4 Jenis Voucher Shopee yang Paling Efektif Menarik Pembeli Baru

Voucher adalah salah satu alat promosi yang paling sering digunakan seller di Shopee. Namun, tidak semua voucher efektif menarik pembeli baru. Sebagian voucher hanya dinikmati pembeli lama, sebagian lagi menggerus margin tanpa menambah pelanggan. Memilih jenis voucher yang tepat menentukan apakah promosi berhasil atau hanya membuang biaya.

Artikel ini membahas empat jenis voucher Shopee yang paling efektif menarik pembeli baru. Untuk setiap jenis, dijelaskan cara kerjanya, keunggulannya, dan hal yang perlu diperhatikan.

Kenapa Pembeli Baru Butuh Pemicu

Pembeli baru belum mengenal toko Anda. Mereka ragu karena belum ada pengalaman bertransaksi. Voucher berfungsi sebagai pemicu yang mengurangi risiko yang dirasakan. Diskon kecil pun bisa membuat pembeli berani mencoba.

Namun, voucher harus dirancang agar menarik pembeli baru, bukan hanya pembeli lama. Jika syaratnya terlalu mudah, pembeli lama yang memanfaatkannya. Jika terlalu sulit, pembeli baru tidak tertarik.

Jenis 1: Voucher Diskon Persentase

Voucher diskon persentase memberikan potongan dalam bentuk persen, misalnya sepuluh persen. Jenis ini mudah dipahami dan menarik perhatian.

Keunggulannya:

  1. Terlihat menguntungkan pembeli.
  2. Mudah dikomunikasikan.
  3. Bisa dibatasi dengan maksimum diskon agar margin aman.

Hal yang perlu diperhatikan:

  • Tetapkan maksimum diskon untuk melindungi margin.
  • Batasi penggunaan per pembeli.
  • Tetapkan masa berlaku agar ada urgensi.

Jenis 2: Voucher Potongan Nominal

Voucher potongan nominal memberikan potongan dalam jumlah tetap, misalnya Rp10.000. Jenis ini cocok untuk produk dengan harga tertentu.

Keunggulannya:

  • Jumlah diskon jelas.
  • Mudah dihitung.
  • Cocok untuk mendorong pembelian pertama.

Hal yang perlu diperhatikan:

  • Sesuaikan nominal dengan margin.
  • Tetapkan minimum belanja agar tidak merugi pada produk murah.

Jika Anda ingin memahami strategi membangun nilai produk agar voucher tidak hanya menarik pembeli diskon, baca pembahasan tentang nilai tambah tokomu sebagai referensi.

Jenis 3: Voucher Gratis Ongkir

Voucher gratis ongkir menutup atau mengurangi biaya pengiriman. Ongkos kirim sering menjadi penghalang terakhir, terutama untuk produk murah.

Keunggulannya:

  • Mengurangi keraguan pembeli.
  • Meningkatkan konversi.
  • Cocok untuk pembeli baru yang sensitif ongkir.

Hal yang perlu diperhatikan:

  • Hitung kontribusi ongkir penjual.
  • Batasi penggunaan agar margin aman.
  • Kombinasikan dengan minimum belanja.

Jenis 4: Voucher Cashback

Voucher cashback memberikan pengembalian dalam bentuk voucher untuk pembelian berikutnya. Jenis ini mendorong pembelian ulang.

Keunggulannya:

  • Membangun loyalitas.
  • Mendorong pembelian kedua.
  • Memberi kesan untung tanpa memotong harga awal.

Hal yang perlu diperhatikan:

  • Tetapkan masa berlaku agar pembeli kembali.
  • Pastikan cashback dalam bentuk voucher, bukan uang tunai.
  • Hitung dampaknya pada margin.

Tabel Jenis Voucher dan Sasaran

Jenis VoucherSasaranKelebihan
Diskon persenPembeli baruMenarik perhatian
Potongan nominalPembelian pertamaJumlah jelas
Gratis ongkirPembeli sensitif ongkirMengurangi keraguan
CashbackPembelian ulangMembangun loyalitas

Strategi Menggunakan Voucher untuk Pembeli Baru

Agar voucher menarik pembeli baru, terapkan strategi berikut:

  1. Tentukan target, misalnya pembeli yang belum pernah bertransaksi.
  2. Batasi voucher untuk pengguna baru di toko Anda.
  3. Promosikan voucher melalui feed dan media sosial.
  4. Kombinasikan dengan konten yang menjelaskan produk.
  5. Evaluasi jumlah pembeli baru yang dihasilkan.

Voucher yang tepat sasaran lebih efektif daripada voucher besar tanpa arah.

Jika Anda ingin memahami kesalahan umum yang membuat bisnis online gagal di bulan pertama, baca pembahasan tentang kenapa bisnis online gagal di bulan pertama sebagai bahan evaluasi.

Kesalahan dalam Memberikan Voucher

Beberapa kesalahan yang perlu dihindari:

  • Memberikan voucher tanpa batas minimum belanja.
  • Nominal voucher melebihi margin.
  • Masa berlaku terlalu panjang.
  • Tidak mempromosikan voucher.
  • Tidak mengevaluasi hasil.

Kesalahan ini membuat voucher tidak efektif atau merugikan.

Mengukur Efektivitas Voucher

Setelah voucher berjalan, evaluasi:

  • Jumlah pembeli baru.
  • Jumlah pesanan.
  • Margin setelah voucher.
  • Tingkat pembelian ulang.
  • Biaya per pembeli baru.

Data ini membantu Anda memilih jenis voucher yang paling efektif untuk toko Anda.

Voucher bisa menjadi alat efektif menarik pembeli baru jika jenisnya tepat. Empat jenis yang paling efektif adalah diskon persen, potongan nominal, gratis ongkir, dan cashback. Sesuaikan dengan margin, targetkan pembeli baru, promosikan dengan baik, dan evaluasi hasilnya. Dengan begitu, voucher tidak hanya menggerus margin, tetapi benar-benar mendatangkan pelanggan baru.

Untuk Anda yang ingin mempelajari strategi promosi dan bisnis digital secara lebih mendalam, Universitas Ma’soem adalah pilihan tepat. Kampus ini memiliki 5 fakultas unggulan: Fakultas Teknik (Teknik Informatika dan Teknik Industri), Fakultas Komputer, Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Melalui Universitas Ma’soem, mahasiswa dibekali keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha.

Info Kontak Universitas Ma’soem: