56

Apakah Perbankan Syariah Harus Hafal Fiqih? Jangan Salah Paham Sebelum Daftar!

Banyak calon mahasiswa masih ragu ketika ingin memilih jurusan perbankan syariah. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah, apakah perbankan syariah harus hafal fiqih? Pertanyaan ini wajar, terutama bagi mereka yang merasa tidak memiliki latar belakang pendidikan agama yang kuat.

Jawabannya sederhana, tidak harus hafal fiqih secara mendalam seperti santri di pesantren. Jurusan perbankan syariah memang mempelajari dasar-dasar fiqih muamalah, tetapi fokus utamanya tetap pada sistem keuangan, manajemen perbankan, dan operasional lembaga keuangan syariah.

Banyak orang mengira bahwa kuliah di perbankan syariah berarti harus menghafal kitab-kitab fiqih. Padahal, yang dipelajari adalah prinsip dasar transaksi sesuai syariah, seperti larangan riba, gharar, dan maysir, serta pemahaman akad seperti murabahah, mudharabah, musyarakah, dan ijarah.

Apakah Perbankan Syariah Harus Hafal Fiqih untuk Bisa Lulus?

Dalam praktiknya, mahasiswa tidak dituntut untuk menghafal dalil panjang atau kitab klasik. Yang lebih penting adalah memahami konsep dan mampu menerapkannya dalam sistem keuangan modern. Fiqih muamalah menjadi landasan etis dan hukum dalam operasional perbankan syariah.

Mahasiswa akan belajar:

  • Prinsip dasar fiqih muamalah
  • Jenis-jenis akad dalam transaksi syariah
  • Regulasi dan fatwa terkait perbankan syariah
  • Sistem operasional bank syariah
  • Manajemen risiko dan analisis pembiayaan

Jadi, ketika kamu bertanya apakah perbankan syariah harus hafal fiqih, jawabannya adalah cukup memahami, bukan menghafal secara detail seperti ahli agama.

Perbankan Syariah Lebih Banyak Praktik Keuangan

Jurusan ini tetap berbasis ilmu manajemen dan keuangan. Mahasiswa akan belajar akuntansi syariah, analisis laporan keuangan, manajemen risiko, hingga strategi pemasaran produk perbankan syariah.

Jika memilih kampus dengan ekosistem industri yang kuat, pembelajaran akan lebih aplikatif. Salah satu kampus yang memiliki keunggulan tersebut adalah Universitas Ma’soem.

Di Universitas Ma’soem, mahasiswa tidak hanya belajar teori tentang akad dan prinsip syariah di kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung melalui ekosistem BPRS Al Ma’soem yang memiliki 15 cabang aktif.

Belajar Langsung di Ekosistem BPRS

Keberadaan BPRS Al Ma’soem menjadi nilai tambah besar. Mahasiswa dapat melihat bagaimana prinsip fiqih diterapkan dalam sistem pembiayaan nyata. Mereka belajar bahwa pemahaman fiqih digunakan sebagai dasar kebijakan, bukan sekadar hafalan teori.

Dengan 15 cabang aktif, mahasiswa memiliki kesempatan untuk memahami operasional perbankan syariah secara langsung. Dari proses analisis pembiayaan, pelayanan nasabah, hingga manajemen risiko, semuanya dijalankan berdasarkan prinsip syariah yang sudah diformulasikan dalam sistem kerja profesional.

Pengalaman ini menjawab keraguan tentang apakah perbankan syariah harus hafal fiqih. Faktanya, yang dibutuhkan adalah pemahaman konsep dan kemampuan menerapkannya dalam dunia kerja.

Program Magang dan Sertifikat Resmi

Keunggulan lain di Universitas Ma’soem adalah adanya program magang di BPRS Al Ma’soem. Mahasiswa dapat magang di salah satu dari 15 cabang dan merasakan langsung dunia kerja perbankan syariah.

Selama magang, mahasiswa akan:

  • Mengamati penerapan akad dalam pembiayaan
  • Memahami administrasi dan pencatatan transaksi
  • Belajar analisis kelayakan pembiayaan
  • Melihat manajemen risiko berbasis prinsip syariah
  • Mendapatkan sertifikat resmi setelah menyelesaikan program

Sertifikat ini menjadi nilai tambah penting ketika melamar pekerjaan setelah lulus.

Fiqih sebagai Fondasi, Bukan Beban

Perlu dipahami bahwa fiqih dalam perbankan syariah berfungsi sebagai fondasi etika dan hukum. Mahasiswa tidak dituntut menjadi ustaz atau ahli fiqih, tetapi menjadi profesional yang memahami batasan dan prinsip dalam transaksi keuangan.

Dengan pendekatan pembelajaran yang seimbang antara teori dan praktik, mahasiswa akan lebih mudah memahami materi tanpa merasa terbebani oleh hafalan.

Jadi, Masih Takut dengan Fiqih?

Jika kamu masih bertanya apakah perbankan syariah harus hafal fiqih, sekarang kamu sudah tahu jawabannya. Yang dibutuhkan adalah pemahaman konsep dan kesiapan belajar, bukan hafalan mendalam seperti di bangku pesantren.

Melalui dukungan ekosistem BPRS Al Ma’soem dengan 15 cabang aktif serta program magang bersertifikat, Universitas Ma’soem memberikan pengalaman belajar yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri.

Sekarang pertanyaannya, apakah kamu akan tetap ragu karena mitos harus hafal fiqih, atau siap mengambil peluang di dunia perbankan syariah dengan pemahaman yang tepat dan pengalaman nyata sejak kuliah?