Istilah skripsi, thesis, dan dissertation sering muncul ketika mahasiswa mulai membicarakan tugas akhir. Ketiganya sama-sama berupa karya ilmiah yang membutuhkan penelitian, pengolahan data, landasan teori, serta penulisan akademik. Namun, penggunaan istilah tersebut dapat berbeda tergantung jenjang pendidikan dan sistem akademik yang berlaku di suatu negara.
Bagi mahasiswa yang sedang mempersiapkan tugas akhir, memahami perbedaan skripsi, thesis, dan dissertation penting agar tidak salah memahami tuntutan penelitian pada setiap jenjang. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari tingkat pendidikan, tujuan penelitian, kedalaman kajian, hingga kontribusi akademik yang diharapkan.
Apa Itu Skripsi?
Di Indonesia, skripsi umumnya merupakan karya ilmiah yang disusun mahasiswa pada jenjang sarjana atau S1 sebagai salah satu persyaratan untuk menyelesaikan pendidikan. Skripsi menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan penelitian yang telah dipelajari selama kuliah.
Topik skripsi biasanya masih berada dalam bidang keilmuan program studi. Mahasiswa dapat melakukan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, kualitatif, atau pendekatan lain yang sesuai terhadap permasalahan penelitian.
Beberapa bagian yang umumnya terdapat dalam skripsi antara lain:
- Latar belakang penelitian
- Rumusan masalah
- Tujuan penelitian
- Tinjauan pustaka
- Metode penelitian
- Hasil penelitian
- Pembahasan
- Kesimpulan dan saran
- Daftar pustaka
Walaupun berada pada jenjang sarjana, skripsi tetap membutuhkan proses penelitian yang sistematis. Mahasiswa perlu menentukan masalah, memilih teori yang relevan, mengumpulkan data, menganalisis temuan, kemudian menyusunnya menjadi karya ilmiah.
Apa Itu Thesis?
Thesis atau tesis umumnya berkaitan dengan pendidikan magister atau S2. Pada tahap ini, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu melakukan penelitian yang lebih mendalam terhadap suatu persoalan akademik.
Tesis biasanya memiliki cakupan kajian yang lebih spesifik dibandingkan penelitian pada jenjang sarjana. Mahasiswa perlu menunjukkan kemampuan dalam menganalisis permasalahan berdasarkan teori dan penelitian terdahulu secara lebih kritis.
Karena berada pada jenjang magister, tuntutan akademiknya juga cenderung lebih tinggi. Mahasiswa dapat diarahkan untuk mengembangkan, menguji, atau memberikan perspektif baru terhadap pengetahuan yang sudah ada.
Namun, istilah thesis perlu diperhatikan berdasarkan sistem pendidikan yang digunakan. Dalam penggunaan internasional, istilah ini tidak selalu memiliki arti yang sama di setiap negara. Di Indonesia, istilah tesis lazim digunakan untuk karya akhir mahasiswa S2.
Apa Itu Dissertation?
Dissertation biasanya merujuk pada karya penelitian tingkat doktoral atau S3, terutama dalam konteks pendidikan tinggi di sejumlah negara berbahasa Inggris. Penelitian pada tahap ini memiliki tuntutan akademik yang lebih tinggi karena mahasiswa diharapkan memberikan kontribusi yang jelas terhadap bidang ilmu yang diteliti.
Dissertation bukan sekadar tugas untuk menunjukkan bahwa mahasiswa memahami teori. Penelitiannya perlu menunjukkan kemampuan menghasilkan kajian yang memiliki kontribusi terhadap pengetahuan dalam bidang tertentu.
Prosesnya dapat mencakup:
- Identifikasi masalah atau kesenjangan penelitian
- Kajian literatur secara mendalam
- Perumusan pertanyaan penelitian
- Pemilihan metodologi yang tepat
- Pengumpulan dan analisis data
- Interpretasi temuan
- Pembahasan kontribusi penelitian
- Penyusunan implikasi dan rekomendasi akademik
Karena tuntutan penelitiannya lebih tinggi, proses penyusunan dissertation juga dapat berlangsung lebih kompleks dan membutuhkan waktu yang panjang.
Perbedaan Skripsi, Thesis, dan Dissertation
Secara sederhana, perbedaan ketiganya dapat dilihat dari jenjang pendidikan dan tingkat kedalaman penelitian.
| Aspek | Skripsi | Thesis/Tesis | Dissertation |
|---|---|---|---|
| Jenjang umum | S1 | S2 | S3 |
| Tujuan | Menunjukkan kemampuan melakukan penelitian | Mengembangkan kemampuan penelitian yang lebih mendalam | Memberikan kontribusi terhadap bidang ilmu |
| Kedalaman kajian | Dasar hingga menengah | Lebih mendalam | Sangat mendalam |
| Fokus | Penerapan teori dan penelitian | Analisis dan pengembangan kajian | Kontribusi pengetahuan atau temuan baru |
| Tingkat tuntutan | Sarjana | Magister | Doktoral |
Tabel tersebut merupakan gambaran umum. Istilah dan ketentuan karya akhir dapat berbeda antara negara, universitas, dan program studi. Karena itu, mahasiswa tetap perlu mengikuti pedoman akademik dari perguruan tinggi masing-masing.
