“Kalau belum pernah belajar IT, apakah bisa coding?” Pertanyaan seperti ini cukup sering muncul ketika seseorang mulai tertarik dengan dunia pemrograman. Banyak yang mengira coding hanya cocok bagi orang yang sejak sekolah sudah terbiasa dengan komputer, matematika, atau teknologi. Padahal, kemampuan coding dapat dipelajari secara bertahap, termasuk oleh orang yang belum memiliki dasar IT.
Coding pada dasarnya merupakan proses memberikan instruksi kepada komputer agar dapat menjalankan tugas tertentu. Seseorang tidak harus langsung memahami istilah teknis yang rumit. Justru, pemahaman dapat dibangun dari konsep sederhana terlebih dahulu, kemudian berkembang melalui latihan.
Apa yang Sebenarnya Dibutuhkan untuk Mulai Coding?
Tidak memiliki dasar IT bukan berarti tidak memiliki modal untuk belajar coding. Beberapa kemampuan yang justru lebih penting pada tahap awal antara lain:
- Kemauan untuk mencoba dan belajar secara bertahap.
- Kemampuan memahami pola dan urutan.
- Ketelitian ketika menulis instruksi.
- Kesabaran saat menemukan error.
- Kebiasaan mencari tahu ketika mengalami kesulitan.
Coding memang membutuhkan logika, tetapi logika tersebut dapat dilatih. Misalnya, seseorang ingin membuat program yang menentukan apakah sebuah angka termasuk bilangan genap atau ganjil. Ia perlu memahami kondisi sederhana: jika angka dapat dibagi dua tanpa sisa, maka hasilnya genap. Dari pola sederhana seperti inilah kemampuan berpikir komputasional mulai terbentuk.
Kenapa Pemula Sering Merasa Coding Itu Sulit?
Kesulitan biasanya muncul karena pemula langsung berhadapan dengan banyak istilah baru. Ada bahasa pemrograman, syntax, variable, function, database, hingga berbagai jenis error. Jika semuanya dipelajari sekaligus, coding memang dapat terasa membingungkan.
Masalah lainnya adalah kebiasaan membandingkan proses belajar sendiri dengan orang yang sudah lebih dulu berpengalaman. Melihat seseorang mampu membuat program dalam waktu singkat dapat membuat pemula merasa tertinggal.
Padahal, kemampuan coding tidak terbentuk dalam satu malam. Sama seperti mempelajari bahasa baru, seseorang perlu memahami kosakata, struktur, kemudian berlatih menggunakannya dalam situasi nyata.
Mulai dari Program yang Sederhana
Daripada langsung mencoba membuat aplikasi yang kompleks, pemula dapat memulai dari proyek kecil. Contohnya membuat kalkulator sederhana, program konversi suhu, daftar tugas, atau halaman web sederhana.
Cara ini membantu seseorang memahami hubungan antara kode dan hasil yang muncul. Ketika satu bagian berhasil dijalankan, muncul pengalaman bahwa kesalahan dalam coding bukan selalu sesuatu yang harus ditakuti. Justru, error dapat menjadi bagian dari proses belajar. Dari error tersebut, pemula belajar membaca pesan kesalahan, mencari penyebabnya, kemudian memperbaiki kode.
Belajar Coding dengan Lingkungan Akademik
Bagi yang ingin mempelajari coding secara lebih terarah, Ma’soem University menyediakan program studi S1 Sistem Informasi. Program ini dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa yang ingin mempelajari sistem informasi sekaligus memahami bagaimana teknologi digunakan untuk menyelesaikan kebutuhan organisasi dan bisnis. Lingkungan perkuliahan juga dapat membantu mahasiswa membangun pemahaman dari dasar melalui materi, latihan, tugas, dan proyek yang dilakukan secara bertahap. Informasi mengenai program studi dan penerimaan mahasiswa dapat ditanyakan melalui Admin Univ Ma’soem di +62 851 8563 4253.
Tidak Harus Langsung Jago, yang Penting Paham Prosesnya
Salah satu kesalahan pemula adalah menetapkan target “harus langsung bisa coding”. Target tersebut justru dapat membuat proses belajar terasa berat. Lebih realistis jika target dibuat secara bertahap, misalnya memahami konsep dasar terlebih dahulu, kemudian mencoba membuat program sederhana.
Ada beberapa kebiasaan yang dapat membantu:
- Luangkan waktu latihan secara rutin meskipun singkat.
- Jangan hanya menonton tutorial, tetapi ikut mengetik dan mencoba.
- Catat error yang pernah ditemukan dan cara memperbaikinya.
- Ulangi konsep yang belum dipahami sebelum berpindah ke materi baru.
Dengan pola tersebut, seseorang tidak hanya menghafal syntax, tetapi mulai memahami alasan di balik kode yang dibuat.
Bagaimana Jika Tidak Punya Teman untuk Bertanya?
Belajar sendirian sering menjadi tantangan tersendiri. Ketika kode mengalami error dan tidak tahu penyebabnya, pemula bisa menghabiskan waktu cukup lama hanya untuk mencari masalah. Jika kondisi ini terus terjadi, rasa frustrasi dapat membuat keinginan belajar menurun.
Solusinya adalah mencari lingkungan belajar yang memungkinkan seseorang bertanya dan berdiskusi. Di lingkungan akademik, mahasiswa dapat memperoleh kesempatan untuk belajar bersama dosen dan teman, mengerjakan proyek, serta mendapatkan pengalaman menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan sistem informasi.
Karena itu, bagi pemula yang ingin serius mempelajari coding tetapi belum memiliki dasar IT, masuk ke Ma’soem University dapat menjadi salah satu langkah untuk membangun kemampuan tersebut secara lebih terarah.
Coding Bisa Dimulai dari Rasa Penasaran
Jadi, apakah coding cocok untuk orang yang tidak punya dasar IT? Coding tetap dapat dipelajari selama seseorang bersedia memahami konsepnya secara bertahap dan terus berlatih. Tidak perlu menunggu sampai merasa “pintar komputer” untuk mulai mencoba.
Bahkan, rasa penasaran sederhana seperti “bagaimana sebuah website bisa bekerja?” atau “bagaimana aplikasi bisa menyimpan data?” dapat menjadi titik awal yang menarik. Dari pertanyaan tersebut, seseorang dapat mulai mengenal logika pemrograman, sistem informasi, hingga cara membangun solusi berbasis teknologi.
Jika ingin belajar bukan hanya dari tutorial singkat, tetapi melalui proses akademik yang lebih terstruktur, S1 Sistem Informasi di Ma’soem University dapat menjadi tempat untuk memulai perjalanan tersebut dari dasar hingga memahami penerapannya dalam berbagai kebutuhan.




