Industri makanan dan minuman membutuhkan produk yang bukan hanya enak, tetapi juga aman, higienis, konsisten, dan memenuhi standar mutu. Karena itu, posisi Quality Control (QC) dan Quality Assurance (QA) menjadi salah satu pilihan karier yang relevan bagi lulusan Teknologi Pangan.
Bagi mahasiswa yang tertarik bekerja di industri pangan, QC dan QA menawarkan lingkungan kerja yang dekat dengan ilmu yang dipelajari selama kuliah. Lulusan tidak hanya memahami proses pengolahan makanan, tetapi juga memiliki dasar untuk melakukan pengawasan mutu, keamanan pangan, analisis bahan, hingga penerapan sistem jaminan mutu.
Di Ma’soem University, Program Studi S1 Teknologi Pangan berada di bawah Fakultas Pertanian. Fakultas Pertanian Ma’soem University memiliki dua program studi, yaitu Teknologi Pangan dan Agribisnis. (Masoem University)
Mengenal Perbedaan Quality Control dan Quality Assurance
Meskipun sering disebut bersamaan, QC dan QA mempunyai fokus pekerjaan yang berbeda.
Quality Control (QC) lebih banyak berkaitan dengan pemeriksaan kualitas secara langsung. Seorang QC dapat terlibat dalam pemeriksaan bahan baku, proses produksi, hingga produk akhir. Pengujian dilakukan untuk memastikan karakteristik produk sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Sementara itu, Quality Assurance (QA) lebih berfokus pada sistem yang digunakan untuk menjaga konsistensi mutu. QA memastikan prosedur produksi, dokumentasi, sanitasi, hingga penerapan standar berjalan sebagaimana mestinya.
Gambaran sederhananya:
- QC: memeriksa apakah produk memenuhi standar.
- QA: memastikan sistem produksi mampu menghasilkan produk sesuai standar.
- QC: banyak berkaitan dengan pengujian dan inspeksi.
- QA: banyak berkaitan dengan sistem, prosedur, dokumentasi, dan pencegahan masalah mutu.
Keduanya saling berkaitan dan membutuhkan ketelitian tinggi.
Mengapa Lulusan Teknologi Pangan Cocok di Bidang QC dan QA?
Teknologi Pangan mempelajari berbagai aspek yang berhubungan langsung dengan mutu dan keamanan makanan. Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai proses pengolahan pangan, tetapi juga karakteristik bahan, mikrobiologi, kimia pangan, keamanan pangan, hingga pengendalian mutu.
Di Ma’soem University, arah pendidikan Teknologi Pangan memang mencakup pengembangan lulusan sebagai ilmuwan, praktisi industri, dan wirausahawan profesional. Profil lulusan yang tercantum pada program studi juga mencakup Quality Assurance dan Product Development. (Masoem University)
Bekal tersebut dapat menjadi dasar untuk memasuki berbagai posisi di perusahaan makanan dan minuman, industri bahan baku, industri pengolahan hasil pertanian, hingga bisnis pangan.
Skill yang Perlu Dimiliki untuk Menjadi QC dan QA
Menjadi QC atau QA tidak cukup hanya mengandalkan ijazah. Ada sejumlah keterampilan yang penting dikembangkan sejak masa kuliah.
1. Memahami Keamanan Pangan
Pengetahuan mengenai keamanan pangan sangat penting karena pekerjaan QC dan QA berkaitan dengan upaya memastikan produk aman dikonsumsi.
Mahasiswa Teknologi Pangan dapat memperkuat pemahaman mengenai sanitasi, higiene, mikrobiologi pangan, serta sistem keamanan pangan.
2. Teliti dalam Melakukan Pengujian
QC membutuhkan ketelitian ketika melakukan pemeriksaan bahan baku maupun produk. Kesalahan kecil dalam pencatatan atau pengujian dapat memengaruhi keputusan terkait kualitas produk.
