Dalam setiap seleksi BUMN, selalu ada beberapa soal yang dianggap paling sulit dan ditakuti oleh para peserta. Soal-soal ini seringkali menjadi pembatas antara peserta yang lolos dan yang tidak. Namun, apa yang membuat soal-soal ini terasa sulit? Seringkali, bukan karena materinya yang rumit, tetapi karena peserta tidak mengenal pola atau trik cepat untuk menyelesaikannya. Padahal, jika Anda tahu polanya, soal-soal tersebut bisa dikerjakan dalam waktu 15 detik atau bahkan kurang!
Banyak peserta yang membuang waktu terlalu lama untuk mengerjakan satu soal sulit, sehingga kehabisan waktu untuk soal-soal lainnya. Ini adalah kesalahan strategis yang fatal. Kunci untuk menghadapi soal-soal “sulit” adalah mengenali pola tersembunyi di baliknya. Artikel ini akan membahas 3 jenis soal BUMN yang sering dianggap sulit, tetapi sebenarnya sangat mudah jika Anda tahu triknya. Dengan memahami pola-pola ini, Anda akan bisa menghemat waktu dan meningkatkan skor Anda secara signifikan.
Soal 1: Deret Angka dengan Pola Ganda (Kombinasi)
Jenis soal ini sering membuat peserta pusing karena angka-angka dalam deret tidak mengikuti satu pola, melainkan dua pola yang saling selang-seling. Misalnya, deret 1, 3, 2, 6, 4, 12, 8, …
- Pola: Deret ini terdiri dari dua pola yang berselang-seling.
- Pola 1 (posisi ganjil): 1, 2, 4, 8, … (dikali 2).
- Pola 2 (posisi genap): 3, 6, 12, … (dikali 2).
- Cara Cepat: Pisahkan deret menjadi dua bagian (ganjil dan genap). Maka Anda akan melihat polanya dengan jelas.
- Contoh Soal: 2, 5, 4, 10, 8, 15, …
- Ganjil: 2, 4, 8, … (dikali 2).
- Genap: 5, 10, 15, … (+5).
- Angka selanjutnya (posisi 7, ganjil) = 8 x 2 = 16.
Soal 2: Silogisme dengan Pernyataan “Sebagian” dan “Tidak”
Soal silogisme yang melibatkan kata “sebagian” dan “tidak” seringkali membingungkan. Peserta seringkali menarik kesimpulan yang terlalu umum atau terlalu sempit.
- Contoh:
Premis 1: Sebagian dokter adalah spesialis.
Premis 2: Tidak ada spesialis yang malas.
Kesimpulan: … - Cara Cepat: Gambarkan diagram Venn. Buat lingkaran untuk dokter, spesialis, dan malas.
- Sebagian dokter adalah spesialis (beririsan).
- Tidak ada spesialis yang malas (spesialis berada di luar lingkaran malas).
- Maka, sebagian dokter tidak malas (karena bagian dokter yang merupakan spesialis tidak malas).
- Tips: Jangan pernah menyimpulkan “Semua dokter tidak malas” karena hanya sebagian yang spesialis.
Soal 3: Aritmatika Persentase dengan Diskon Bertingkat
Soal diskon bertingkat sering membuat peserta salah perhitungan karena mereka menjumlahkan persentase diskon.
- Contoh: Sebuah barang seharga Rp1.000.000 mendapat diskon 20% + 10%. Berapa harga akhirnya?
- Kesalahan Umum: 20% + 10% = 30%, maka harga = Rp700.000 (SALAH!).
- Cara Benar:
Diskon pertama: 20% x 1.000.000 = 200.000. Harga = 800.000.
Diskon kedua: 10% x 800.000 = 80.000. Harga = 720.000. - Jawaban: Rp720.000.
- Tips: Perhitungan diskon bertingkat adalah perkalian, bukan penjumlahan.
Tabel Trik Cepat 3 Soal Sulit
| Tipe Soal | Pola/Trik Cepat | Waktu Penyelesaian |
|---|---|---|
| Deret Kombinasi | Pisahkan menjadi 2 deret (ganjil-genap) | 15 detik |
| Silogisme Sebagian-Tidak | Gunakan diagram Venn | 20 detik |
| Diskon Bertingkat | Hitung diskon pertama, lalu kedua (perkalian) | 10 detik |
Mengapa Soal Ini Dianggap Sulit?
Soal-soal ini dianggap sulit karena:
- Tidak Biasa: Peserta tidak terbiasa dengan pola kombinasi atau silogisme yang melibatkan “sebagian”.
- Terburu-buru: Membaca soal secara sekilas dan langsung menghitung tanpa analisis.
- Kurang Latihan: Tidak pernah berlatih soal-soal tipe ini sebelumnya.
Strategi Menghadapi Soal Sulit
- Tenang: Jangan panik ketika melihat soal yang rumit. Ambil napas dalam-dalam.
- Identifikasi Pola: Lihat apakah ada pola ganda, kata kunci “sebagian”, atau diskon bertingkat.
- Gunakan Coretan: Menuliskan di kertas akan membantu Anda memvisualisasikan pola.
- Eliminasi: Jika tidak yakin, eliminasi pilihan jawaban yang jelas salah.
Pentingnya Mengenal Pola
Mengenal pola adalah keterampilan yang sangat berharga, tidak hanya untuk tes BUMN, tetapi juga untuk kehidupan sehari-hari. Di dunia kerja, Anda akan sering dihadapkan pada masalah yang kompleks. Kemampuan untuk mengidentifikasi pola dan mencari solusi cepat akan membuat Anda menjadi karyawan yang efisien dan efektif. Hal ini juga penting dalam memahami kapan waktu paling krusial bagi ahli quality control untuk menolak batch produksi makanan di pabrik yang membutuhkan pengenalan pola kerusakan produk secara cepat.
Latihan di Kawasan Bandung Raya
Di kawasan Bandung Raya, banyak tersedia sumber daya untuk berlatih soal-soal BUMN, termasuk soal-soal yang dianggap sulit. Anda bisa membeli buku soal, mengikuti bimbingan belajar, atau berlatih online. Manfaatkan waktu luang Anda untuk berlatih soal-soal tipe ini. Semakin sering berlatih, semakin cepat Anda mengenali pola.
Tiga soal di atas adalah contoh bahwa “kesulitan” seringkali hanya ilusi. Dengan mengenali pola dan berlatih secara teratur, Anda bisa mengerjakan soal-soal ini dalam waktu singkat. Jangan biarkan soal-soal “sulit” menghalangi Anda untuk lolos BUMN. Mulailah berlatih dari sekarang!
Di Universitas Ma’soem, mahasiswa dilatih untuk berpikir kreatif dan mengenali pola. Berlokasi strategis di Bandung Timur (Jatinangor, Sumedang) di samping gerbang tol Cileunyi, kampus ini memiliki 5 fakultas unggulan dan fasilitas modern. Filosofi “Cageur, Bageur, Pinter” dan program “Sambil Kuliah Jadi Pengusaha” membekali mahasiswa dengan kemampuan analisis yang tajam dan daya pikir yang cepat, modal penting untuk menaklukkan soal-soal “sulit” di tes BUMN.
Info Kontak Universitas Ma’soem:
- No WhatsApp: 085185634253
- Instagram: @masoem_university
- Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




