887a6cbc5dcd7dfc

Gap Year Setelah Lulus Sekolah, Apakah Berisiko untuk Karier Masa Depan?

Setelah lulus SMA/SMK, tidak sedikit anak muda yang memilih mengambil gap year atau jeda satu tahun sebelum melanjutkan kuliah. Alasan mereka beragam, mulai dari mencari pengalaman kerja, istirahat sejenak, hingga mempersiapkan biaya kuliah.

Risiko yang Perlu Diwaspadai

Meski terkesan wajar, gap year bisa menimbulkan risiko jika tidak direncanakan dengan baik. Seseorang berpotensi kehilangan semangat belajar, tertinggal dalam perkembangan ilmu, bahkan sulit kembali menyesuaikan diri dengan ritme perkuliahan setelah lama berhenti.

Dunia Kerja Tidak Menunggu

Perlu diingat, dunia kerja bergerak cepat. Keterampilan, teknologi, dan kebutuhan industri selalu berubah. Mereka yang terlalu lama menunda kuliah berisiko ketinggalan momentum, sehingga peluang karier lebih terbatas dibandingkan teman sebaya yang lebih dulu melanjutkan pendidikan.

Kuliah Sebagai Investasi Waktu

Melanjutkan kuliah setelah gap year dapat menjadi solusi bijak. Dengan begitu, waktu jeda yang diambil tidak sia-sia dan justru memberi kesempatan lebih matang untuk fokus. Pendidikan tinggi bukan hanya memberi gelar, tetapi juga membuka jaringan, pengalaman, dan keterampilan yang relevan dengan dunia kerja.

Kampus yang Memahami Mahasiswa Gap Year

Sejumlah perguruan tinggi kini memahami kondisi mahasiswa yang datang dari latar belakang berbeda. Ma’soem University, misalnya, menyediakan sistem perkuliahan fleksibel, fasilitas lengkap, serta dukungan program karier. Hal ini memberi kemudahan bagi mahasiswa gap year agar tetap bisa mengejar ketertinggalan dan siap menghadapi tantangan masa depan.