Literature review atau tinjauan pustaka adalah bagian penting dalam skripsi yang sering membuat mahasiswa bingung. Mereka tahu bahwa mereka harus membaca banyak sumber, tetapi tidak tahu bagaimana menyusunnya menjadi satu kesatuan yang koheren. Akibatnya, literature review sering berubah menjadi daftar ringkasan jurnal yang tidak saling terhubung. Pembaca pun kesulitan memahami benang merahnya. Padahal, literature review yang baik bukan sekadar kumpulan ringkasan, melainkan sintesis yang menunjukkan posisi penelitian Anda di antara penelitian sebelumnya.
Persoalannya, literature review jarang diajarkan secara praktis. Mahasiswa sering diminta “membaca banyak jurnal” tanpa panduan tentang bagaimana menyusunnya. Mereka pun mengandalkan insting, dan hasilnya sering tidak sistematis. Artikel ini membahas empat langkah menyusun literature review yang sistematis, mengapa hal ini penting, dan bagaimana menerapkannya tanpa bingung mulai dari mana.
Mengapa Literature Review Sistematis Penting
Literature review yang sistematis bukan sekadar formalitas. Ia memiliki beberapa fungsi penting:
- Menunjukkan pemahaman. Literature review menunjukkan bahwa Anda memahami bidang penelitian.
- Menemukan celah penelitian. Dengan meninjau penelitian sebelumnya, Anda bisa menemukan celah yang belum diteliti.
- Menentukan posisi penelitian. Literature review menunjukkan di mana penelitian Anda berada dalam peta penelitian yang ada.
- Menghindari duplikasi. Anda bisa memastikan penelitian Anda belum pernah dilakukan.
- Membangun argumen. Literature review menjadi fondasi argumen Anda.
Poin-poin ini sejalan dengan pembahasan mengenai tetap kritis di tengah arus kecerdasan buatan, di mana kemampuan meninjau literatur secara kritis adalah bagian dari berpikir kritis. Literature review yang sistematis menunjukkan kedalaman pemahaman Anda.
Langkah Pertama: Tentukan Fokus dan Batasan
Langkah pertama adalah menentukan fokus dan batasan. Literature review yang terlalu luas akan sulit diselesaikan, sementara yang terlalu sempit akan kurang bermakna. Tentukan fokus yang jelas dan batasan yang masuk akal.
Hal-hal yang perlu ditentukan:
- Topik utama. Apa yang ingin Anda tinjau?
- Ruang lingkup. Apakah Anda fokus pada periode tertentu, wilayah tertentu, atau metode tertentu?
- Kriteria inklusi. Sumber seperti apa yang akan dimasukkan?
- Kriteria eksklusi. Sumber seperti apa yang tidak akan dimasukkan?
- Jumlah sumber. Berapa banyak sumber yang akan ditinjau?
Dengan fokus dan batasan yang jelas, pencarian literatur akan lebih terarah.
Langkah Kedua: Cari dan Pilih Sumber
Langkah kedua adalah mencari dan memilih sumber. Gunakan database akademik seperti Google Scholar, Scopus, atau perpustakaan kampus. Pilih sumber yang relevan, kredibel, dan terkini.
Tips mencari dan memilih sumber:
- Gunakan kata kunci yang tepat. Kombinasikan kata kunci untuk mempersempit pencarian.
- Gunakan filter. Batasi pencarian berdasarkan tahun, jenis publikasi, atau bahasa.
- Periksa kredibilitas. Pastikan sumber berasal dari jurnal atau penerbit kredibel.
- Pilih sumber primer. Sumber primer lebih dapat dipertanggungjawabkan.
- Catat metadata. Simpan informasi sumber untuk sitasi.
- Seleksi berdasarkan kriteria. Gunakan kriteria inklusi dan eksklusi yang sudah ditentukan.
Dengan sumber yang tepat, literature review akan lebih kuat.
Langkah Ketiga: Baca dan Catat Secara Sistematis
Langkah ketiga adalah membaca dan mencatat secara sistematis. Jangan membaca semua sumber sekaligus tanpa catatan. Gunakan sistem untuk mencatat informasi penting dari setiap sumber.
Hal-hal yang perlu dicatat:
- Tujuan penelitian. Apa yang ingin dicapai penelitian tersebut?
