Apa yang Harus Dilakukan Mahasiswa Saat Gempa Terjadi di Dalam Gedung Kampus?

Gempa bumi dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa memberikan banyak waktu untuk bersiap. Ketika gempa berlangsung saat kegiatan perkuliahan, mahasiswa mungkin berada di ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, atau area gedung kampus lainnya. Situasi tersebut dapat menjadi lebih berisiko apabila mahasiswa panik, berdesakan menuju pintu keluar, atau tidak mengetahui langkah penyelamatan yang tepat.

Memahami tindakan yang harus dilakukan saat gempa di dalam gedung kampus merupakan bagian penting dari kesiapsiagaan bencana. Pengetahuan ini membantu mahasiswa melindungi diri, mengurangi risiko cedera, dan mengikuti proses evakuasi secara lebih teratur.

Tetap Tenang dan Kenali Situasi di Sekitar

Ketika guncangan mulai terasa, hal pertama yang perlu dilakukan adalah berusaha tetap tenang. Kepanikan dapat membuat seseorang mengambil keputusan secara terburu-buru, termasuk berlari menuju tangga atau pintu keluar ketika bangunan masih berguncang.

Mahasiswa sebaiknya memperhatikan kondisi sekitar tanpa langsung bergerak secara impulsif. Kenali benda-benda yang berpotensi jatuh, seperti lampu, rak buku, kaca jendela, papan, atau peralatan yang tidak terpasang secara kuat. Menjauh dari sumber bahaya tersebut dapat mengurangi kemungkinan tertimpa benda.

Apabila dosen atau petugas kampus memberikan instruksi keselamatan, mahasiswa perlu memperhatikannya selama instruksi tersebut tidak bertentangan dengan tindakan penyelamatan yang diperlukan.

Lakukan Langkah Drop, Cover, and Hold On

Saat gempa terjadi di dalam gedung, tindakan utama yang direkomendasikan adalah Drop, Cover, and Hold On. Langkah ini terdiri atas tiga tindakan sederhana yang dapat membantu melindungi tubuh dari benda jatuh.

1. Drop: Merunduk atau Berlindung Rendah

Segera merunduk menggunakan tangan dan lutut. Posisi ini membantu menjaga keseimbangan ketika lantai berguncang dan mengurangi kemungkinan terjatuh.

Jika sedang berdiri di ruang kelas, mahasiswa tidak perlu memaksakan diri untuk berjalan menuju pintu keluar. Prioritaskan perlindungan diri di tempat yang relatif aman.

2. Cover: Lindungi Kepala dan Leher

Cari meja atau furnitur kokoh yang dapat digunakan sebagai perlindungan. Berlindunglah di bawah meja tersebut, lalu lindungi kepala dan leher menggunakan kedua tangan.

Apabila tidak tersedia meja yang kokoh, lindungi kepala dan leher menggunakan lengan, tas, atau benda lain yang tersedia, sambil menjauh dari jendela, kaca, dan benda yang berpotensi jatuh.

3. Hold On: Bertahan pada Tempat Berlindung

Pegang kaki meja atau bagian meja yang kokoh selama guncangan berlangsung. Jika meja bergeser, ikuti pergerakannya agar tetap berada di bawah perlindungan.

Jangan langsung berdiri atau meninggalkan tempat berlindung hanya karena guncangan sempat melemah. Tunggu sampai guncangan berhenti dan kondisi memungkinkan untuk bergerak secara aman.

Hindari Berlari Menuju Pintu Keluar Saat Guncangan Berlangsung

Salah satu kesalahan yang sering terjadi ketika gempa adalah langsung berlari menuju pintu keluar. Padahal, saat bangunan berguncang, risiko tertimpa benda, terjatuh, atau bertabrakan dengan orang lain dapat meningkat.

Mahasiswa yang berada di ruang kelas sebaiknya tetap berlindung terlebih dahulu. Jangan menggunakan lift karena aliran listrik dapat terganggu dan sistem lift mungkin mengalami kerusakan.

Jika berada di dekat pintu, jangan menganggap area tersebut otomatis aman. Pintu keluar, koridor, dan tangga dapat menjadi lokasi yang padat ketika banyak orang mencoba menyelamatkan diri secara bersamaan.

Setelah guncangan berhenti, perhatikan instruksi evakuasi dari petugas kampus. Gunakan jalur evakuasi yang telah ditentukan apabila kondisi bangunan memungkinkan.

Tindakan Saat Berada di Berbagai Area Kampus

Lokasi mahasiswa ketika gempa terjadi dapat memengaruhi tindakan yang perlu dilakukan. Setiap area memiliki potensi bahaya yang berbeda.

Ruang Kelas

Jika sedang mengikuti perkuliahan, mahasiswa perlu segera berlindung di bawah meja yang kokoh. Jauhi jendela, lemari, dan benda yang tergantung di langit-langit. Dosen dapat membantu mengarahkan mahasiswa, tetapi setiap orang tetap perlu melakukan perlindungan diri secara cepat.

