Peran Konten Digital Dalam Meningkatkan Daya Tarik Konsumen Pada Kedai Paychan Di CicalengkaBandung

Penulis: Eva Meiliana, Windi Nur Ajijah dan Jajang Suherman

Program Studi Bisnis Digital, Fakultas Komputer, Universitas Ma’soem

Image

Di era digital saat ini, media sosial menjadi salah satu alat utama dalam pemasaran, khususnya bagi pelaku usaha kuliner. Salah satu contoh menarik adalah akun Instagram paychan.id, sebuah UMKM kuliner Korean street food yang berlokasi di Cikurutug, Cicalengka.

Peran Konten

Peran konten digital dalam meningkatkan daya tarik konsumen pada Kedai Paychan. Pengamatan dilakukan terhadap konten Instagram paychan.id pada periode Maret hingga    April 2026 dengan menggunakan metode observasi. Profil Singkat Usaha. Kedai Paychan didirikan oleh Ghaida Mutmainah, sebagai pemilik usaha, dimulai saat tempat kerjanya tutup akibat pandemi Covid-19, ia dengan nekad membuka tempat usahanya sendiri dengan bermodalkan uang Rp 200.000 hasil meminjam dari temannya. Ia bertekad memulai usahanya sendiri. Semua dikerjakan sendiri, mulai dari memasak, belanja, mengantar pesanan, hingga mengurus media sosial.

Usaha yang awalnya dikenal hanya sesama keluarga, lalu dari mulut ke mulut. Kini, usahanya dikenal menjadi salah satu Korean street food yang cukup terkenal di daerah Cicalengka. Dengan memanfaatkan media sosial yang menjadi sarana sebagai bentuk promosi sekaligus komunikasi dengan konsumennya. Dalam perkembangannya, Paychan saat ini memiliki akun sosial, yang salah satunnya akun Instagram yang kini dengan total memiliki 11,2 ribu pengikut dan memposting 311 postingan.

Variasi Konten Digital

Salah satu kekuatan utama Kedai Paychan terletak pada variasi konten yang diunggah. Konten yang ditampilkan tidak hanya berfokus pada promosi produk, tetapi juga mencakup berbagai jenis, seperti konten hiburan, interaksi, suasana tempat, hingga konten yang memanfaatkan momen tertentu seperti bulan Ramadhan.

Konten hiburan yang lucu dan ekspresif mampu menarik perhatian audiens secara cepat, sementara konten interaksi dan POV (Point of View) menciptakan kedekatan emosional karena bersifat relatable dengan kehidupan sehari-hari.

Selain itu, konten produk ditampilkan secara menarik melalui visual close-up yang menonjolkan tekstur makanan, seperti lelehan keju dan saus, sehingga mampu menggugah selera penonton. Tidak hanya itu, konten yang menampilkan suasana tempat juga memberikan gambaran pengalaman kepada konsumen, sehingga mendorong keinginan untuk berkunjung secara langsung.

Analisis Visual Branding

Dari sisi visual branding, Kedai Paychan memiliki identitas yang cukup kuat, yaitu penggunaan warna kuning terang yang dominan pada hampir seluruh konten dan interior tempat. Warna ini memberikan kesan ceria, energik, dan mudah menarik perhatian. Menurut Eiseman (2006), warna kuning memiliki makna psikologis sebagai warna yang melambangkan kebahagiaan, energi, dan optimisme. Hal ini membuat brand terlihat lebih hidup dan sesuai dengan karakter target pasar anak muda.

Penggunaan warna pendukung seperti oren dan putih juga memperkuat tampilan visual. Warna oren memberikan kesan hangat dan mampu meningkatkan selera makan, sedangkan warna putih memberikan keseimbangan dengan kesan bersih dan sederhana. Kombinasi warna ini menghasilkan tampilan yang harmonis dan menarik secara visual.

Selain visual, gaya penyampaian konten yang santai dan tidak formal menjadi nilai tambah tersendiri. Konten yang fun dan ekspresif membuat Kedai Paychan terasa lebih dekat dengan audiens, khususnya generasi muda. Hal ini sejalan dengan penelitian Ashley dan Tuten (2015) yang menyatakan bahwa variasi konten yang kreatif dan interaktif mampu meningkatkan keterlibatan audiens, seperti likes, komentar, dan shares.

Analisis Engagement

Dari segi performa, konten yang diunggah Kedai Paychan menunjukkan tingkat engagement yang cukup baik, dengan jumlah penayangan yang berkisar antara 7.000 hingga lebih dari 11.000 views. Konten hiburan dan visual makanan terbukti menjadi jenis konten yang paling menarik perhatian audiens.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, strategi konten yang diterapkan Kedai Paychan menunjukkan bahwa kombinasi antara variasi konten, visual branding yang kuat, serta pendekatan yang relatable mampu meningkatkan daya tarik usaha di media sosial. Tidak hanya sekadar menjual produk, Kedai Paychan juga berhasil membangun hubungan dengan audiens melalui konten yang komunikatif dan menarik.