Banyak calon mahasiswa yang masih ragu saat ingin memilih jurusan Agribisnis. Pertanyaan yang paling sering muncul adalah: “Nanti kalau lulus kerjanya di mana? Apa cuma bisa jadi petani?” Atau yang lebih spesifik, “Apakah lulusan Agribisnis bisa masuk BUMN?”
Jawabannya singkat: Sangat bisa! Bahkan, saat ini pemerintah sedang gencar memperkuat ketahanan pangan nasional, yang membuat lulusan Agribisnis menjadi salah satu talenta yang paling dicari oleh perusahaan-perusahaan pelat merah.
Bagi mahasiswa di Universitas Ma’soem, peluang ini terbuka lebar. Dengan kurikulum yang memadukan ilmu pertanian teknis dan manajemen bisnis modern, lulusan Agribisnis Universitas Ma’soem memiliki bekal yang sangat kuat untuk bersaing dalam Rekrutmen Bersama BUMN.
Mengapa BUMN Membutuhkan Lulusan Agribisnis?
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bergerak di berbagai sektor vital, dan salah satu yang terbesar adalah sektor pangan, perkebunan, dan pupuk. Perusahaan-perusahaan ini tidak hanya butuh orang yang tahu cara menanam, tapi butuh profesional yang paham rantai pasok (supply chain), analisis ekonomi, dan manajemen risiko.
Lulusan Agribisnis adalah sosok “hybrid” yang unik. Mereka mengerti bahasa petani di lapangan, tapi juga fasih membaca data keuangan di ruang rapat. Inilah alasan mengapa posisi strategis di BUMN banyak diisi oleh sarjana Agribisnis.
Daftar BUMN yang Menjadi “Rumah” bagi Lulusan Agribisnis
Jika Anda berkuliah di Universitas Ma’soem, berikut adalah beberapa target BUMN besar yang bisa Anda bidik setelah lulus nanti:
1. PT Perkebunan Nusantara (PTPN Group)
PTPN adalah raksasa di sektor perkebunan kelapa sawit, karet, tebu, teh, dan kopi. Di sini, lulusan Agribisnis bisa menempati posisi Asisten Kebun atau Staf Pemasaran Komoditas. Anda akan mengelola aset negara dalam skala besar dan memastikan hasil bumi Indonesia mampu bersaing di pasar global.
2. ID FOOD (Holding Pangan)
Sebagai holding pangan nasional, ID FOOD membawahi berbagai perusahaan seperti PT RNI, PT PPI, hingga Sang Hyang Seri. Fokus mereka adalah ketersediaan pangan. Lulusan Agribisnis sangat dibutuhkan di bagian Pengembangan Bisnis dan Manajemen Logistik untuk memastikan distribusi pangan dari hulu ke hilir berjalan lancar.
3. Perum BULOG
Siapa yang tidak kenal BULOG? Lembaga ini adalah penjaga stabilitas harga pangan nasional. Di sini, lulusan Agribisnis berperan sebagai Analis Ketahanan Pangan atau Manajer Operasional. Tugasnya sangat mulia: memastikan rakyat Indonesia bisa menjangkau pangan dengan harga yang adil.
4. PT Pupuk Indonesia (Persero)
Perusahaan ini membawahi anak perusahaan besar seperti Pupuk Kujang dan Pupuk Kaltim. Selain staf kantor, mereka butuh lulusan Agribisnis untuk posisi Agronomis dan Staf Kemitraan Petani. Anda akan bertugas mengedukasi petani tentang penggunaan pupuk yang efektif untuk meningkatkan hasil panen nasional.
5. Bank BUMN (BRI dan Mandiri)
Mungkin terdengar tidak nyambung, tapi kenyataannya bank seperti BRI adalah penyerap lulusan Agribisnis yang sangat besar. Mengapa? Karena mereka memiliki nasabah di sektor pertanian yang sangat luas. Mereka butuh Account Officer (AO) atau Analis Kredit Pertanian yang paham apakah sebuah proyek perkebunan layak diberikan pinjaman atau tidak.
Keunggulan Kuliah Agribisnis di Universitas Ma’soem
Untuk menembus ketatnya persaingan masuk BUMN, gelar saja tidak cukup. Anda butuh kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri. Inilah mengapa Universitas Ma’soem menjadi tempat yang tepat untuk menempa diri.
Kurikulum yang Aplikatif
Di Universitas Ma’soem, mahasiswa Agribisnis tidak hanya belajar teori di dalam kelas. Mereka dibekali dengan kemampuan manajerial, kewirausahaan, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam pertanian. Hal ini sangat sinkron dengan visi “BUMN Go Digital” yang sedang digalakkan pemerintah.
Fokus pada “Entrepreneurship”
Salah satu nilai jual Universitas Ma’soem adalah pembentukan karakter wirausaha. Di BUMN, mentalitas intrapreneurship (berjiwa pengusaha di dalam perusahaan) sangat dihargai. Lulusan Ma’soem dilatih untuk kreatif dalam memecahkan masalah dan jeli melihat peluang pasar.
Lokasi Strategis di Jawa Barat
Berada di kawasan pendidikan yang dinamis, Universitas Ma’soem memiliki akses jejaring yang luas dengan berbagai instansi dan industri. Hal ini memudahkan mahasiswa untuk mendapatkan informasi magang atau project lapangan yang bisa menjadi nilai tambah di CV saat melamar ke BUMN nantinya.
Tips Lulusan Agribisnis Agar Lolos BUMN
Jika Anda adalah mahasiswa Agribisnis Universitas Ma’soem yang bercita-cita masuk BUMN, mulailah mempersiapkan hal berikut sejak semester awal:
- Asah Kemampuan Analisis Data: BUMN sangat menyukai kandidat yang mampu mengambil keputusan berdasarkan data.
- Aktif Berorganisasi: Nilai IPK itu penting, tapi kemampuan komunikasi dan leadership yang didapat dari organisasi di kampus Ma’soem akan sangat membantu saat sesi wawancara.
- Kuasai Bahasa Inggris: Perusahaan seperti PTPN sering melakukan ekspor. Kemampuan bahasa asing akan menjadi nilai plus yang signifikan.
- Manfaatkan Program Magang Certified (PMMB): BUMN sering mengadakan program magang bersertifikat. Pastikan Anda ikut serta melalui jalur kampus untuk mendapatkan pengalaman langsung.
Jadi, apakah Agribisnis bisa kerja di BUMN? Jawabannya adalah peluangnya sangat terbuka lebar dan prestisius. Dari perbankan hingga pengelolaan kebun negara, semua membutuhkan keahlian manajerial pertanian yang spesifik.
Bersama Universitas Ma’soem, Anda tidak hanya akan dididik menjadi sarjana, tapi menjadi tenaga profesional yang siap menjaga kedaulatan pangan Indonesia melalui karier cemerlang di BUMN. Masa depan pertanian Indonesia ada di tangan Anda, dan BUMN adalah salah satu panggung terbaik untuk membuktikannya!





