Bagi calon mahasiswa yang tertarik pada dunia makanan dan minuman, salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah, apakah Jurusan Teknologi Pangan banyak hitungan?
Jawabannya, Teknologi Pangan memang memiliki materi yang melibatkan perhitungan, tetapi bukan berarti seluruh kegiatan kuliahnya berisi rumus dan soal matematika.
Perhitungan digunakan sebagai alat untuk memahami proses pengolahan, menganalisis hasil pengujian, mengolah data, menentukan komposisi bahan, serta mengevaluasi kualitas produk. Di sisi lain, mahasiswa juga mempelajari Kimia, Biologi, Mikrobiologi, karakteristik bahan pangan, teknologi pengolahan, keamanan pangan, pengendalian mutu, pengemasan, dan pengembangan produk.
Jadi, Teknologi Pangan merupakan jurusan yang memadukan sains, teknologi, praktikum, analisis, dan perhitungan. Porsi hitungan tetap ada, tetapi pembelajarannya tidak hanya berfokus pada Matematika.
Mata Kuliah Teknologi Pangan yang Berkaitan dengan Hitungan
Dalam kurikulum S1 Teknologi Pangan Ma’soem University, terdapat beberapa mata kuliah yang menggunakan konsep Matematika, Statistika, Fisika, dan perhitungan teknik.
Pada semester awal, mahasiswa mempelajari Matematika, Kalkulus, dan Fisika Dasar. Mata kuliah tersebut menjadi bagian dari dasar pembelajaran sebelum mahasiswa mempelajari materi pangan yang lebih spesifik.
Selanjutnya, mahasiswa juga mempelajari Statistika Dasar, Perancangan Percobaan, dan Riset Operasional. Materi tersebut berkaitan dengan pengolahan data, analisis hasil, serta pemahaman hubungan antara berbagai faktor dalam suatu percobaan atau proses.
Dalam bidang keteknikan, terdapat mata kuliah seperti Satuan Operasi, Rekayasa Pangan, Keteknikan Pengolahan Pangan, serta Mesin dan Peralatan. Materi tersebut dapat melibatkan perhitungan untuk memahami proses dan penggunaan teknologi dalam pengolahan pangan.
Artinya, mahasiswa memang akan bertemu dengan angka, rumus, data, dan perhitungan. Namun, penggunaannya berkaitan dengan kebutuhan pembelajaran di bidang pangan.
Hitungan dalam Teknologi Pangan Tidak Selalu Seperti Matematika Murni
Perhitungan dalam Teknologi Pangan biasanya memiliki hubungan dengan bahan, proses, atau produk.
Mahasiswa tidak hanya mengerjakan rumus tanpa mengetahui penerapannya. Perhitungan dapat digunakan untuk menjawab persoalan yang berkaitan dengan pengolahan dan analisis pangan.
Misalnya, mahasiswa dapat mempelajari cara menghitung:
- komposisi atau persentase bahan;
- konsentrasi suatu larutan;
- kebutuhan bahan dalam formulasi produk;
- hasil atau rendemen pengolahan;
- perubahan berat bahan selama proses;
- kadar komponen tertentu;
- hasil pengukuran kualitas;
- nilai rata-rata dan variasi data;
- hubungan antara perlakuan dan hasil percobaan;
- kebutuhan proses dalam pengolahan.
Dalam beberapa kegiatan, perhitungan dilakukan setelah mahasiswa memperoleh data dari praktikum. Data tersebut kemudian diolah untuk mengetahui hasil dan menarik kesimpulan.
Karena itu, kemampuan berhitung tidak dipelajari secara terpisah. Mahasiswa menggunakannya untuk memahami proses yang terjadi pada bahan pangan.
Contoh Hitungan Sederhana dalam Pengolahan Pangan
Misalnya, suatu formulasi produk membutuhkan total bahan sebanyak 1 kilogram. Jika salah satu bahan digunakan sebanyak 20 persen, mahasiswa dapat menghitung jumlah bahan yang diperlukan.
Perhitungannya:
20 persen × 1.000 gram = 200 gram
Artinya, bahan tersebut dibutuhkan sebanyak 200 gram.
Contoh lain adalah menghitung perubahan berat bahan setelah proses pengolahan. Jika berat awal suatu bahan 1.000 gram dan setelah proses menjadi 750 gram, mahasiswa dapat menghitung jumlah berat yang berkurang.
