Bagaimana Cara Membuat Website Untuk Pemula? Begini Dia Caranya, Yuk Simak!

Website kini menjadi salah satu media yang banyak digunakan untuk menyampaikan informasi, memperkenalkan bisnis, menjual produk, hingga membangun portofolio. Namun, bagi pemula, membuat website sering terasa rumit karena ada banyak istilah seperti domain, hosting, HTML, CSS, hingga database. Sebenarnya, proses membuat website dapat dipelajari secara bertahap. Kuncinya bukan langsung menguasai semuanya, melainkan memahami fungsi setiap bagian dan menentukan kebutuhan website sejak awal.

Mulai dari Menentukan Website yang Ingin Dibuat

Sebelum membuka aplikasi coding atau memilih platform, tentukan terlebih dahulu tujuan website. Jangan sampai sudah sibuk membuat tampilan, tetapi belum tahu siapa yang akan menggunakan website tersebut.

Misalnya, kebutuhan website dapat berupa:

  • Website toko online untuk menampilkan dan menjual produk.
  • Website portofolio untuk memperkenalkan kemampuan.
  • Website perusahaan untuk menyampaikan informasi bisnis.
  • Website organisasi untuk membagikan kegiatan dan informasi.
  • Website pribadi untuk membangun personal branding.

Penentuan tujuan akan memengaruhi fitur, desain, struktur halaman, bahkan teknologi yang digunakan. Jadi, langkah pertama bukan langsung membuat kode, melainkan menjawab pertanyaan sederhana: “Website ini dibuat untuk siapa dan masalah apa yang ingin diselesaikan?”

Kenali Bagian Dasar Sebelum Mulai

Salah satu masalah yang sering dialami pemula adalah terlalu banyak istilah teknis dalam waktu bersamaan. Akibatnya, proses belajar terasa membingungkan. Padahal, setiap bagian memiliki fungsi yang berbeda.

Secara sederhana, website terdiri dari beberapa komponen penting. Domain merupakan alamat yang digunakan untuk mengakses website, sedangkan hosting menjadi tempat menyimpan berbagai file website agar dapat diakses melalui internet. Kemudian, HTML digunakan untuk membangun struktur halaman, CSS mengatur tampilan, sedangkan JavaScript dapat digunakan untuk membuat halaman lebih interaktif.

Untuk website yang membutuhkan penyimpanan data, pemula juga perlu mengenal database. Misalnya, website toko online membutuhkan database untuk menyimpan informasi produk, harga, stok, dan data transaksi.

Ma’soem University menyediakan program studi S1 Sistem Informasi dan S1 Bisnis Digital yang dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa yang ingin mempelajari dunia teknologi dan bisnis secara lebih terarah. S1 Sistem Informasi berfokus pada pemanfaatan sistem dan teknologi untuk mendukung kebutuhan organisasi, sedangkan S1 Bisnis Digital menggabungkan pemahaman bisnis dengan pemanfaatan teknologi digital. Pembelajaran di bidang tersebut dapat membantu mahasiswa memahami bagaimana sebuah sistem atau website dirancang sesuai kebutuhan pengguna dan tujuan bisnis.

Pilih Cara Membuat Website yang Sesuai Kemampuan

Tidak semua website harus dibuat dengan coding dari awal. Pemula dapat memilih metode berdasarkan kebutuhan dan kemampuan yang dimiliki.

Jika ingin belajar dasar pemrograman, membuat website menggunakan HTML dan CSS dapat menjadi latihan yang menarik. Sementara itu, jika membutuhkan website dalam waktu lebih singkat, platform pembuat website atau Content Management System dapat menjadi pilihan.

Masalahnya, pemula terkadang memilih metode hanya karena terlihat mudah atau sedang populer. Padahal, pilihan tersebut belum tentu sesuai dengan kebutuhan website.

Solusinya adalah mempertimbangkan beberapa hal, seperti:

  • Tingkat kemampuan teknis.
  • Jenis dan jumlah fitur yang dibutuhkan.
  • Waktu pengerjaan.
  • Kemudahan pengelolaan setelah website selesai.
  • Kemungkinan website dikembangkan di kemudian hari.

Susun Halaman Sebelum Menghias Tampilan

Setelah menentukan metode, buat rancangan sederhana mengenai halaman yang dibutuhkan. Langkah ini sering dilewati karena pemula biasanya lebih tertarik memilih warna, gambar, dan font.

Padahal, struktur halaman justru menjadi fondasi website. Website bisnis misalnya dapat memiliki halaman Beranda, Tentang Kami, Produk, Kontak, dan FAQ. Setelah struktur tersebut jelas, barulah desain dapat disusun agar pengguna tidak kesulitan menemukan informasi.

Pada tahap ini, buatlah navigasi sesederhana mungkin. Pengunjung seharusnya tidak perlu melakukan terlalu banyak klik hanya untuk menemukan informasi penting.

Mulai Membuat, Lalu Uji Satu per Satu

Ketika struktur sudah siap, proses pembuatan dapat dimulai. Jika menggunakan coding, pemula dapat memulai dari halaman sederhana terlebih dahulu. Tidak perlu langsung membuat website dengan banyak fitur.

Buat satu halaman, kemudian periksa apakah tampilannya sudah sesuai. Setelah itu, lanjutkan ke halaman berikutnya. Cara ini membuat kesalahan lebih mudah ditemukan dibandingkan membuat seluruh website sekaligus.

Setelah website selesai, lakukan pengujian pada beberapa aspek:

  • Apakah semua tombol dan tautan berfungsi?
  • Apakah website dapat dibuka melalui smartphone?
  • Apakah gambar dan teks tampil dengan baik?
  • Apakah formulir dapat digunakan?
  • Apakah halaman dapat dimuat dengan cepat?

Pengujian penting karena website yang terlihat bagus belum tentu nyaman digunakan.

Jangan Berhenti pada Website yang Sekadar “Jadi”

Tantangan berikutnya adalah memastikan website benar-benar memberikan manfaat. Website yang sudah online bukan berarti prosesnya selesai. Data pengunjung, masukan pengguna, dan performa setiap halaman dapat digunakan untuk menentukan perbaikan berikutnya.

Bagi pemula yang merasa belajar website terlalu teknis, mengikuti pembelajaran yang terarah dapat membantu mengurangi kebingungan. Daripada mempelajari coding, sistem informasi, dan kebutuhan bisnis secara terpisah tanpa arah, calon mahasiswa dapat mempelajarinya melalui lingkungan akademik yang memiliki materi dan praktik yang terstruktur. Informasi mengenai program studi di Ma’soem University dapat ditanyakan melalui Admin Univ Ma’soem: +62 851 8563 4253.

Dari Pemula Menjadi Pembuat Website

Membuat website untuk pertama kali tidak harus langsung menghasilkan sistem yang kompleks. Mulailah dari kebutuhan sederhana, pahami komponen dasarnya, pilih metode yang sesuai, susun struktur halaman, kemudian lakukan pengujian secara bertahap.

Yang terpenting, jangan menjadikan istilah teknis sebagai alasan untuk berhenti belajar. Website yang awalnya hanya berupa halaman sederhana dapat berkembang menjadi sistem yang membantu bisnis, organisasi, maupun kebutuhan pribadi. Dengan belajar secara konsisten dan memahami hubungan antara teknologi, sistem, serta kebutuhan pengguna, kemampuan membuat website dapat terus berkembang dari waktu ke waktu.