Apa Perbedaan Database Relasional Dan Non-Relasional? Yuk Lihat Penjelasannya!

Ketika sebuah aplikasi menyimpan data pelanggan, produk, transaksi, atau akun pengguna, informasi tersebut membutuhkan tempat penyimpanan yang terstruktur. Di sinilah database berperan. Namun, database tidak hanya memiliki satu jenis. Dua pendekatan yang sering digunakan adalah database relasional dan non-relasional. Keduanya sama-sama dapat menyimpan data, tetapi memiliki cara kerja, struktur, dan penggunaan yang berbeda. Memahami perbedaannya penting agar pengembang dapat memilih sistem yang sesuai dengan kebutuhan aplikasi.

Database Menjadi “Gudang” bagi Data Digital

Bayangkan sebuah toko memiliki ribuan barang. Tanpa rak dan sistem pencatatan yang jelas, pemilik toko akan kesulitan mengetahui barang apa yang tersedia, berapa jumlahnya, dan di mana lokasinya. Database memiliki fungsi yang kurang lebih serupa, tetapi dalam bentuk digital.

Data yang disimpan dapat berupa:

  • Informasi pelanggan dan akun pengguna.
  • Data produk dan jumlah stok.
  • Riwayat transaksi.
  • Informasi pembayaran dan pengiriman.

Cara data tersebut disusun akan memengaruhi bagaimana aplikasi mengambil, mengubah, dan mengelolanya. Karena itu, pemilihan jenis database sebaiknya tidak dilakukan hanya karena suatu teknologi sedang banyak digunakan.

Mengenal Database Relasional dari Cara Kerjanya

Database relasional menyimpan data dalam bentuk tabel yang terdiri dari baris dan kolom. Setiap tabel biasanya memiliki hubungan dengan tabel lainnya melalui kunci tertentu. Konsep ini membuat data dapat diatur secara sistematis dan memudahkan hubungan antar-informasi.

Contohnya, sebuah toko online dapat memiliki tabel pelanggan, produk, dan transaksi. Data transaksi dapat dikaitkan dengan pelanggan tertentu serta produk yang dibeli. Sistem database kemudian dapat mengambil informasi tersebut menggunakan bahasa query seperti SQL.

Beberapa karakteristik database relasional antara lain:

  • Menggunakan struktur tabel.
  • Memiliki hubungan antar-data.
  • Umumnya menggunakan SQL.
  • Cocok untuk data yang membutuhkan struktur konsisten.
  • Banyak digunakan pada sistem transaksi dan aplikasi bisnis.

Pendekatan ini cocok ketika hubungan antar-data menjadi bagian penting dari sistem.

Lalu, Apa Itu Database Non-Relasional?

Berbeda dari database relasional, database non-relasional atau NoSQL tidak bergantung pada struktur tabel dengan hubungan yang kaku. Data dapat disimpan dalam berbagai bentuk, seperti dokumen, key-value, graf, atau kolom tertentu.

Misalnya, data pengguna dapat disimpan sebagai sebuah dokumen yang berisi nama, alamat, riwayat pembelian, dan preferensi. Struktur tersebut dapat lebih fleksibel ketika informasi yang disimpan sering mengalami perubahan. Database non-relasional umumnya digunakan ketika aplikasi membutuhkan fleksibilitas struktur data, pemrosesan data dalam jumlah besar, atau kemampuan menangani kebutuhan tertentu dengan cepat.

Memilih Database Tidak Bisa Sekadar “Mana yang Lebih Bagus”

Pertanyaan yang sering muncul adalah: database relasional atau non-relasional, mana yang lebih baik? Jawabannya bergantung pada kebutuhan sistem.

Database relasional dapat menjadi pilihan ketika aplikasi memiliki struktur data yang jelas dan membutuhkan hubungan antartabel yang kuat. Sementara itu, database non-relasional dapat dipertimbangkan ketika struktur data lebih fleksibel atau aplikasi perlu menangani jenis data tertentu dengan pendekatan yang berbeda.

Masalah muncul ketika jenis database dipilih tanpa memahami kebutuhan aplikasi. Sistem yang sebenarnya membutuhkan hubungan data yang kompleks bisa menjadi sulit dikelola jika menggunakan pendekatan yang kurang sesuai. Sebaliknya, sistem sederhana dapat menjadi terlalu rumit apabila struktur database dirancang secara berlebihan.

Solusinya adalah melakukan analisis kebutuhan terlebih dahulu. Pengembang perlu mempertimbangkan jenis data, jumlah pengguna, pola akses, kebutuhan transaksi, skalabilitas, dan cara aplikasi akan berkembang.

Belajar Database Secara Terarah di S1 Sistem Informasi

Memahami database bukan hanya tentang menghafal istilah SQL, NoSQL, tabel, atau dokumen. Mahasiswa juga perlu memahami mengapa suatu sistem membutuhkan pendekatan tertentu dan bagaimana database dihubungkan dengan aplikasi.

Ma’soem University menyediakan program studi S1 Sistem Informasi yang mempelajari pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung kebutuhan organisasi dan bisnis, termasuk pengembangan serta pengelolaan sistem informasi. Bagi calon mahasiswa yang ingin memahami cara merancang sistem, mengelola data, dan mengenal teknologi database secara lebih terarah, pembelajaran di bidang Sistem Informasi dapat menjadi langkah yang relevan. Informasi mengenai program studi dan pendaftaran dapat ditanyakan melalui Admin Univ Ma’soem di +62 851 8563 4253.

Relasional vs Non-Relasional, Apa yang Membedakannya?

Agar lebih mudah dipahami, perbedaan keduanya dapat dilihat dari cara penyimpanan dan pengelolaan data.

AspekRelasionalNon-Relasional
StrukturTabel, baris, kolomDokumen, key-value, graf, atau bentuk lainnya
Hubungan dataTerstruktur dan saling terkaitLebih fleksibel
QueryUmumnya menggunakan SQLBergantung pada jenis database
FleksibilitasStruktur cenderung lebih teraturStruktur dapat lebih fleksibel
PenggunaanSistem transaksi dan data terstrukturAplikasi dengan kebutuhan data yang dinamis

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa tidak ada satu jenis database yang otomatis cocok untuk semua aplikasi. Pilihan perlu disesuaikan dengan karakteristik sistem yang akan dibangun.

Kesalahan Pengelolaan Data Bisa Dimulai dari Desain

Pemilihan database hanyalah salah satu bagian dari pengelolaan data. Kesalahan desain sejak awal dapat menyebabkan masalah ketika jumlah data semakin banyak. Struktur yang kurang tepat dapat membuat pencarian data menjadi sulit, pemeliharaan sistem semakin rumit, bahkan memengaruhi kinerja aplikasi.

Karena itu, sebelum membangun sistem, pengembang perlu memetakan kebutuhan data dan hubungan antar-informasi. Setelah itu, barulah struktur database dapat dirancang berdasarkan kebutuhan tersebut.

Dengan memahami perbedaan database relasional dan non-relasional, seseorang tidak hanya mengetahui dua istilah teknologi, tetapi juga memahami bahwa setiap sistem memiliki kebutuhan penyimpanan data yang berbeda. Kemampuan menganalisis kebutuhan, merancang database, dan menghubungkannya dengan sistem menjadi bekal penting bagi siapa pun yang ingin terjun ke bidang teknologi informasi.