1.000 gram − 750 gram = 250 gram
Perhitungan seperti ini dapat digunakan untuk memahami perubahan yang terjadi selama proses.
Dalam pembelajaran yang lebih lanjut, perhitungan dapat menjadi lebih kompleks karena melibatkan beberapa variabel, data percobaan, atau prinsip keteknikan.
Statistika Juga Digunakan dalam Teknologi Pangan
Statistika menjadi salah satu bagian penting karena mahasiswa perlu mengolah dan memahami data.
Dalam kegiatan praktikum atau penelitian, mahasiswa dapat memperoleh banyak hasil pengukuran. Data tersebut perlu dianalisis agar dapat digunakan untuk menjelaskan hasil percobaan.
Sebagai contoh, mahasiswa dapat membandingkan beberapa formulasi produk untuk mengetahui apakah perubahan komposisi bahan memberikan pengaruh terhadap tekstur, rasa, warna, atau karakter lainnya.
Hasil pengujian tidak cukup hanya dilihat secara sekilas. Mahasiswa perlu mengolah data untuk memahami pola dan hubungan yang muncul.
Dalam kurikulum S1 Teknologi Pangan Ma’soem University, pembelajaran terkait data mencakup Statistika Dasar dan Perancangan Percobaan.
Materi tersebut membantu mahasiswa memahami cara menyusun percobaan, mengolah hasil, serta menarik kesimpulan berdasarkan data.
Apakah Teknologi Pangan Banyak Menggunakan Kalkulus?
Teknologi Pangan mempelajari Kalkulus sebagai salah satu mata kuliah dasar.
Namun, Kalkulus bukan satu-satunya fokus pembelajaran selama kuliah. Materi tersebut menjadi bagian dari dasar untuk memahami konsep dan perhitungan yang dapat digunakan dalam bidang sains maupun keteknikan.
Setelah mempelajari mata kuliah dasar, mahasiswa akan melanjutkan pembelajaran ke bidang yang lebih spesifik, seperti Kimia Pangan, Mikrobiologi Pangan, Analisis Pangan, teknologi pengolahan, keamanan pangan, pengendalian mutu, dan pengembangan produk.
Karena itu, calon mahasiswa tidak perlu membayangkan bahwa seluruh semester akan dipenuhi dengan soal Kalkulus.
Perhitungan tetap digunakan, tetapi akan diterapkan sesuai dengan materi yang sedang dipelajari.
Apakah Ada Fisika dalam Teknologi Pangan?
Ada.
Fisika membantu mahasiswa memahami berbagai prinsip yang berkaitan dengan proses pengolahan, seperti panas, energi, aliran, serta penggunaan peralatan.
Konsep tersebut dapat diterapkan ketika mempelajari proses pemanasan, pendinginan, pengeringan, pencampuran, atau penggunaan mesin dalam pengolahan pangan.
Dalam kurikulum S1 Teknologi Pangan Ma’soem University terdapat mata kuliah Fisika Dasar, Satuan Operasi, Mesin dan Peralatan, Rekayasa Pangan, serta Keteknikan Pengolahan Pangan.
Namun, pembahasan Fisika diarahkan pada penerapannya dalam proses pengolahan pangan.
Misalnya, mahasiswa dapat mempelajari bagaimana panas digunakan dalam suatu proses atau bagaimana peralatan membantu mengolah bahan dengan kondisi tertentu.
Apakah Hitungannya Lebih Banyak daripada Teknologi Pangan atau Teknik Kimia?
Jika dibandingkan secara umum, Teknik Kimia biasanya memiliki porsi perhitungan teknik, Matematika, dan Fisika yang lebih besar serta lebih mendalam.
Teknik Kimia banyak mempelajari neraca massa dan energi, termodinamika, perpindahan panas, perpindahan massa, mekanika fluida, kinetika reaksi, operasi pemisahan, serta perancangan proses.
Sementara itu, Teknologi Pangan juga mempelajari beberapa konsep keteknikan, tetapi penerapannya lebih diarahkan pada bahan dan proses pengolahan pangan.
Teknologi Pangan memiliki porsi yang lebih besar pada karakteristik bahan, Kimia Pangan, Mikrobiologi, pengolahan produk, kualitas, keamanan, pengemasan, penyimpanan, dan pengembangan produk.