Laboratorium

Laboratorium memiliki risiko tambahan berupa bahan kimia, peralatan kaca, dan instrumen yang dapat jatuh. Mahasiswa harus menjauh dari rak bahan, tabung, serta peralatan yang tidak stabil. Jangan menyentuh bahan kimia yang tumpah atau mencoba menyelamatkan peralatan ketika gempa masih berlangsung.

Setelah guncangan berhenti, ikuti prosedur keselamatan laboratorium dan instruksi petugas. Jika terdapat kebocoran, asap, atau kebakaran, segera beri tahu pihak yang bertanggung jawab.

Perpustakaan

Rak buku yang tinggi dapat menjadi sumber bahaya ketika gempa terjadi. Mahasiswa sebaiknya menjauh dari rak dan berlindung di bawah meja yang kokoh. Hindari berdiri di dekat kaca atau tumpukan buku yang tidak stabil.

Koridor dan Tangga

Jika sedang berada di koridor, carilah area yang relatif aman dan lindungi kepala serta leher. Jangan langsung berlari ke tangga ketika guncangan masih berlangsung. Tangga dapat menjadi licin, padat, atau mengalami kerusakan.

Apabila berada di tangga saat gempa, berpeganganlah pada pegangan tangga jika memungkinkan dan berhati-hati agar tidak terjatuh. Setelah guncangan berhenti, periksa kondisi tangga sebelum menggunakannya untuk evakuasi.

Evakuasi Setelah Guncangan Berhenti

Guncangan yang berhenti bukan berarti seluruh risiko telah berakhir. Bangunan mungkin mengalami kerusakan, benda-benda dapat kembali jatuh, dan gempa susulan dapat terjadi.

Mahasiswa perlu mempersiapkan evakuasi secara tertib. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Periksa kondisi diri sendiri dan orang di sekitar.
  • Bantu teman yang membutuhkan pertolongan apabila situasi memungkinkan.
  • Ikuti jalur evakuasi resmi menuju titik kumpul.
  • Gunakan tangga darurat, bukan lift.
  • Jangan kembali ke dalam gedung sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang atau petugas yang bertanggung jawab.
  • Hindari bangunan, dinding, tiang, dan kabel listrik yang terlihat rusak.

Mahasiswa tidak perlu memaksakan diri membantu orang lain apabila tindakan tersebut dapat membahayakan keselamatan pribadi. Segera laporkan korban atau kondisi berbahaya kepada petugas kampus.

Pentingnya Mengenali Jalur Evakuasi Kampus

Kesiapsiagaan sebaiknya dilakukan sebelum bencana terjadi. Mahasiswa perlu mengetahui lokasi pintu keluar darurat, tangga evakuasi, titik kumpul, serta area yang berpotensi berbahaya di lingkungan kampus.

Informasi tersebut dapat diperoleh melalui orientasi mahasiswa, pengarahan keselamatan, simulasi bencana, atau pengumuman resmi kampus. Mengikuti simulasi evakuasi juga membantu mahasiswa memahami cara bergerak secara tertib ketika keadaan darurat berlangsung.

Sebagai salah satu kampus swasta di Bandung, Ma’soem University memiliki lingkungan pendidikan yang melibatkan kegiatan perkuliahan dan aktivitas mahasiswa di berbagai fasilitas kampus. Pengetahuan mengenai prosedur keselamatan gedung menjadi hal yang relevan bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Kesiapsiagaan bencana dapat didukung melalui pemahaman jalur evakuasi, kepatuhan terhadap arahan petugas, serta partisipasi dalam kegiatan keselamatan yang diselenggarakan kampus.

Mahasiswa dari berbagai program studi, termasuk Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris di FKIP Ma’soem University, juga perlu memiliki pengetahuan dasar mengenai tindakan penyelamatan diri. Kesiapsiagaan ini tidak hanya bermanfaat selama kegiatan akademik, tetapi juga dapat diterapkan ketika berada di gedung publik lainnya.

Jangan Mengabaikan Gempa Susulan

Setelah gempa utama berhenti, gempa susulan masih mungkin terjadi. Karena itu, mahasiswa sebaiknya tetap berada di lokasi aman yang telah ditentukan dan tidak terburu-buru kembali ke kelas untuk mengambil barang.

Hindari menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama mengenai kondisi gedung, jumlah korban, atau instruksi evakuasi. Gunakan informasi dari petugas kampus, pihak berwenang, atau sumber resmi kebencanaan.

Jika terdapat anggota keluarga atau teman yang perlu diberi kabar, sampaikan informasi secara singkat setelah berada di tempat aman dan kondisi komunikasi memungkinkan. Prioritaskan keselamatan daripada mengambil foto, merekam video, atau mengumpulkan barang pribadi.

Informasi Kontak Ma’soem University

No. WhatsApp: 085185634253

Instagram: @masoem_university

Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com