- Metode. Bagaimana penelitian dilakukan?
- Temuan. Apa hasil utama penelitian?
- Keterbatasan. Apa keterbatasan penelitian?
- Relevansi. Bagaimana penelitian ini relevan dengan penelitian Anda?
Gunakan aplikasi manajemen referensi seperti Mendeley atau Zotero untuk menyimpan catatan. Dengan catatan yang sistematis, Anda bisa menyusun literature review dengan lebih mudah.
Langkah Keempat: Sintesis dan Susun Narasi
Langkah keempat adalah sintesis dan susun narasi. Ini adalah bagian paling penting dan sering terlewat. Literature review bukan daftar ringkasan, melainkan sintesis yang menunjukkan hubungan antar penelitian.
Tips menyusun sintesis:
- Kelompokkan sumber berdasarkan tema. Kelompokkan penelitian yang memiliki tema serupa.
- Bandingkan temuan. Apakah temuan konsisten atau bertentangan?
- Identifikasi pola. Apakah ada pola yang muncul?
- Temukan celah. Apa yang belum diteliti?
- Tentukan posisi penelitian Anda. Di mana penelitian Anda berada dalam peta penelitian yang ada?
- Susun narasi. Tulis literature review sebagai narasi yang mengalir, bukan daftar.
Dengan sintesis yang baik, literature review akan menunjukkan pemahaman mendalam dan posisi penelitian Anda.
Tabel Ringkasan Langkah
Agar lebih mudah dipahami, perhatikan ringkasan berikut:
| Langkah | Tindakan | Manfaat |
|---|---|---|
| Tentukan fokus | Tentukan topik dan batasan | Pencarian lebih terarah |
| Cari sumber | Gunakan database dan filter | Sumber lebih relevan |
| Baca dan catat | Gunakan sistem pencatatan | Memudahkan sintesis |
| Sintesis | Kelompokkan dan bandingkan | Literature review lebih koheren |
Tabel ini menunjukkan bahwa literature review sistematis menuntut langkah bertahap. Kuncinya adalah fokus, pencarian yang terarah, pencatatan yang rapi, dan sintesis yang baik.
Menerapkan Literature Review dalam Skripsi
Literature review sebaiknya disusun sejak awal penulisan skripsi. Beberapa tips menerapkannya:
- Mulai dari bab pendahuluan. Literature review membantu merumuskan masalah.
- Perbarui secara berkala. Tambahkan sumber baru seiring perkembangan penelitian.
- Diskusikan dengan dosen. Minta masukan tentang fokus dan sintesis.
- Gunakan aplikasi manajemen referensi. Mendeley atau Zotero membantu mengelola sumber.
- Baca pedoman penulisan. Ikuti format yang diminta kampus.
- Evaluasi sendiri. Periksa apakah literature review sudah menunjukkan posisi penelitian Anda.
Dengan menerapkan tips ini, literature review akan lebih kuat.
Membangun Kebiasaan Meninjau Literatur
Literature review adalah bagian dari literasi akademik yang sehat. Beberapa kebiasaan yang bisa Anda terapkan:
- Baca jurnal secara rutin. Semakin banyak membaca, semakin mudah menyusun literature review.
- Catat sejak awal. Jangan menunda mencatat sumber.
- Sintesis, bukan ringkasan. Fokus pada hubungan antar penelitian.
- Cari celah. Setiap literature review adalah kesempatan menemukan celah.
- Belajar dari kesalahan. Setiap revisi adalah pelajaran.
- Bagikan pengetahuan. Ajarkan teman cara menyusun literature review.
Kebiasaan-kebiasaan ini sejalan dengan prinsip literasi akademik yang sehat, di mana mahasiswa mengelola informasi dengan cerdas. Pola kebiasaan yang baik akan memperlancar seluruh proses perkuliahan, termasuk saat menyusun skripsi. Universitas Ma’soem melalui lima fakultas unggulannya, yaitu Fakultas Teknik (Teknik Informatika dan Teknik Industri), Fakultas Komputer, Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, membiasakan mahasiswa untuk meninjau literatur secara sistematis sejak dini agar siap menghadapi dunia akademik dan profesional.
Info Kontak Universitas Ma’soem:
- No WhatsApp: 085185634253
- Instagram: @masoem_university
- Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com





