Belajar TOEFL untuk pertama kali bisa terasa cukup sulit, terutama bagi pemula yang masih belum percaya diri dalam memahami grammar bahasa Inggris. Banyak peserta merasa kesulitan ketika berhadapan dengan soal structure, menentukan bentuk kata kerja, atau memahami hubungan antarkalimat. Kondisi tersebut sebenarnya dapat diatasi melalui latihan yang dilakukan secara bertahap dan konsisten.
Saat ini, tersedia berbagai aplikasi belajar TOEFL yang dapat membantu pengguna berlatih grammar, vocabulary, listening, reading, hingga structure. Penggunaan aplikasi juga memungkinkan latihan dilakukan secara fleksibel tanpa harus selalu mengikuti kelas tatap muka. Bagi pemula, memilih aplikasi yang sesuai menjadi langkah penting agar proses belajar tidak terasa terlalu berat.
Mengapa Grammar Penting dalam Tes TOEFL?
Grammar menjadi salah satu kemampuan dasar yang perlu dikuasai ketika mempersiapkan TOEFL. Pemahaman grammar membantu peserta mengenali struktur kalimat dan memilih jawaban yang tepat pada bagian structure and written expression.
Beberapa materi grammar yang sering perlu dipelajari oleh pemula antara lain:
- Subject dan verb dalam kalimat.
- Penggunaan tenses.
- Auxiliary verbs.
- Passive voice.
- Subject-verb agreement.
- Modal verbs.
- Conjunction dan clause.
- Gerund dan infinitive.
- Adjective dan adverb.
Pemula tidak harus langsung menguasai seluruh materi tersebut. Pembelajaran dapat dimulai dari konsep paling dasar, kemudian dilanjutkan ke materi yang lebih kompleks setelah pemahaman sebelumnya cukup kuat.
Jenis Aplikasi Belajar TOEFL yang Cocok untuk Pemula
Tidak semua aplikasi belajar bahasa Inggris memiliki fungsi yang sama. Ada aplikasi yang lebih berfokus pada vocabulary, sementara aplikasi lainnya menyediakan latihan grammar, listening, atau simulasi TOEFL.
Bagi pengguna yang masih lemah grammar, aplikasi yang menyediakan penjelasan materi dan latihan soal akan lebih membantu dibandingkan aplikasi yang hanya memberikan kumpulan soal.
Beberapa fitur yang dapat dipertimbangkan ketika memilih aplikasi belajar TOEFL adalah:
1. Materi Grammar Dasar
Pilih aplikasi yang menyediakan materi grammar secara bertahap. Penjelasan mengenai tenses, parts of speech, subject-verb agreement, dan struktur kalimat sebaiknya tersedia sebelum pengguna mengerjakan soal yang lebih sulit.
Fitur ini penting karena pemula membutuhkan pemahaman konsep, bukan hanya menghafalkan jawaban.
2. Latihan Structure
Latihan structure dapat membantu pengguna terbiasa mengenali pola kalimat yang sering muncul dalam soal TOEFL. Setelah menjawab soal, pengguna sebaiknya tidak hanya melihat benar atau salah, tetapi juga memahami alasan di balik jawaban tersebut.
Misalnya, ketika jawaban berkaitan dengan subject-verb agreement, pelajar perlu mengetahui mengapa sebuah subject membutuhkan bentuk verb tertentu.
3. Vocabulary Builder
Grammar saja belum cukup untuk menghadapi TOEFL. Penguasaan vocabulary juga berperan dalam reading dan listening. Aplikasi yang memiliki fitur latihan kosakata dapat digunakan untuk menambah kata baru secara rutin.
Pemula dapat membuat target sederhana, misalnya mempelajari beberapa kosakata baru setiap hari dan menggunakannya kembali dalam kalimat.
4. Listening Practice
Listening sering menjadi bagian yang menantang karena peserta harus memahami bahasa Inggris dalam waktu singkat. Aplikasi yang menyediakan audio dan latihan listening dapat membantu pengguna membiasakan diri mendengarkan percakapan atau informasi dalam bahasa Inggris.
Latihan sebaiknya dilakukan secara bertahap. Tidak perlu langsung menggunakan materi yang terlalu cepat atau kompleks.
5. Simulasi TOEFL
Setelah memahami materi dasar, pemula dapat mencoba simulasi TOEFL. Fitur ini membantu pengguna mengenali bentuk soal dan mengetahui bagian mana yang masih membutuhkan latihan.