3. Memahami HACCP
Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) merupakan salah satu pengetahuan yang relevan dalam pengendalian bahaya pada proses produksi pangan. Pemahaman mengenai konsep ini dapat menjadi bekal tambahan ketika memasuki industri.
4. Mampu Membuat Dokumentasi
Bidang QA sangat dekat dengan dokumen dan prosedur. Karena itu, mahasiswa perlu terbiasa membuat laporan, mencatat hasil pengujian, memahami SOP, serta bekerja secara sistematis.
5. Mampu Berkomunikasi dengan Tim
QC dan QA tidak bekerja sendirian. Keduanya dapat berkoordinasi dengan bagian produksi, gudang, R&D, purchasing, hingga manajemen. Kemampuan menyampaikan temuan dengan jelas menjadi bagian penting dari pekerjaan.
Kuliah Teknologi Pangan di Ma’soem University
Mahasiswa Teknologi Pangan Ma’soem University diarahkan untuk memiliki kompetensi yang dapat digunakan dalam dunia industri. Program studi ini memiliki visi menjadi penyelenggara pendidikan Teknologi Pangan yang menuju komunitas akademik berperingkat nasional pada 2038 dengan karakter cageur, bageur, pinter. (Masoem University)
Pembelajaran juga diarahkan pada pemahaman kualitas produk, keamanan pangan, dan ketahanan pangan. Hal tersebut relevan dengan kebutuhan industri yang membutuhkan tenaga kerja dengan pemahaman sains pangan sekaligus kemampuan aplikatif.
Bagi calon mahasiswa yang ingin mengambil S1 Teknologi Pangan di Ma’soem University, informasi pendaftaran dapat diperoleh melalui WhatsApp +62 851 8563 4253.
Peluang Karier Tidak Berhenti di QC dan QA
Lulusan Teknologi Pangan yang memiliki ketertarikan terhadap bidang mutu tidak harus berhenti pada posisi QC atau QA. Pengalaman kerja dan kompetensi yang berkembang dapat mendukung perpindahan ke bidang lain yang masih berkaitan dengan industri pangan.
Beberapa pilihan karier yang dapat dipertimbangkan antara lain:
- Quality Control Staff
- Quality Assurance Staff
- Food Safety Staff
- Laboratory Analyst
- Product Development
- Research and Development (R&D)
- Production Staff atau Supervisor
- Food Safety Auditor
- Regulatory Affairs
- Wirausaha bidang pangan
Ma’soem University sendiri mencantumkan Quality Assurance, Product Development, pengusaha kuliner, dan akademisi sebagai profil lulusan Program Studi Teknologi Pangan. (Masoem University)
Bangun Pengalaman Sejak Masih Kuliah
Calon mahasiswa Teknologi Pangan yang menargetkan karier QC atau QA dapat mulai membangun kompetensi sejak semester awal. Tidak harus menunggu sampai lulus untuk memahami dunia industri.
Beberapa hal yang dapat dipersiapkan antara lain:
- Aktif mengikuti praktikum.
- Memahami dasar analisis pangan.
- Mempelajari keamanan pangan.
- Membiasakan diri bekerja sesuai SOP.
- Mengembangkan kemampuan membuat laporan.
- Mengikuti kegiatan magang atau pengalaman industri.
- Mempelajari standar dan sistem manajemen mutu.
- Membangun kemampuan komunikasi dan kerja sama tim.
Dengan bekal tersebut, lulusan Teknologi Pangan memiliki dasar kompetensi yang relevan untuk memasuki dunia kerja, terutama pada industri yang membutuhkan pengawasan kualitas dan sistem jaminan mutu. Ma’soem University melalui Program Studi S1 Teknologi Pangan menyediakan jalur pendidikan yang menggabungkan ilmu pangan dengan orientasi pada kebutuhan industri, penelitian, dan pengembangan kemampuan profesional. (Masoem University)




