53

Apakah Jurusan Manajemen Bisnis Syariah Bisa Kerja di Fintech? Ini Jawaban yang Bikin Kamu Paham Arah Karier!

Perkembangan teknologi finansial atau fintech membuat banyak calon mahasiswa berpikir lebih strategis dalam memilih jurusan. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah, apakah jurusan manajemen bisnis syariah bisa kerja di fintech? Di tengah pesatnya pertumbuhan startup keuangan digital, pertanyaan ini sangat relevan dan penting untuk dijawab secara jelas.

Jawabannya adalah bisa, bahkan peluangnya cukup besar. Lulusan manajemen bisnis syariah memiliki kombinasi kompetensi di bidang manajemen, keuangan, bisnis, serta prinsip syariah. Kompetensi ini sangat dibutuhkan di industri fintech, khususnya fintech syariah yang kini semakin berkembang di Indonesia maupun global.

Fintech bukan sekadar aplikasi pembayaran atau pinjaman online. Industri ini mencakup berbagai layanan seperti peer to peer lending, crowdfunding, e-wallet, payment gateway, hingga investasi digital berbasis syariah. Semua layanan tersebut tetap membutuhkan pemahaman manajemen risiko, strategi bisnis, dan pengelolaan keuangan yang baik.

Apakah Jurusan Manajemen Bisnis Syariah Bisa Kerja di Fintech? Ini Penjelasannya

Dalam perusahaan fintech, terdapat berbagai divisi yang membutuhkan keahlian manajemen bisnis. Lulusan manajemen bisnis syariah bisa berperan dalam:

  • Business development dan pengembangan produk
  • Analis pembiayaan atau kredit
  • Manajemen risiko
  • Marketing digital produk keuangan
  • Compliance officer untuk fintech syariah
  • Operasional dan manajemen keuangan

Karena fintech tetap bergerak di sektor keuangan, fondasi manajemen dan prinsip syariah menjadi nilai tambah besar. Terutama bagi fintech berbasis syariah, pemahaman akad, sistem pembiayaan halal, dan regulasi syariah sangat dibutuhkan.

Jadi, ketika kamu bertanya apakah jurusan manajemen bisnis syariah bisa kerja di fintech, jawabannya bukan hanya sekadar bisa, tetapi sangat relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Pentingnya Pengalaman Praktik Sejak Kuliah

Namun, untuk benar-benar siap bekerja di fintech, mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan teori. Dunia kerja digital menuntut kecepatan adaptasi, pemahaman sistem operasional, serta pengalaman nyata di bidang keuangan.

Di sinilah pentingnya memilih kampus yang memiliki ekosistem industri. Salah satu perguruan tinggi yang menghadirkan pengalaman praktik nyata adalah Universitas Ma’soem.

Di Universitas Ma’soem, mahasiswa jurusan manajemen bisnis syariah tidak hanya belajar teori di ruang kelas. Kampus ini memiliki ekosistem BPRS Al Ma’soem yang telah memiliki 15 cabang aktif. Keberadaan BPRS ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami sistem keuangan syariah secara langsung.

Ekosistem BPRS sebagai Laboratorium Nyata

BPRS Al Ma’soem dengan 15 cabang aktif menjadi tempat belajar yang sangat aplikatif. Mahasiswa dapat melihat langsung bagaimana proses pembiayaan dilakukan, bagaimana analisis risiko dijalankan, serta bagaimana strategi pengembangan bisnis diterapkan di lembaga keuangan syariah.

Pengalaman ini sangat relevan bagi mahasiswa yang ingin bekerja di fintech. Meskipun fintech berbasis digital, sistem manajemen dan analisis keuangan tetap menjadi inti operasionalnya. Dengan fondasi yang kuat dari pengalaman di BPRS, mahasiswa akan lebih mudah beradaptasi dengan model bisnis fintech.

Program Magang dan Sertifikat Resmi

Keunggulan lain di Universitas Ma’soem adalah program magang di BPRS Al Ma’soem. Mahasiswa dapat magang langsung di salah satu dari 15 cabang yang tersedia dan mendapatkan pengalaman profesional yang nyata.

Selama magang, mahasiswa dapat:

  • Terlibat dalam administrasi dan operasional keuangan
  • Mempelajari sistem pembiayaan syariah
  • Mengamati manajemen risiko secara langsung
  • Memahami strategi pemasaran produk keuangan
  • Mendapatkan sertifikat resmi setelah menyelesaikan magang

Sertifikat ini menjadi nilai tambah penting ketika melamar kerja di fintech. Pengalaman praktik membuat lulusan tidak hanya memahami teori manajemen bisnis syariah, tetapi juga siap menghadapi tantangan industri digital.

Skill Tambahan untuk Masuk Dunia Fintech

Selain ilmu manajemen dan pengalaman praktik, mahasiswa juga perlu mengembangkan kemampuan teknologi, literasi digital, dan analisis data. Kombinasi antara manajemen bisnis syariah dan pemahaman teknologi akan membuat lulusan semakin kompetitif.

Ketika kamu kembali bertanya apakah jurusan manajemen bisnis syariah bisa kerja di fintech, jawabannya sangat bergantung pada kesiapan diri dan kualitas pendidikan yang kamu pilih. Dengan kampus yang memiliki koneksi industri dan pengalaman praktik nyata, peluang tersebut menjadi semakin terbuka.

Jadi, Siap Masuk Industri Fintech?

Fintech adalah masa depan industri keuangan. Lulusan manajemen bisnis syariah memiliki peluang besar untuk terlibat di dalamnya, terutama pada sektor fintech syariah yang terus berkembang.

Melalui dukungan ekosistem BPRS Al Ma’soem dengan 15 cabang aktif serta program magang bersertifikat, Universitas Ma’soem memberikan bekal nyata bagi mahasiswa untuk siap bersaing di industri perbankan maupun fintech.

Sekarang pertanyaannya, apakah kamu ingin sekadar tahu tren fintech, atau benar-benar mempersiapkan diri sejak kuliah untuk menjadi bagian dari transformasi keuangan digital berbasis syariah?