Perencanaan dan Pengendalian Keuangan (Studi Kasus Pada Usaha Pudding Buah Idji Cake di Rancaekek Bandung)

Penulis: Sarah Nurfadhilah, Salmana Shahiba dan Jajang Suherman

Bisnis Digital, Fakultas Komputer, Universitas Ma’some

Picture4

Dalam menjalankan usaha, pengelolaan keuangan menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan bisnis. Tidak hanya fokus pada penjualan, pelaku usaha juga perlu memahami bagaimana merencanakan dan mengendalikan keuangan agar usaha dapat berjalan secara berkelanjutan.

  1. Perencanaan Keuangan

Perencanaan keuangan merupakan proses penyusunan rencana dalam mengelola sumber daya keuangan untuk mencapai tujuan usaha. Dalam praktiknya, perencanaan ini mencakup proyeksi pendapatan, estimasi biaya serta perencanaan laba. Dengan adanya perencanaan yang matang, pelaku usaha dapat mengalokasikan dana secara lebih efektif dan efisien, sekaligus memaksimalkan risiko ketidakpastian yang mungkin terjadi dalam kegiatan usaha.

  • Pengendalian Keuangan

Pengendalian keuangan adalah proses pengawasan terhadap pelaksanaan rencana keuangan agar sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Pengendalian ini dilakukan melalui pencatatan, pemantauan, dan evaluasi secara berkala terhadap aktivitas keuangan. Dengan adanya pengendalian yang baik, perusahaan dapat mendeteksi kesalahan lebih awal, mencegah pemborosan, serta menjaga stabilitas keuangan usaha.

  • Hubungan Perencanaan Dan Pengendalian Keuangan

Perencanaan dan pengendalian keuangan merupakan dua fungsi yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Perencanaan berfungsi sebagai pedoman dalam menentukan arah usaha, sedangkan pengendalian memastikan bahwa pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai dengan rencana tersebut. Tanpa perencanaan, pengendalian tidak memiliki acuan dan tanpa pengendalian, perencanaan tidak akan berjalan secara efektif.

  • Penerapan Pada Usaha Pudding Buah IDJICake

Penerapan konsep perencanaan keuangan dapat dilihat pada usaha pudding buah IDJICake melalui penyusunan Harga Pokok Produksi (HPP). Total HPP yang dihasilkan sebesar Rp.105.750 per produk, kemudian ditetapkan harga jual sebesar Rp.155.000 sehingga diperoleh keuntungan sebesar Rp.49.250 atau sekitar 31,8%. Perhitungan ini menunjukkan bahwa usaha telah melakukan perencanaan biaya dan penetapan harga secara sistematis untuk mencapai tujuan memperoleh laba.

  • Pengendalian Keuangan Berdasarkan Data Usaha

Pengendalian keuangan pada usaha IDJICake dilakukan melalui pencatatan pemasukan dan pengeluaran harian selama periode 1-8 Febuari 2026. Total pemasukan tercatat sebesar Rp.10.540.000, sedangkan total pengeluaran sebesar Rp.5.483.000. Data ini menunjukkan bahwa usaha memiliki arus kas positif (Surplus), yang berarti pengelolaan keuangan berjalan dengan baik dan sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat.

  • Analisis Keuntungan Usaha

Berdasarkan data penjualan, usaha IDJICake mampu menjual sebanyak 68 produk dalam delapan hari dan menghasilkan laba sebesar Rp.5.057.000. Hal ini menunjukkan bahwa perencanaan dan pengendalian keuangan telah berjalan selaras, selain itu analisis penjualan harian juga membantu pelaku usaha dalam mengevaluasi pola Permintaan sehingga dapat menyesuaikan jumlah produksi dan menghindari pemborosan biaya.

  • Pentingnya Pengelolaan Keuangan Di Era Digital

Di era digital seperti sekarang, kemampuan mengelola keuangan menjadi keterampilan yang sangat penting, baik bagi pelaku usaha maupun mahasiswa. Pengelolaan keuangan yang baik dapat membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih tepat serta mendukung keberlanjutan usaha. Selain itu, pengggunaan teknologi seperti aplikasi atau software akuntansi juga dapat meningkatkan efektivitas dan akurasi dalam pencatatan keuangan.

            Pemahaman mengenai perencanaan dan pengendalian keuangan juga menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa di Universitas Ma’soem, dimana mahasiswa tidak hanya mempelajari secara teori tetapi juga mengaplikasikannya dalam praktik nyata yang relevan dengan dunia bisnis digital. Didukung oleh lingkungan kampus yang kondusif serta pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan industri, mahasiswa dibekali kemampuan untuk berpikir kritis, kreatif dan profesional dalam mengelola usaha, sehingga lebih siap menghadapi tantangan dan peluang di era digital yang terus berkembang ini.