaan akan meningkatkan faktor internal dan faktor eksternal yang sehat. Seperti dalam konteks internal akan menciptakan hubungan kerja yang sehat dan profesional dalam faktor eksternal seperti keberlanjutan kerjasama bersama perusahaan lain juga akan meningkat.Dengan adanya etika yang kuat, perusahaan tidak hanya berorientasi pada keuntungan jangka pendek, tetapi juga mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar perusahaan.
Dalam konteks era modern, tantangan etika dalam ruang lingkup Perusahaan semakin berat dengan hadirnya teknologi digital seperti penyebaran informasi yang kurang akurat sehingga menjadi isu yang menuntut tanggung jawab sebuah perusahaan dan individu dalam ruang lingkup perusahaan.
Oleh karena itu etika profesi tidak cukup hanya untuk di mengerti namun juga harus menjadi pedoman dalam menjalankan sebuah bisnis dan sebuah profesi untuk menghadapi dinamika ruang lingkup dalam sebuah perusahaan dan dunia kerja pada era modern ini.
Dengan demikian, penulis menyimpulkan bahwa etika bisnis dan profesi harus menjadi landasan dalam menjalankan aktivitas perusahaan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Etika bisnis dan profesi tidak bisa hanya dipandang sebagai hal yang kurang penting. Sehingga penerapan etika bisnis dan profesi harus terus ditingkatkan untuk mencapai sistem bisnis dan ruang lingkup perusahaan yang tidak hanya menguntungkan, tetapi juga berlandaskan kode – kode etik dan berkelanjutan.




