Oleh : Siti Yuliana Dewi
Jajanan sekolah selalu memiliki tempat tersendiri karena harganya terjangkau, tampilannya menarik, dan sering menjadi penyelamat di sela-sela jam belajar. Namun, di balik warna cerah dan rasa yang menggoda, terdapat hal penting yang kerap terabaikan, yaitu keamanan pangan, khususnya yang berkaitan dengan bahan berbahaya serta status kehalalannya. Oleh karena itu, analisis B3 (Bahan Berbahaya dan Non-Halal) menjadi sangat penting sebagai upaya untuk memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi anak-anak benar-benar aman serta sesuai dengan nilai yang dianut masyarakat.
Kenapa Jajanan Sekolah Perlu Diwaspadai?
Tidak semua pedagang memiliki pengetahuan yang cukup tentang keamanan pangan. Beberapa masih menggunakan bahan tambahan yang sebenarnya dilarang atau tidak sesuai standar, baik karena alasan ekonomi, ketidaktahuan, atau ingin membuat produk lebih menarik. Padahal, anak-anak adalah kelompok yang paling rentan terhadap dampak bahan berbahaya. Tubuh mereka masih dalam masa pertumbuhan, sehingga paparan zat kimia tertentu bisa berdampak jangka panjang.
Jenis Bahan Berbahaya (B3) yang Sering Ditemukan
Biasanya digunakan untuk mengawetkan mayat, tapi kadang disalahgunakan untuk mengawetkan makanan seperti tahu atau mie agar tahan lama. Dampaknya bisa menyebabkan gangguan pencernaan hingga kerusakan organ. Beberapa bahan yang sering disalah gunakan dalam jajanan sekolah antara lain:
Formalin
Biasanya digunakan untuk mengawetkan mayat, tapi kadang disalahgunakan untuk mengawetkan makanan seperti tahu atau mie agar tahan lama. Dampaknya bisa menyebabkan gangguan pencernaan hingga kerusakan organ.
Boraks
Digunakan untuk membuat tekstur makanan lebih kenyal, seperti bakso atau cilok. Konsumsi boraks dalam jangka panjang dapat merusak ginjal dan sistem saraf.
Pewarna Tekstil (Rhodamin B & Metanil Yellow)
Digunakan karena warnanya mencolok dan murah, tapi sangat berbahaya jika dikonsumsi. Dapat menyebabkan iritasi, gangguan hati, bahkan bersifat karsinogenik.
Pemanis Buatan Berlebih
Seperti sakarin atau siklamat yang digunakan tidak sesuai batas aman. Bisa berdampak pada metabolisme tubuh jika dikonsumsi terus-menerus
Aspek Non-Halal dalam Jajanan Sekolah
Selain bahan berbahaya, status halal juga penting untuk diperhatikan, terutama di lingkungan masyarakat Muslim. Beberapa potensi ketidaksesuaian halal antara lain (1) Penggunaan gelatin yang berasal dari hewan tidak halal (2) Minyak atau lemak yang tidak jelas sumbernya (3) Proses produksi yang tercampur dengan bahan non-halal (kontaminasi silang). Seringkali, jajanan tidak memiliki label atau informasi yang jelas, sehingga sulit bagi konsumen untuk memastikan kehalalannya.
Dampak yang Ditimbulkan
Konsumsi jajanan yang mengandung bahan berbahaya (B3) maupun yang tidak memenuhi standar kehalalan tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga menyentuh aspek psikologis dan sosial masyarakat. Dari sisi kesehatan, bahan berbahaya dapat memicu keracunan, merusak organ tubuh secara perlahan, hingga meningkatkan risiko penyakit kronis jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Di sisi lain, kasus-kasus tersebut juga dapat menurunkan kepercayaan, terutama dari orang tua, terhadap keamanan lingkungan sekolah sebagai tempat anak membeli dan mengonsumsi makanan. Selain itu, bagi konsumen Muslim, keberadaan makanan non-halal dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan keresahan, karena bertentangan dengan nilai dan keyakinan yang dianut.
Upaya Pencegahan dan Pengawasan
Mengatasi masalah ini tidak bisa hanya dari satu pihak. Perlu kerja sama antara sekolah, orang tua, pedagang, dan pemerintah. Beberapa langkah yang bisa dilakukan : (1) Penyuluhan tentang halal dan keamanan pangan (2) Edukasi pedagang tentang bahan tambahan pangan yang aman (3) Pengawasan rutin oleh pihak sekolah dan dinas terkait (4) Membiasakan siswa membawa bekal dari rumah (5) Memilih jajanan dengan bijak, seperti yang memiliki izin edar atau label yang jelas.
Jajanan sekolah seharusnya menjadi bagian yang menyenangkan dari masa kecil, bukan sumber risiko kesehatan. Dengan meningkatkan kesadaran tentang bahan berbahaya serta aspek kehalalan, kita bisa menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, sehat, dan nyaman untuk semua. Kadang, yang terlihat menarik belum tentu aman. Dari hal sederhana seperti jajanan, kita belajar untuk lebih peduli, bukan hanya pada rasa, tetapi juga pada apa yang sebenarnya kita konsumsi.
Mari Bergabung dengan Jurusan Teknologi Pangan Ma’soem University!
Apakah Anda tertarik untuk menjadi ahli dalam menciptakan inovasi pangan sehat? Bergabunglah dengan Program Studi Teknologi Pangan Ma’soem University. Di sini, Anda akan belajar cara mengolah sumber daya lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi dengan fasilitas laboratorium yang lengkap dan bimbingan dosen ahli.
Jangan lewatkan kesempatan untuk berkontribusi bagi ketahanan pangan bangsa! Segera daftarkan diri Anda secara online melalui tautan di bawah ini:
Link Pendaftaran: https://pmb.masoemuniversity.ac.id/
WhatsApp: 081385501914
Website Resmi: https://masoemuniversity.ac.id/





