Perkembangan Bahasa Indonesia di Era Globalisasi

Cuplikan layar 2025 07 28

Oleh : Fanya Adinda Dwi R

Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional yang memiliki peran penting sebagai alat
komunikasi, identitas bangsa, serta pemersatu masyarakat Indonesia yang beragam latar belakang
budaya dan bahasa daerah. Sejak diikrarkan dalam Sumpah Pemuda pada tahun 1928, Bahasa
Indonesia terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Bahasa ini tidak hanya digunakan
dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga dalam bidang pendidikan, pemerintahan, ekonomi, dan
berbagai aktivitas sosial lainnya.


Seiring dengan perkembangan zaman, terutama di era globalisasi, Bahasa Indonesia
menghadapi berbagai tantangan dan perubahan. Globalisasi ditandai dengan pesatnya
perkembangan teknologi, komunikasi, dan informasi yang memungkinkan terjadinya interaksi
antarnegara tanpa batas. Kondisi ini menyebabkan masuknya berbagai pengaruh dari luar, termasuk
dalam bidang bahasa.


Oleh karena itu, Bahasa Indonesia dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perubahan
tersebut tanpa kehilangan jati dirinya sebagai bahasa nasional.


Dalam konteks ini, penting untuk memahami bagaimana perkembangan Bahasa Indonesia di era
globalisasi, serta bagaimana masyarakat dapat menyikapi perubahan tersebut dengan bijak agar
Bahasa Indonesia tetap terjaga keberadaannya.


Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memberikan dampak yang sangat
besar terhadap penggunaan Bahasa Indonesia. Internet, media sosial, dan berbagai platform digital
lainnya telah mengubah cara masyarakat berkomunikasi. Informasi dari berbagai negara dapat
diakses dengan mudah, sehingga terjadi pertukaran budaya dan bahasa yang sangat cepat.


Salah satu dampak yang paling terlihat adalah banyaknya penggunaan kosakata asing,
terutama dari bahasa Inggris, dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata seperti online, offline,
download, streaming, update, dan upgrade sering digunakan baik dalam percakapan maupun tulisan.


Penyerapan kosakata ini sebenarnya merupakan hal yang wajar, karena Bahasa Indonesia bersifat
terbuka dan dinamis. Bahasa akan terus berkembang mengikuti kebutuhan penggunanya.
Namun demikian, penggunaan bahasa asing yang berlebihan tanpa penyesuaian dapat
menjadi masalah.

Banyak masyarakat, terutama generasi muda, yang cenderung mencampurkan
Bahasa Indonesia dengan bahasa asing dalam komunikasi sehari-hari. Fenomena ini sering disebut sebagai campur kode. Contohnya seperti “aku lagi healing”, “ini relate banget”, atau “aku lagi
overthinking”. Jika digunakan secara terus-menerus, hal ini dapat mengurangi kemampuan dalam
menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.


Selain itu, media sosial juga berperan besar dalam memengaruhi perkembangan Bahasa
Indonesia. Penggunaan bahasa gaul, singkatan, dan gaya bahasa yang tidak baku semakin marak.
Misalnya penggunaan kata “gak”, “nggak”, “bgt”, atau “wkwk”. Meskipun hal ini mempermudah
komunikasi dalam situasi santai, penggunaan yang berlebihan dapat berdampak pada kemampuan
menulis secara formal, terutama dalam konteks akademik.


Di sisi lain, globalisasi juga memberikan dampak positif bagi Bahasa Indonesia. Bahasa
Indonesia mulai dikenal di dunia internasional dan dipelajari oleh penutur asing. Hal ini
menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia memiliki potensi untuk berkembang lebih luas di tingkat
global. Selain itu, perkembangan teknologi juga membantu penyebaran Bahasa Indonesia melalui
berbagai media digital seperti artikel, video, dan platform pembelajaran.


Peran pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat sangat penting dalam menjaga
perkembangan Bahasa Indonesia. Upaya seperti penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar
dalam pendidikan, penyusunan kamus, serta pedoman ejaan terus dilakukan. Hal ini bertujuan untuk
menjaga agar Bahasa Indonesia tetap digunakan sesuai dengan kaidah yang berlaku.


Namun, tantangan yang dihadapi juga tidak sedikit. Salah satunya adalah menurunnya rasa
bangga terhadap Bahasa Indonesia. Sebagian masyarakat menganggap bahwa penggunaan bahasa
asing lebih modern dan memiliki nilai lebih tinggi. Jika hal ini terus terjadi, maka Bahasa Indonesia
dapat kehilangan perannya sebagai identitas bangsa.


Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dari seluruh masyarakat untuk tetap menjaga dan
melestarikan Bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa yang baik dan benar harus dibiasakan, terutama
dalam situasi formal seperti di sekolah, kampus, dan lingkungan kerja. Sementara itu, penggunaan
bahasa santai tetap dapat dilakukan dalam konteks yang sesuai.


Perkembangan Bahasa Indonesia di era globalisasi merupakan suatu hal yang tidak dapat
dihindari. Pengaruh teknologi, media sosial, dan bahasa asing membawa perubahan dalam cara
masyarakat berkomunikasi. Perubahan ini memiliki dampak positif dan negatif yang perlu disikapi
dengan bijak.

Bahasa Indonesia harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa
kehilangan identitasnya sebagai bahasa nasional. Oleh karena itu, masyarakat perlu menggunakan
Bahasa Indonesia dengan baik dan benar serta menumbuhkan rasa bangga terhadap bahasa sendiri.
Dengan demikian, Bahasa Indonesia dapat terus berkembang dan tetap menjadi simbol persatuan
bangsa di tengah arus globalisasi.