Dalam rangkaian Rekrutmen Bersama BUMN (RBB) yang diselenggarakan oleh Forum Human Capital Indonesia (FHCI) dan Kementerian BUMN, Tes AKHLAK merupakan salah satu tahapan penentu utama di samping Tes Kemampuan Dasar (TKD). Banyak peserta berlatar belakang akademis cemerlang justru tereliminasi di tahap awal karena meremehkan tes karakter dan nilai budaya kerja ini.
AKHLAK bukan sekadar tes psikologi umum atau tes kepribadian biasa, melainkan pengukur keselarasan (value alignment) antara karakter calon pegawai dengan budaya kerja resmi seluruh perusahaan BUMN di Indonesia.
1. Memahami 6 Pilar Utama AKHLAK BUMN
AKHLAK merupakan akronim dari 6 nilai utama (core values) yang ditetapkan oleh Kementerian BUMN melalui Surat Edaran SE-7/MBU/07/2020. Setiap soal dalam tes dirancang untuk menguji penerapan pilar-pilar berikut:
- A – Amanah: Memegang teguh kepercayaan yang diberikan. Terwujud dalam sikap jujur, bertanggung jawab, disiplin, dan berintegritas tinggi.
- K – Kompeten: Terus belajar dan mengembangkan kapabilitas. Ditunjukkan melalui peningkatan keahlian diri, membantu orang lain belajar, serta menyelesaikan tugas dengan kualitas terbaik.
- H – Harmonis: Saling peduli dan menghargai perbedaan. Terwujud dalam sikap menghormati setiap orang tanpa memandang latar belakang, suka menolong, dan membangun lingkungan kerja yang kondusif.
- L – Loyal: Berdedikasi dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara. Ditunjukkan melalui kepatuhan pada pimpinan, menjaga nama baik sesama karyawan, pimpinan, BUMN, dan Negara, serta menjaga rahasia jabatan.
- A – Adaptif: Terus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan maupun menghadapi perubahan. Terwujud dalam cepat menyesuaikan diri, terus melakukan perbaikan, dan bertindak proaktif.
- K – Kolaboratif: Membangun kerja sama yang sinergis. Ditunjukkan melalui pemberian kesempatan kepada berbagai pihak untuk berkontribusi dan memanfaatkan berbagai sumber daya untuk tujuan bersama.
2. Mengapa Tes AKHLAK Sering Bikin Gugur Peserta?
Meskipun terlihat mudah karena berupa pilihan ganda yang menilai sikap diri, Tes AKHLAK memiliki tingkat kelulusan yang ketat akibat beberapa alasan berikut:
A. Adanya Nilai Ambang Batas (Passing Grade) dan System Ranking
Hasil Tes AKHLAK dikombinasikan dengan skor TKD. Peserta yang gagal mencapai passing grade yang ditetapkan FHCI secara otomatis akan dinyatakan gugur di sistem, tanpa memandang seberapa tinggi nilai TKD atau IPK yang dimiliki.
B. Jebakan Soal Situasional (Situational Judgement Test)
Soal AKHLAK umumnya disajikan dalam bentuk studi kasus singkat di dunia kerja. Banyak pilihan jawaban yang sepintas terlihat “benar” dan “baik” secara umum, namun hanya satu jawaban yang paling tepat mencerminkan prioritas pilar AKHLAK yang sedang diuji.
C. Konsistensi dan Deteksi Pembiasan (Inconsistency Trap)
Sistem tes dirancang untuk mendeteksi konsistensi jawaban. Jika di awal tes peserta memilih sikap tertentu terkait integritas (Amanah), namun di soal berikutnya memilih tindakan yang kontradiktif demi hasil cepat, sistem akan menilai jawaban tersebut tidak konsisten atau berusaha melebih-lebihkan diri (social desirability bias).
D. Manajemen Waktu yang Sangat Ketat
Peserta dituntut membaca, menganalisis situasi bisnis/kantor, dan memutuskan tindakan yang paling sesuai dengan pilar AKHLAK dalam durasi hitungan detik per soal.
3. Strategi Efektif Lolos Tes AKHLAK BUMN
| Aspek Tantangan | Strategi Penanganan |
| Karakter Soal Ambigu | Pilih jawaban yang tidak hanya baik secara moral, tetapi paling lurus mengagungkan integritas dan aturan hukum (Pilar Amanah & Loyal). |
| Pilihan Jawaban Mirip | Identifikasi kata kunci pilar di dalam soal (apakah masalah inovasi = Adaptif, atau masalah tim = Kolaboratif). |
| Inkonsistensi Sikap | Jawab secara jujur dengan memposisikan diri sebagai profesional BUMN ideal yang selalu mendahulukan kepentingan organisasi. |
| Tekanan Waktu | Lakukan latihan soal berbasis simulasi timer untuk membiasakan refleks analisis kasus. |
Menyiapkan Kualitas SDM Berkarakter Bersama Ma’soem University
Keberhasilan menembus Tes AKHLAK dan karier profesional di BUMN sangat ditentukan oleh pembentukan karakter, kepemimpinan, dan etika kerja yang diasah sejak masa perkuliahan. Universitas Ma’soem yang berlokasi strategis di kawasan Jatinangor-Cileunyi (perbatasan Bandung dan Sumedang), berkomitmen mencetak lulusan berdaya saing tinggi, berjiwa entrepreneur, dan berkarakter mulia melalui pijakan nilai khas (cageur, bageur, pinter).
Ma’soem University menyediakan berbagai program studi unggulan yang dirancang relevan dengan kebutuhan industri dan BUMN modern:
- Sistem Informasi: Membekali mahasiswa dengan keahlian tata kelola IT, analisis data bisnis, dan manajemen proyek digital yang sangat dibutuhkan BUMN sektor perbankan, telekomunikasi, dan jasa keuangan.
- Bisnis Digital: Menggembleng mahasiswa dalam strategi e-commerce, digital marketing, analisis data bisnis, serta ekosistem digital untuk mendukung inovasi bisnis BUMN.
- Teknik Informatika: Mengasah keahlian rekayasa perangkat lunak, integrasi sistem, kecerdasan buatan (AI), dan keamanan siber (cybersecurity) untuk posisi IT Specialist.
- Teknik Industri: Membekali mahasiswa dengan keahlian perancangan sistem kerja, efisiensi operasional, manajemen rantai pasok (supply chain), serta K3 industri untuk BUMN manufaktur, energi, dan transportasi.
Selain bidang komputer dan teknik, Ma’soem University menyediakan berbagai pilihan program studi prospektif lainnya seperti Perbankan Syariah, Agribisnis, Bimbingan Konseling, dan Pendidikan Bahasa Inggris.
Bagi karyawan atau profesional yang ingin melanjutkan studi S1 untuk peningkatan jenjang karier, tersedia skema perkuliahan fleksibel Hybrid Class No Ribet serta beragam skema Beasiswa Pendidikan.
Informasi pendaftaran mahasiswa baru dapat diakses melalui portal resmi pmb.masoemuniversity.com, WhatsApp di +62 851 8563 4253, serta Instagram @masoem_university.