Apakah Thesis dan Dissertation Sama?
Thesis dan dissertation sering dianggap sama karena keduanya merupakan karya penelitian akademik. Perbedaannya terutama terlihat pada konteks penggunaannya.
Dalam sistem pendidikan Indonesia, tesis umumnya digunakan untuk karya akhir S2, sedangkan disertasi digunakan pada jenjang S3. Sementara itu, dalam tradisi akademik berbahasa Inggris, penggunaan istilah thesis dan dissertation dapat berbeda antara negara atau institusi.
Hal ini membuat mahasiswa perlu melihat konteks ketika menemukan istilah tersebut dalam buku, jurnal, atau panduan universitas luar negeri. Jangan langsung menganggap bahwa istilah thesis selalu berarti S2 atau dissertation selalu berarti S3 di semua negara.
Perbedaan Tingkat Kesulitan Penelitian
Perbedaan skripsi, thesis, dan dissertation juga dapat dilihat dari tuntutan terhadap kemampuan penelitian. Pada skripsi, mahasiswa biasanya belajar menerapkan metode penelitian untuk menjawab pertanyaan yang telah dirumuskan.
Pada jenjang magister, penelitian menuntut analisis yang lebih kritis. Mahasiswa perlu memahami penelitian terdahulu secara lebih luas dan menjelaskan posisi penelitiannya terhadap kajian yang sudah ada.
Pada jenjang doktoral, tuntutannya meningkat karena penelitian perlu menunjukkan kontribusi yang lebih kuat terhadap perkembangan pengetahuan. Karena itu, proses merumuskan research gap, menentukan pendekatan metodologis, serta menjelaskan kontribusi penelitian menjadi semakin penting.
Peran Kampus dalam Mempersiapkan Mahasiswa
Kemampuan menyusun karya ilmiah tidak terbentuk hanya ketika mahasiswa mulai mengerjakan tugas akhir. Pemahaman terhadap teori, kemampuan membaca sumber akademik, keterampilan menulis, serta kemampuan melakukan penelitian perlu dikembangkan sejak masa perkuliahan.
Lingkungan perguruan tinggi juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Ma’soem University, sebagai salah satu kampus swasta di Bandung, memiliki program studi yang dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan bidang pendidikan dan keilmuan terkait.
Pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Ma’soem University, program studi yang tersedia adalah Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris. Kedua program tersebut memiliki bidang kajian yang dapat berkaitan dengan kegiatan penelitian pendidikan, tergantung topik dan fokus penelitian mahasiswa.
Seiring memasuki tahap tugas akhir, mahasiswa perlu memahami pedoman penelitian yang berlaku di kampus. Setiap perguruan tinggi dapat memiliki ketentuan berbeda mengenai format karya ilmiah, prosedur bimbingan, metode penelitian, hingga pelaksanaan sidang.
Hal yang Perlu Dipahami Sebelum Memulai Tugas Akhir
Mahasiswa tidak perlu menunggu semester akhir untuk mulai mempersiapkan penelitian. Beberapa kebiasaan akademik dapat membantu proses tersebut, seperti:
- Membiasakan membaca jurnal ilmiah agar terbiasa menemukan masalah penelitian dan memahami cara akademisi menyusun argumen.
- Mencatat referensi sejak awal supaya sumber yang digunakan dalam penelitian lebih mudah dilacak.
- Memahami metode penelitian sebelum menentukan teknik pengumpulan dan analisis data.
- Menentukan topik yang realistis berdasarkan bidang studi, ketersediaan data, waktu, dan kemampuan peneliti.
- Berdiskusi dengan dosen pembimbing ketika menemukan kendala dalam menentukan masalah, teori, atau metode.
- Mengikuti pedoman kampus karena struktur dan persyaratan karya akhir dapat berbeda di setiap perguruan tinggi.
Memahami istilah skripsi, thesis, dan dissertation pada akhirnya membantu mahasiswa mengenali posisi karya ilmiah berdasarkan jenjang pendidikan dan sistem akademik yang digunakan. Perbedaan tersebut bukan hanya terletak pada nama, tetapi juga pada tujuan, kedalaman penelitian, serta tuntutan kontribusi akademiknya.
Informasi Ma’soem University
- No. WhatsApp: 085185634253
- Instagram: @masoem_university
- Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




