Saat mulai belajar dunia teknologi, kamu mungkin sering menemukan istilah pemrograman, coding, dan programming. Sekilas, ketiganya memang terdengar seperti istilah yang sama. Bahkan, tidak sedikit pemula yang menggunakannya secara bergantian tanpa mengetahui perbedaannya.
Padahal, memahami istilah dasar ini penting agar proses belajar tidak terasa membingungkan. Apalagi jika kamu sedang tertarik membuat website, aplikasi, atau sistem digital. Jadi, apakah coding dan programming benar-benar sama? Lalu, di mana posisi pemrograman?
Mengenal Perbedaan Coding dan Programming
Secara sederhana, coding adalah kegiatan menulis kode menggunakan bahasa pemrograman, sedangkan programming memiliki cakupan yang lebih luas. Coding dapat dianggap sebagai salah satu bagian dari programming.
Misalnya, ketika seseorang menulis kode HTML, CSS, JavaScript, Python, atau Java untuk membuat fitur tertentu, aktivitas tersebut termasuk coding. Sementara itu, programming tidak hanya berkaitan dengan menulis kode, tetapi juga mencakup proses memikirkan bagaimana sebuah program akan dibuat dan bekerja.
Dalam programming, seseorang dapat melakukan beberapa aktivitas seperti:
- Menganalisis kebutuhan program.
- Menentukan alur penyelesaian masalah.
- Menulis dan mengatur kode.
- Melakukan pengujian.
- Menemukan serta memperbaiki kesalahan.
- Melakukan pemeliharaan program.
Jadi, kalau coding lebih berfokus pada menulis instruksi, programming mencakup proses yang lebih menyeluruh untuk menghasilkan program yang dapat digunakan.
Lalu, Apa yang Dimaksud dengan Pemrograman?
Istilah pemrograman pada dasarnya merupakan istilah dalam bahasa Indonesia yang merujuk pada proses programming. Artinya, pemrograman dan programming memiliki makna yang sangat dekat. Pemrograman bukan sekadar mengetik baris kode sampai program berhasil dijalankan. Di dalamnya terdapat proses berpikir untuk menerjemahkan sebuah masalah menjadi instruksi yang dapat dipahami komputer.
Contohnya, ketika ingin membuat aplikasi pencatatan stok barang, programmer tidak langsung mengetik kode. Ia perlu memahami terlebih dahulu data apa yang diperlukan, bagaimana pengguna memasukkan data, bagaimana stok bertambah atau berkurang, hingga bagaimana sistem menampilkan informasi tersebut. Dari sini terlihat bahwa kemampuan pemrograman juga membutuhkan logika dan pemecahan masalah, bukan hanya hafalan syntax.
Mengapa Ketiganya Sering Dianggap Sama?
Kebingungan antara coding, programming, dan pemrograman cukup wajar, terutama bagi orang yang baru mengenal dunia teknologi. Ketiganya memang saling berkaitan dan sering muncul dalam pembahasan yang sama.
Misalnya, seseorang mengatakan, “Saya sedang belajar coding.” Pada praktiknya, ia mungkin sedang mempelajari programming secara keseluruhan. Sebaliknya, ketika seseorang mengatakan “belajar pemrograman”, kegiatan yang dilakukan juga pasti akan melibatkan coding.
Perbedaannya lebih terlihat dari cakupan kegiatannya. Coding merupakan aktivitas menulis kode, sedangkan programming mencakup proses yang lebih luas, termasuk perencanaan, pengujian, debugging, hingga pemeliharaan program.
Kesalahan Pemula Saat Baru Belajar Programming
Salah satu masalah yang sering muncul adalah anggapan bahwa seseorang harus langsung mahir menulis banyak kode agar bisa disebut belajar programming. Akibatnya, pemula terlalu fokus menghafalkan syntax dan merasa gagal ketika menemukan error.
Padahal, error merupakan bagian dari proses belajar. Yang lebih penting adalah memahami mengapa kode tersebut menghasilkan masalah dan bagaimana cara memperbaikinya.
Beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari antara lain:
- Terlalu banyak menghafal kode tanpa memahami fungsinya.
- Langsung membuat proyek besar tanpa memahami dasar.
- Takut mencoba karena khawatir muncul error.
- Hanya mengikuti tutorial tanpa mencoba membuat variasi sendiri.
Solusinya adalah belajar secara bertahap. Mulailah dari konsep dasar, kemudian praktikkan melalui proyek sederhana agar pemahaman tidak berhenti pada teori.
Belajar Sistem Informasi Bisa Menjadi Langkah yang Lebih Terarah
Jika kamu merasa belajar pemrograman secara mandiri sering membuat bingung karena tidak tahu harus mulai dari mana, lingkungan perkuliahan dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendapatkan pembelajaran yang lebih terstruktur. Ma’soem University menyediakan program studi S1 Sistem Informasi yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi informasi, pengembangan sistem, serta pemahaman proses bisnis dan teknologi. Bagi calon mahasiswa yang ingin mempelajari teknologi secara lebih terarah, lingkungan akademik dapat membantu memahami konsep dari dasar sekaligus menghubungkannya dengan kebutuhan sistem di dunia nyata.
Untuk mendapatkan informasi mengenai program studi dan pendaftaran, kamu juga dapat menghubungi Admin Univ Ma’soem di +62 851 8563 4253.
Coding Saja Tidak Cukup, Pahami Cara Berpikirnya
Bayangkan coding sebagai aktivitas menyusun kalimat menggunakan bahasa yang dimengerti komputer. Namun, sebelum menulis kalimat tersebut, kamu harus mengetahui terlebih dahulu apa yang ingin disampaikan.
Begitu pula dalam programming. Seorang programmer perlu memahami masalah sebelum menentukan kode yang digunakan. Misalnya, saat membuat sistem kasir, ia perlu memikirkan bagaimana barang dimasukkan, bagaimana harga dihitung, bagaimana transaksi disimpan, dan bagaimana laporan ditampilkan.
Artinya, semakin kuat kemampuan berpikir logis dan memecahkan masalah, semakin mudah pula proses memahami programming.
Mulai dari Coding, Berkembang ke Pemrograman
Tidak perlu menunggu sampai memahami semua istilah untuk mulai belajar. Coding dapat menjadi pintu masuk yang menarik karena hasilnya bisa langsung terlihat melalui program sederhana.
Setelah terbiasa menulis kode, kamu dapat mulai memahami konsep yang lebih luas seperti algoritma, struktur data, database, pengujian, dan pengembangan sistem.
Jika proses belajar mandiri terasa tidak terarah, mengambil pendidikan di bidang Sistem Informasi dapat menjadi salah satu solusi untuk mempelajari konsep tersebut secara lebih sistematis. Dengan pembelajaran yang terstruktur, kamu tidak hanya belajar bagaimana menulis kode, tetapi juga memahami mengapa sebuah sistem dibuat, bagaimana sistem bekerja, dan bagaimana teknologi digunakan untuk menyelesaikan masalah.
Pada akhirnya, coding, programming, dan pemrograman bukanlah tiga hal yang sepenuhnya terpisah. Coding merupakan bagian dari programming, sedangkan pemrograman merupakan istilah bahasa Indonesia yang memiliki makna dekat dengan programming. Memahami perbedaan cakupan ketiganya akan membuat proses belajar teknologi terasa lebih jelas dan tidak berhenti hanya pada kemampuan mengetik kode.




