Bagi mahasiswa Fakultas Teknik, khususnya di jurusan Teknik Informatika, ijazah saja kini tidak lagi cukup untuk menembus ketatnya persaingan industri teknologi. Para perekrut di perusahaan rintisan (startup) maupun korporasi besar lebih tertarik melihat apa yang bisa Anda bangun daripada sekadar deretan nilai di transkrip akademik. Di sinilah peran portofolio menjadi sangat krusial.
Banyak mahasiswa di Universitas Ma’soem yang merasa bahwa portofolio hanya bisa dibuat setelah memiliki pengalaman kerja formal. Padahal, masa perkuliahan adalah laboratorium terbaik untuk mencicil “pameran karya” digital Anda. Portofolio adalah bukti nyata bahwa Anda memiliki kemampuan problem solving yang teruji.
1. Manfaatkan Proyek Tugas Akhir Semester
Setiap semester di Universitas Ma’soem, Anda pasti dihadapkan pada tugas-tugas praktikum. Jangan biarkan kode pemrograman atau rancangan sistem tersebut berakhir di tempat sampah digital laptop Anda.
Untuk Mahasiswa TI: Rapikan kode dari tugas pemrograman web atau basis data, tambahkan dokumentasi yang jelas, lalu unggah ke GitHub.
Untuk Mahasiswa Teknik Industri: Jika Anda membuat simulasi optimasi rantai pasok atau desain tata letak pabrik menggunakan perangkat lunak tertentu, dokumentasikan prosesnya dalam bentuk studi kasus.
2. Kolaborasi Lintas Jurusan di Fakultas Teknik
Salah satu keunggulan kuliah di Universitas Ma’soem adalah kesempatan berinteraksi dengan rekan dari jurusan lain. Cobalah berkolaborasi antara mahasiswa Teknik Informatika dan Teknik Industri. Misalnya, membangun sistem monitoring produksi berbasis IoT (Internet of Things). Mahasiswa Industri merancang alur efisensinya, sementara mahasiswa Informatika membangun perangkat lunak dan dashboard datanya. Proyek kolaborasi seperti ini memiliki nilai jual yang sangat tinggi karena menunjukkan kemampuan kerja tim (teamwork) di dunia nyata.
3. Kontribusi pada Proyek Open Source
Jangan takut untuk mulai melihat-lihat proyek di GitHub yang bersifat terbuka (open source). Memperbaiki bug kecil atau menambahkan fitur sederhana pada proyek orang lain menunjukkan bahwa Anda bisa membaca kode orang lain sebuah keahlian yang sangat dihargai di industri. Ini akan memberikan nilai prestisius pada portofolio Anda karena nama Anda akan tercatat sebagai kontributor global.
4. Bangun Personal Brand melalui Blog Teknis
Portofolio tidak selalu berisi deretan kode yang rumit. Anda bisa mulai menulis artikel pendek tentang tantangan yang Anda hadapi saat belajar bahasa pemrograman tertentu di Universitas Ma’soem. Menjelaskan konsep teknis dengan bahasa yang mudah dipahami menunjukkan bahwa Anda memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Gunakan platform seperti Medium atau buatlah website pribadi menggunakan teknologi yang sedang Anda pelajari, seperti React atau Next.js.
5. Ikuti Program Magang dan Sertifikasi
Gunakan waktu libur semester untuk mengambil program magang atau sertifikasi profesional. Universitas Ma’soem seringkali memfasilitasi mahasiswanya dengan informasi-informasi terkait pengembangan karier. Sertifikat dari platform global seperti Google, AWS, atau Cisco yang dibarengi dengan proyek nyata akan membuat portofolio Anda terlihat jauh lebih menonjol dibandingkan kandidat lainnya.
Membangun portofolio yang memukau adalah investasi jangka panjang yang harus dimulai sedini mungkin. Setiap baris kode yang Anda tulis, setiap sistem yang Anda optimasi, dan setiap kegagalan yang Anda dokumentasikan di laboratorium Universitas Ma’soem adalah kepingan puzzle yang akan membentuk profil profesional Anda di masa depan.
Jangan menunggu hingga semester akhir untuk mulai menyusunnya. Mulailah dari proyek kecil hari ini, konsistenlah dalam mendokumentasikan proses belajar Anda, dan tunjukkan pada dunia solusi apa yang bisa Anda tawarkan. Ingatlah bahwa di dunia teknik, karya Anda berbicara jauh lebih keras daripada sekadar kata-kata di atas kertas resume. Selamat berkarya dan jadilah arsitek masa depan digital yang membanggakan!





