Apa yang Harus Dibawa Saat Mengungsi karena Gunung Meletus?

Erupsi gunung berapi dapat terjadi ketika aktivitas vulkanik meningkat dan masyarakat di wilayah rawan harus segera berpindah ke tempat yang lebih aman. Dalam kondisi seperti ini, waktu untuk bersiap sering kali terbatas. Karena itu, mengetahui barang yang harus dibawa saat mengungsi karena gunung meletus penting agar kebutuhan dasar tetap terpenuhi tanpa membuat proses evakuasi menjadi lambat.

Tas evakuasi sebaiknya disiapkan sebelum keadaan darurat terjadi. Isinya tidak perlu terlalu banyak, tetapi harus mencakup kebutuhan yang benar-benar penting selama perjalanan dan berada di tempat pengungsian.

Dokumen Penting yang Perlu Dibawa

Dokumen pribadi termasuk barang yang perlu diamankan sebelum meninggalkan rumah. Jika memungkinkan, simpan dokumen dalam wadah atau kantong kedap air agar tidak rusak akibat hujan, abu vulkanik, atau kondisi lingkungan lainnya.

Beberapa dokumen yang dapat diprioritaskan antara lain:

  • Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Kartu Keluarga (KK)
  • Akta kelahiran
  • Buku atau kartu kesehatan
  • Dokumen pendidikan yang diperlukan
  • Surat penting lainnya
  • Uang tunai secukupnya

Dokumen tersebut sebaiknya ditempatkan dalam satu tas yang mudah diambil. Untuk dokumen yang jarang digunakan, salinan atau versi digital dapat menjadi cadangan jika tersedia.

Air Minum dan Makanan Siap Santap

Air minum menjadi salah satu kebutuhan utama selama proses evakuasi. Perjalanan menuju tempat pengungsian dapat membutuhkan waktu, sementara akses terhadap air belum tentu langsung tersedia.

Bawalah air dalam botol atau wadah yang praktis. Makanan yang dipilih sebaiknya tidak mudah basi dan dapat langsung dikonsumsi, seperti:

  • Biskuit
  • Roti
  • Makanan kaleng
  • Makanan ringan berenergi
  • Makanan khusus bayi jika diperlukan

Jumlahnya dapat disesuaikan dengan anggota keluarga dan perkiraan waktu perjalanan. Hindari membawa terlalu banyak makanan jika hal tersebut membuat tas menjadi berat.

Masker untuk Melindungi Pernapasan

Abu vulkanik dapat menyebar ke wilayah yang terdampak erupsi. Masker menjadi salah satu perlengkapan yang penting untuk membantu mengurangi paparan partikel abu saat berada di lingkungan yang berdebu.

Sediakan beberapa masker untuk setiap anggota keluarga. Jika memiliki anak, lansia, atau anggota keluarga yang membutuhkan perlengkapan khusus, kebutuhan mereka sebaiknya diprioritaskan saat menyiapkan tas evakuasi.

Selain masker, kacamata pelindung dapat dipertimbangkan untuk membantu melindungi mata dari debu dan abu vulkanik.

Pakaian dan Perlengkapan Pribadi

Pengungsi mungkin harus tinggal di tempat penampungan selama beberapa waktu. Karena itu, pakaian secukupnya perlu dimasukkan ke dalam tas.

Barang yang dapat dibawa meliputi:

  • Pakaian ganti
  • Pakaian dalam
  • Jaket atau pakaian hangat
  • Selimut tipis
  • Handuk kecil
  • Sandal atau sepatu
  • Perlengkapan mandi
  • Pembalut atau kebutuhan kebersihan pribadi

Gunakan kantong plastik atau tas kedap air untuk memisahkan pakaian agar tetap bersih dan kering.

Obat-obatan dan Perlengkapan Kesehatan

Obat pribadi tidak boleh tertinggal, terutama bagi anggota keluarga yang rutin mengonsumsi obat tertentu. Masukkan obat secukupnya ke dalam tas yang mudah dijangkau.

Kotak P3K sederhana juga dapat berisi:

  • Plester
  • Kasa
  • Cairan antiseptik
  • Obat yang biasa digunakan
  • Masker tambahan
  • Tisu
  • Hand sanitizer

Informasi mengenai obat yang dikonsumsi secara rutin juga sebaiknya disimpan agar lebih mudah disampaikan kepada petugas kesehatan jika diperlukan.

