Setelah menyelesaikan pendidikan SMA atau SMK, banyak anak muda yang ingin segera bekerja. Alasannya beragam, mulai dari ingin mandiri secara finansial, membantu orang tua, hingga merasa kuliah terlalu lama dan mahal. Namun, realitas di lapangan tidak selalu sesuai harapan.
Dunia Kerja yang Makin Kompetitif
Perusahaan saat ini semakin selektif dalam merekrut karyawan. Posisi dengan gaji dan prospek bagus hampir selalu mensyaratkan ijazah pendidikan tinggi. Bagi lulusan SMA/SMK yang langsung bekerja, biasanya pilihan karier terbatas pada sektor informal atau pekerjaan dengan upah rendah.
Risiko Karier Jangka Panjang
Meski bisa langsung memperoleh penghasilan, banyak anak muda akhirnya terjebak dalam pekerjaan tanpa jenjang karier yang jelas. Ketika teman sebaya yang kuliah sudah menempati posisi strategis, mereka sering kali masih berkutat pada pekerjaan yang sama. Hal ini membuat kesenjangan karier makin terasa.
Pendidikan Tinggi sebagai Investasi
Kuliah sebenarnya bukan sekadar menunda penghasilan, melainkan bentuk investasi jangka panjang. Dengan ijazah sarjana, peluang karier lebih terbuka luas, baik di perusahaan maupun menjadi wirausaha. Bekal ilmu, jaringan, dan keterampilan dari kampus akan menjadi modal berharga dalam menghadapi dunia kerja yang kompetitif.
Alternatif Kuliah dengan Biaya Terjangkau
Bagi yang khawatir soal biaya, kini banyak perguruan tinggi menawarkan program beasiswa dan sistem pembayaran fleksibel. Ma’soem University misalnya, memiliki sistem angsuran biaya kuliah, fasilitas inkubator bisnis, serta jaminan kerja melalui kerja sama dengan industri. Ini membuktikan bahwa kuliah tetap bisa dijangkau oleh siapa saja tanpa harus terbebani biaya besar.





