Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin banyak digunakan dalam berbagai bidang, mulai dari bisnis hingga layanan digital. Hal ini membuat calon mahasiswa sering bertanya apakah mahasiswa Sistem Informasi juga mempelajari AI selama kuliah. Jawabannya bergantung pada kurikulum masing-masing kampus, karena tidak semua program studi Sistem Informasi menjadikan AI sebagai mata kuliah wajib.
Pada kurikulum Sistem Informasi yang menjadi acuan pembahasan ini, materi utama mencakup Pengantar Sistem Informasi, Algoritma dan Pemrograman, Basis Data, Analisis Sistem, Manajemen Proyek IT, E-Business, Keamanan Informasi, dan Enterprise Architecture. Karena itu, AI bukan menjadi fokus utama kurikulum tersebut, meskipun mahasiswa tetap dapat mengenal atau mengembangkan kemampuan AI melalui materi tambahan dan proyek.
Apakah Sistem Informasi Belajar AI?
Jawabannya bisa, tetapi tergantung kurikulum kampus. Ada program studi Sistem Informasi yang memasukkan kecerdasan buatan sebagai mata kuliah atau bagian dari materi tertentu, sementara kampus lainnya tidak menjadikannya sebagai mata kuliah utama.
Hal yang perlu dipahami adalah Sistem Informasi memiliki cakupan yang cukup luas. Mahasiswa tidak hanya mempelajari satu teknologi, tetapi memahami bagaimana berbagai teknologi dapat digunakan untuk mengelola informasi dan menyelesaikan kebutuhan organisasi.
AI Bukan Fokus Utama Sistem Informasi
Jika dibandingkan dengan bidang yang secara khusus berfokus pada AI, Sistem Informasi memiliki arah pembelajaran yang lebih luas. Mahasiswa mempelajari sistem, data, analisis, teknologi, dan proses bisnis.
Karena itu, mahasiswa tidak otomatis diarahkan menjadi AI Engineer atau Machine Learning Engineer. Namun, dasar yang diperoleh dari pemrograman dan database tetap dapat menjadi bekal untuk mempelajari AI lebih lanjut.
Pemrograman Menjadi Dasar
Pemahaman pemrograman dapat membantu mahasiswa ketika ingin mempelajari AI. Dalam Sistem Informasi, mahasiswa mendapatkan dasar melalui Algoritma dan Pemrograman.
Melalui materi tersebut, mahasiswa belajar bagaimana menyusun logika dan membuat instruksi yang dapat dijalankan komputer. Kemampuan ini dapat dikembangkan lebih lanjut jika mahasiswa ingin mempelajari teknologi AI secara lebih mendalam.
Database Berkaitan dengan AI
AI juga membutuhkan data untuk dapat bekerja dalam berbagai penerapan. Karena itu, pengetahuan database menjadi salah satu kemampuan yang dapat mendukung pembelajaran AI.
Mahasiswa Sistem Informasi mempelajari bagaimana data disimpan, dikelola, dan digunakan dalam sebuah sistem. Pemahaman tersebut dapat menjadi fondasi ketika ingin mempelajari pengolahan data untuk kebutuhan AI.
AI Bisa Diterapkan dalam Sistem Informasi
Kecerdasan buatan dapat menjadi bagian dari sistem informasi ketika teknologi tersebut digunakan untuk membantu proses organisasi. Misalnya, AI dapat dimanfaatkan untuk chatbot layanan pelanggan, rekomendasi produk, klasifikasi data, atau otomatisasi pekerjaan tertentu.
Dalam konteks Sistem Informasi, mahasiswa dapat lebih banyak memikirkan bagaimana teknologi tersebut diterapkan untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Jadi, bukan hanya bagaimana model AI dibuat, tetapi juga bagaimana AI dapat menjadi bagian dari solusi sistem.
Analisis Data Mendukung AI
Kemampuan memahami data juga dapat membantu mahasiswa ketika ingin mendalami AI. Data yang tersimpan dalam sistem dapat diolah untuk menemukan pola atau menghasilkan informasi tertentu.
Karena itu, pembelajaran mengenai database dan analisis dapat menjadi bekal yang relevan. Mahasiswa yang tertarik pada AI dapat mengembangkan kemampuan tersebut melalui proyek atau pembelajaran tambahan.
Tidak Harus Sudah Bisa AI
Calon mahasiswa tidak perlu sudah memahami kecerdasan buatan sebelum masuk Sistem Informasi. Bahkan kemampuan pemrograman pun dapat dipelajari secara bertahap selama perkuliahan.
Jika AI menjadi bidang yang diminati, mahasiswa dapat mulai mempelajarinya melalui kursus, proyek mandiri, komunitas, atau materi tambahan. Perkembangan teknologi yang cepat juga membuat kemampuan belajar mandiri menjadi penting.
Bisa Mendalami AI sebagai Kompetensi Tambahan
Mahasiswa Sistem Informasi yang tertarik pada AI memiliki kesempatan untuk mengembangkan bidang tersebut lebih jauh. Mereka dapat membuat proyek sederhana yang memanfaatkan teknologi AI sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan.
Misalnya, mahasiswa dapat mengembangkan chatbot sederhana, sistem rekomendasi, atau fitur otomatisasi tertentu. Pengalaman seperti ini dapat menjadi portofolio tambahan ketika nantinya ingin berkarier di bidang teknologi.
Prospek Karier Tidak Hanya AI
Meskipun tertarik dengan AI, mahasiswa Sistem Informasi tetap memiliki banyak pilihan karier. Lulusan dapat bekerja sebagai System Analyst, Business Analyst, IT Consultant, Database Administrator, IT Project Manager, Programmer, atau Software Developer.
Jika kemampuan AI dikembangkan secara serius, lulusan juga dapat mengarahkan karier ke bidang yang berkaitan dengan data dan AI, tergantung kompetensi yang berhasil dibangun. Artinya, AI dapat menjadi salah satu spesialisasi tambahan, bukan satu-satunya pilihan.
Pembelajaran Sistem Informasi di Ma’soem University
Di Ma’soem University, kurikulum Sistem Informasi berfokus pada Pengantar Sistem Informasi, Algoritma dan Pemrograman, Matematika Diskrit, Basis Data, Analisis Sistem, Analisis dan Perancangan Sistem Informasi, Manajemen Proyek IT, E-Business, Keamanan Informasi, dan Enterprise Architecture. Dalam struktur tersebut, AI tidak menjadi fokus utama yang berdiri sendiri, tetapi mahasiswa memiliki dasar pemrograman, data, dan sistem yang dapat dikembangkan untuk mempelajari teknologi AI lebih lanjut.
Jadi, mahasiswa Sistem Informasi bisa mempelajari kecerdasan buatan, tetapi keberadaan dan kedalamannya bergantung pada kurikulum masing-masing kampus. Pada kurikulum yang menjadi acuan di sini, AI bukan fokus utama, sedangkan pemrograman, database, analisis sistem, dan penerapan teknologi dalam organisasi menjadi materi yang lebih dominan. Bagi mahasiswa yang tertarik AI, dasar-dasar tersebut tetap dapat menjadi bekal untuk mengembangkan kompetensi AI melalui pembelajaran dan proyek tambahan.