Senter, Ponsel, dan Power Bank

Gangguan listrik dapat terjadi dalam situasi bencana. Senter dapat membantu penerangan ketika proses evakuasi dilakukan pada malam hari atau ketika kondisi di sekitar tempat pengungsian kurang terang.

Beberapa perangkat yang sebaiknya disiapkan adalah:

  • Senter
  • Baterai cadangan
  • Ponsel
  • Power bank
  • Kabel pengisi daya
  • Radio portabel jika tersedia

Pastikan perangkat elektronik sudah terisi sebelum meninggalkan rumah. Informasi dari sumber resmi juga perlu dipantau untuk mengetahui perkembangan aktivitas gunung dan arahan evakuasi.

Barang Khusus untuk Bayi, Lansia, dan Anak

Kebutuhan setiap anggota keluarga tidak selalu sama. Bayi, lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak mungkin membutuhkan perlengkapan tambahan.

Untuk bayi, misalnya, orang tua dapat menyiapkan popok, susu atau makanan bayi, pakaian, serta perlengkapan kebersihan. Anak yang lebih besar dapat membawa satu atau dua barang pribadi yang membuat mereka merasa nyaman, selama tidak menambah beban secara berlebihan.

Lansia atau anggota keluarga yang memiliki kebutuhan khusus juga perlu mendapatkan prioritas dalam persiapan evakuasi. Obat, alat bantu berjalan, kacamata, atau perlengkapan lainnya sebaiknya ditempatkan pada lokasi yang mudah diambil.

Jangan Membawa Barang Terlalu Banyak

Kesalahan yang cukup umum saat melakukan evakuasi adalah mencoba membawa seluruh barang berharga. Padahal, tas yang terlalu berat dapat memperlambat perjalanan dan menyulitkan anggota keluarga.

Prioritaskan barang berdasarkan kebutuhan:

  1. Keselamatan dan kesehatan
  2. Dokumen penting
  3. Air dan makanan
  4. Obat-obatan
  5. Pakaian
  6. Peralatan komunikasi dan penerangan
  7. Kebutuhan khusus anggota keluarga

Barang yang tidak mendukung kebutuhan tersebut dapat ditinggalkan jika kondisi mengharuskan evakuasi segera.

Siapkan Tas Evakuasi Sebelum Gunung Erupsi

Tas evakuasi atau go bag sebaiknya tidak baru disiapkan ketika perintah evakuasi sudah diberikan. Menentukan barang sejak awal membuat keluarga lebih siap ketika harus meninggalkan rumah.

Tas dapat ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau, misalnya dekat pintu keluar. Setiap anggota keluarga juga perlu mengetahui lokasi tas tersebut dan memahami jalur evakuasi yang telah ditentukan.

Informasi mengenai zona rawan, jalur evakuasi, serta instruksi harus mengikuti arahan pemerintah daerah, BPBD, PVMBG, dan petugas di wilayah terdampak. Jangan kembali ke rumah hanya untuk mengambil barang yang tertinggal jika wilayah tersebut masih dinyatakan berbahaya.

Edukasi Kebencanaan untuk Generasi Muda

Pengetahuan tentang mitigasi bencana tidak hanya penting bagi masyarakat yang tinggal di sekitar gunung api. Mahasiswa juga dapat berperan dalam memahami dan menyebarkan informasi kebencanaan secara tepat kepada lingkungan sekitar.

Ma’soem University sebagai salah satu kampus swasta di Bandung memiliki lingkungan pendidikan yang dapat menjadi ruang untuk meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap berbagai persoalan masyarakat, termasuk kesiapsiagaan menghadapi bencana. Pengetahuan tersebut dapat relevan bagi mahasiswa dari berbagai bidang karena edukasi kebencanaan berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat.

Di lingkungan FKIP Ma’soem University, program studi yang tersedia adalah Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris. Mahasiswa dari kedua bidang tersebut dapat mempelajari pentingnya komunikasi dan pendampingan dalam lingkungan pendidikan, termasuk ketika menghadapi situasi yang membutuhkan kesiapsiagaan dan komunikasi yang jelas.

Kontak Ma’soem University

No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com