Jadi, jika sangat menyukai perhitungan teknik dan sistem industri, Teknik Kimia mungkin lebih sesuai. Namun, jika tertarik pada makanan, sains, proses pengolahan, kualitas, dan inovasi produk, Teknologi Pangan dapat menjadi pilihan yang relevan.
Apakah Anak yang Tidak Jago Matematika Bisa Masuk Teknologi Pangan?
Bisa.
Tidak semua mahasiswa Teknologi Pangan memiliki kemampuan Matematika yang sama. Ada yang lebih menyukai Kimia, Biologi, praktikum, pengembangan produk, atau analisis kualitas.
Kemampuan Matematika yang belum kuat tidak otomatis berarti seseorang tidak cocok masuk Teknologi Pangan.
Namun, mahasiswa tetap perlu siap mempelajari materi yang menggunakan perhitungan. Sikap terbuka untuk belajar dan kebiasaan berlatih akan sangat membantu.
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan diri antara lain:
- mengulang operasi hitung dasar;
- memahami persentase dan perbandingan;
- mempelajari konsep satuan dan konversi;
- berlatih menghitung konsentrasi;
- memahami dasar aljabar;
- membiasakan diri membaca data dan grafik;
- mempelajari dasar Statistika.
Kemampuan tersebut dapat membantu mahasiswa mengikuti materi yang berkaitan dengan perhitungan.
Apakah Teknologi Pangan Lebih Banyak Praktikum daripada Hitungan?
Teknologi Pangan memiliki kombinasi pembelajaran teori, praktikum, analisis, dan perhitungan.
Mahasiswa dapat melakukan kegiatan pengolahan bahan, pengujian produk, pengamatan perubahan, analisis kualitas, pengujian sensori, serta evaluasi hasil.
Dalam praktikum, perhitungan sering digunakan untuk mendukung kegiatan.
Misalnya, mahasiswa dapat menghitung jumlah bahan sebelum pengolahan, mencatat hasil pengukuran, mengolah data setelah praktikum, atau membandingkan hasil dari beberapa perlakuan.
Jadi, praktikum dan perhitungan sering saling berkaitan.
Mahasiswa tidak hanya membuat produk atau melakukan pengujian, tetapi juga perlu memahami data yang diperoleh.
Teknologi Pangan Cocok untuk Siswa yang Menyukai Sains dan Praktik
Teknologi Pangan dapat menjadi pilihan bagi siswa yang menyukai kombinasi antara ilmu pengetahuan dan kegiatan aplikatif.
Mahasiswa dapat mempelajari bagaimana bahan berubah selama pengolahan, bagaimana produk dikembangkan, bagaimana kualitas diuji, serta bagaimana keamanan pangan dikendalikan.
Pembelajaran juga dapat melibatkan penggunaan data dan perhitungan untuk memahami hasil secara lebih objektif.
Karena itu, jurusan ini dapat cocok bagi siswa yang tertarik pada:
- makanan dan minuman;
- Kimia dan Biologi;
- eksperimen serta praktikum;
- pengolahan produk;
- analisis kualitas;
- keamanan pangan;
- teknologi produksi;
- inovasi makanan;
- pengembangan produk.
Jadi, Apakah Teknologi Pangan Banyak Hitungan?
Teknologi Pangan memiliki materi yang melibatkan hitungan, tetapi bukan jurusan yang seluruh pembelajarannya berisi Matematika dan rumus.
Mahasiswa mempelajari Matematika, Kalkulus, Statistika, Fisika, serta beberapa perhitungan yang berkaitan dengan proses dan keteknikan.
Perhitungan digunakan untuk memahami formulasi bahan, konsentrasi, hasil pengolahan, data praktikum, kualitas produk, serta proses pengolahan pangan.
Di sisi lain, mahasiswa juga mempelajari Kimia Pangan, Mikrobiologi, Biokimia, teknologi pengolahan, keamanan pangan, pengendalian mutu, pengemasan, penyimpanan, dan pengembangan produk.
Di S1 Teknologi Pangan Ma’soem University, pembelajaran memadukan ilmu dasar, teknologi, praktikum, analisis, dan penerapan dalam bidang pangan.
Jadi, jika kemampuan Matematika masih belum terlalu kuat, hal tersebut tidak harus menjadi alasan untuk langsung mengurungkan pilihan. Yang penting adalah siap belajar, berlatih secara bertahap, dan memahami bahwa perhitungan menjadi salah satu alat untuk mempelajari proses pangan.





