Bagaimana Produk UMKM Bisa Masuk Supermarket? Peran Teknologi Pangan dalam Standarisasi Produk

Banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki produk dengan rasa yang luar biasa, namun kesulitan saat ingin menembus rak supermarket atau ritel modern. Kendala utamanya biasanya bukan pada rasa, melainkan pada standarisasi. Ritel modern memiliki kriteria ketat terkait daya simpan, keamanan kemasan, hingga konsistensi kualitas yang sering kali sulit dipenuhi tanpa sentuhan sains.

Di sinilah peran penting Ilmu Teknologi Pangan. Melalui pendekatan ilmiah yang diajarkan di Universitas Ma’soem, produk rumahan yang sederhana dapat ditransformasi menjadi produk standar industri yang siap bersaing secara nasional.

Mengapa Supermarket Sangat Ketat Terkait Standarisasi?

Supermarket tidak hanya menjual barang, mereka menjual kepercayaan kepada konsumen. Ada tiga pilar utama yang harus dipenuhi produk UMKM agar layak diterima oleh ritel modern:

  1. Keamanan Pangan (Food Safety): Produk tidak boleh mengandung bahan berbahaya dan harus diproduksi dalam lingkungan yang higienis.
  2. Masa Simpan (Shelf-life): Produk harus memiliki tanggal kedaluwarsa yang jelas dan teruji, agar tidak rusak selama proses distribusi dan pemajangan.
  3. Konsistensi: Rasa, tekstur, dan warna produk pada gelas atau bungkus pertama harus sama dengan bungkus ke-seribu.

Peran Teknologi Pangan dalam “Naik Kelas” UMKM

Lulusan Teknologi Pangan memiliki kemampuan teknis untuk membantu UMKM memenuhi kriteria di atas melalui beberapa langkah strategis:

1. Perbaikan Proses Pengolahan (GMP)

Ahli Teknologi Pangan membantu UMKM menerapkan Good Manufacturing Practices (GMP). Hal ini mencakup penataan alur produksi agar tidak terjadi kontaminasi silang, serta pemilihan suhu memasak yang tepat untuk membunuh mikroba tanpa merusak nutrisi.

2. Penentuan Umur Simpan Melalui Uji Stabilitas

Banyak UMKM menebak-nebak tanggal kedaluwarsa produk mereka. Ahli pangan melakukan uji laboratorium untuk menentukan umur simpan yang akurat berdasarkan aktivitas air ($a_w$) dan tingkat keasaman ($pH$). Dengan data yang valid, supermarket akan merasa aman untuk memajang produk tersebut.

3. Inovasi Kemasan Modern

Kemasan bukan hanya soal estetika, tetapi soal proteksi. Teknologi pangan membantu memilih material kemasan yang tepat (misalnya plastik multi-layer atau vacuum packaging) untuk melindungi produk dari oksigen dan cahaya yang bisa memicu ketengikan.

4. Legalitas dan Sertifikasi

Membantu pengurusan izin edar (P-IRT atau BPOM) dan Sertifikasi Halal. Supermarket modern mewajibkan legalitas ini sebagai syarat mutlak sebelum produk dapat terdaftar di sistem mereka.


Persiapan di Universitas Ma’soem untuk Pendampingan UMKM

Universitas Ma’soem mendidik mahasiswanya untuk menjadi inovator yang mampu memajukan ekonomi lokal melalui:

  • Praktik Laboratorium Berbasis Produk Lokal: Mahasiswa dilatih mengolah bahan pangan lokal (seperti umbi-umbian, buah-buahan, atau hasil ternak) menjadi produk olahan yang memiliki nilai jual tinggi.
  • Mata Kuliah Kewirausahaan Pangan: Mahasiswa tidak hanya belajar sains, tapi juga cara menghitung harga pokok produksi (HPP) dan strategi menembus pasar ritel.
  • Karakter “Bageur dan Pinter”: Karakter ini sangat penting bagi lulusan yang ingin menjadi konsultan atau pendamping UMKM. Mereka dididik untuk memiliki empati dalam membantu pengusaha kecil namun tetap tegas dalam menjaga standar kualitas.
  • Akses Jejaring Industri: Universitas memfasilitasi mahasiswa untuk berinteraksi dengan dunia industri, sehingga mereka paham betul apa yang diinginkan oleh pasar dan ritel modern.

Produk UMKM yang berhasil masuk ke supermarket adalah bukti bahwa kualitas rasa yang dipadukan dengan standar teknologi pangan akan menghasilkan bisnis yang tangguh. Standardisasi bukan bertujuan untuk menyulitkan, melainkan untuk melindungi konsumen dan memperluas jangkauan pasar produk itu sendiri.

Bersama Universitas Ma’soem, Anda akan dibekali keahlian untuk menjadi aktor perubahan yang membawa produk-produk lokal naik kelas ke panggung nasional. Jika Anda ingin menjadi sosok yang menjembatani potensi desa dengan pasar modern, Ilmu Teknologi Pangan adalah kunci pembukanya.