Hasil latihan juga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk menentukan materi yang perlu dipelajari kembali.
Cara Menggunakan Aplikasi TOEFL agar Tidak Mudah Bosan
Memiliki aplikasi belajar TOEFL tidak otomatis membuat kemampuan meningkat. Konsistensi dalam menggunakannya tetap menjadi faktor penting. Pemula dapat membuat jadwal latihan yang realistis daripada belajar dalam waktu lama tetapi hanya sesekali.
Contohnya, waktu belajar dapat dibagi seperti berikut:
- Senin: grammar dasar.
- Selasa: vocabulary.
- Rabu: structure.
- Kamis: listening.
- Jumat: reading.
- Sabtu: latihan campuran.
- Minggu: evaluasi kesalahan.
Pola tersebut tidak harus diikuti secara kaku. Hal yang lebih penting adalah adanya rutinitas belajar dan evaluasi terhadap kesalahan yang sering muncul.
Jangan Hanya Menghafalkan Jawaban TOEFL
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah terlalu fokus menghafalkan jawaban dari latihan soal. Cara tersebut mungkin membantu untuk mengenali beberapa pola, tetapi tidak cukup untuk membangun kemampuan bahasa Inggris secara menyeluruh.
Ketika menemukan soal yang salah, catat jenis kesalahannya. Misalnya, kesalahan terjadi karena tidak memahami penggunaan present perfect atau karena tidak dapat membedakan adjective dan adverb.
Catatan tersebut dapat menjadi daftar materi yang perlu dipelajari kembali. Proses ini membuat latihan aplikasi menjadi lebih terarah.
Kombinasikan Aplikasi dan Sumber Belajar Lain
Aplikasi dapat menjadi media latihan yang praktis, tetapi pemula tetap dapat menggunakan sumber belajar lain. Buku grammar, video pembelajaran, latihan listening, atau diskusi bersama teman dapat melengkapi proses belajar.
Bagi mahasiswa, kemampuan bahasa Inggris juga dapat dikembangkan melalui lingkungan akademik. Ma’soem University, misalnya, merupakan salah satu kampus swasta yang memiliki bidang pendidikan yang relevan bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan kemampuan bahasa Inggris.
Di lingkungan FKIP Ma’soem University, terdapat dua program studi, yaitu Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris. Bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, kemampuan grammar, vocabulary, pronunciation, listening, reading, dan keterampilan bahasa lainnya dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan kompetensi akademik.
Persiapan TOEFL juga dapat menjadi latihan tambahan bagi mahasiswa yang ingin membiasakan diri menggunakan bahasa Inggris secara lebih terstruktur.
Tips Memilih Aplikasi Belajar TOEFL untuk Pemula
Sebelum menggunakan aplikasi tertentu, perhatikan kebutuhan belajar terlebih dahulu. Aplikasi yang tepat bukan selalu yang memiliki fitur paling banyak, tetapi yang sesuai dengan kemampuan pengguna.
Beberapa hal yang dapat dipertimbangkan:
- Tersedia materi grammar dasar agar pemula dapat memahami konsep sebelum mengerjakan soal.
- Memiliki pembahasan jawaban sehingga kesalahan dapat dipelajari kembali.
- Menyediakan latihan bertingkat dari mudah menuju lebih sulit.
- Memiliki latihan listening dan reading untuk mengembangkan kemampuan secara lebih seimbang.
- Menyediakan evaluasi hasil latihan agar perkembangan dapat dipantau.
- Mudah digunakan secara rutin sehingga kegiatan belajar dapat menjadi kebiasaan.
Grammar Lemah Bukan Berarti Tidak Bisa Belajar TOEFL
Kemampuan grammar yang masih rendah bukan alasan untuk menghindari persiapan TOEFL. Justru kondisi tersebut dapat menjadi titik awal untuk menyusun strategi belajar yang lebih terarah.
Mulailah dari materi grammar yang paling dasar, lanjutkan ke latihan structure, kemudian tambahkan vocabulary, reading, dan listening secara bertahap. Aplikasi belajar TOEFL dapat digunakan sebagai sarana latihan harian, sedangkan sumber belajar lain dapat membantu memperjelas materi yang belum dipahami.
Kemajuan tidak selalu terlihat dari meningkatnya skor dalam waktu singkat. Kemampuan mengenali kesalahan grammar, memahami pola kalimat, dan menjawab soal secara lebih percaya diri juga merupakan perkembangan yang penting selama proses belajar.
Informasi Ma’soem University
No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




