Belajar bahasa Inggris sering kali identik dengan menghafalkan rumus grammar, mengerjakan soal, dan mempelajari berbagai aturan penggunaan tenses. Cara tersebut memang penting karena grammar membantu seseorang memahami struktur kalimat bahasa Inggris secara tepat. Namun, kemampuan grammar yang baik belum tentu membuat seseorang lancar berbicara dalam bahasa Inggris.
Tidak sedikit pelajar yang mampu mengerjakan soal grammar, tetapi masih merasa gugup ketika harus melakukan percakapan sederhana. Mereka mungkin mengetahui bahwa suatu kalimat harus menggunakan past tense, memahami perbedaan do dan does, atau dapat mengidentifikasi kesalahan dalam sebuah kalimat. Ketika harus berbicara secara spontan, pengetahuan tersebut terkadang sulit digunakan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kemampuan speaking membutuhkan latihan yang berbeda. Grammar tetap menjadi dasar, tetapi ada beberapa aspek lain yang perlu dilatih agar pengetahuan bahasa Inggris dapat digunakan secara aktif.
Grammar Penting, tetapi Speaking Membutuhkan Praktik
Grammar membantu pembelajar memahami bagaimana kata disusun menjadi kalimat yang benar. Penguasaan struktur tersebut dapat membuat seseorang lebih berhati-hati ketika menggunakan bahasa Inggris. Namun, komunikasi lisan tidak hanya menuntut ketepatan struktur.
Saat berbicara, seseorang perlu memikirkan kosakata, pengucapan, intonasi, respons terhadap lawan bicara, serta isi yang ingin disampaikan dalam waktu yang relatif singkat. Proses tersebut berbeda dari mengerjakan soal tertulis yang memberikan waktu lebih banyak untuk berpikir.
Karena itu, belajar grammar sebaiknya tidak berhenti pada kemampuan mengenali rumus. Materi grammar perlu digunakan dalam kalimat dan percakapan agar pengetahuan tersebut berubah menjadi kemampuan yang lebih otomatis.
Terlalu Fokus pada Rumus Bisa Membuat Speaking Pasif
Salah satu hal yang mungkin kurang ketika seseorang terus belajar grammar tetapi speaking tidak berkembang adalah porsi praktik berbicara.
Misalnya, seorang siswa sudah memahami simple past tense. Ia dapat mengerjakan soal seperti memilih antara go dan went. Namun, ketika ditanya, “What did you do yesterday?”, ia masih membutuhkan waktu lama untuk menjawab.
Masalahnya bukan selalu karena tidak memahami grammar. Pengetahuan tersebut belum cukup sering digunakan dalam komunikasi nyata.
Latihan speaking dapat dimulai dari aktivitas sederhana, seperti:
- memperkenalkan diri dalam bahasa Inggris;
- menceritakan kegiatan sehari-hari;
- mendeskripsikan benda atau tempat;
- menjawab pertanyaan secara spontan;
- melakukan percakapan berpasangan;
- menceritakan pengalaman masa lalu;
- menyampaikan pendapat mengenai topik sederhana.
Semakin sering seseorang menggunakan bahasa Inggris secara aktif, semakin terbiasa pula otak memproses bahasa tersebut untuk kebutuhan komunikasi.
Kosakata Juga Berpengaruh pada Kelancaran Speaking
Grammar yang kuat tidak banyak membantu jika kosakata yang tersedia masih terbatas. Seseorang mungkin mengetahui struktur kalimat yang benar, tetapi kesulitan menyampaikan ide karena tidak mengetahui kata yang ingin digunakan.
Pembelajaran vocabulary sebaiknya tidak hanya berupa hafalan daftar kata. Kosakata lebih mudah digunakan ketika dipelajari berdasarkan konteks dan langsung dimasukkan ke dalam kalimat.
Sebagai contoh, daripada hanya menghafalkan kata delicious, pelajar dapat membuat beberapa kalimat seperti:
“The food is delicious.”
“I think this cake is delicious.”
“My mother cooked a delicious meal.”
Latihan seperti ini membantu menghubungkan kata, struktur grammar, dan situasi penggunaan dalam satu aktivitas.
Pronunciation Tidak Boleh Diabaikan
Aspek lain yang sering kurang diperhatikan adalah pronunciation atau pengucapan. Seseorang dapat mengetahui banyak kosakata dan grammar, tetapi komunikasi tetap terasa sulit jika pengucapannya tidak jelas.
Pronunciation mencakup berbagai unsur, termasuk pengucapan bunyi vokal dan konsonan, tekanan kata, intonasi, serta ritme ketika berbicara. Kesalahan pada unsur tertentu dapat membuat kata sulit dipahami oleh lawan bicara.
Latihan pronunciation tidak harus langsung dilakukan melalui kata-kata yang sulit. Pelajar dapat mulai dari kata yang sering digunakan sehari-hari. Mendengarkan penutur bahasa Inggris, menirukan pengucapan, lalu merekam suara sendiri dapat menjadi salah satu cara untuk mengenali bagian yang masih perlu diperbaiki.
Jangan Menunggu Grammar Sempurna untuk Mulai Berbicara
Keinginan untuk menggunakan grammar secara sempurna terkadang justru membuat seseorang takut berbicara. Setiap kalimat dipikirkan terlalu lama karena khawatir melakukan kesalahan.
Padahal, kesalahan merupakan bagian dari proses belajar bahasa. Speaking membutuhkan keberanian untuk mencoba, menerima koreksi, kemudian memperbaiki penggunaan bahasa pada kesempatan berikutnya.
Pada tahap awal, fokus dapat diarahkan pada kemampuan menyampaikan pesan. Setelah itu, ketepatan grammar, pilihan kata, dan pronunciation dapat diperbaiki secara bertahap.
Kebiasaan ini penting karena komunikasi berlangsung secara langsung. Jika seseorang terlalu lama mencari kalimat yang dianggap sempurna, percakapan justru dapat terhenti.
Latihan Speaking Harus Dibuat Konsisten
Speaking tidak akan berkembang hanya karena dilakukan sesekali. Latihan singkat tetapi rutin dapat lebih membantu membangun kebiasaan dibandingkan latihan panjang yang hanya dilakukan ketika ada tugas.
Pelajar dapat menyediakan waktu sekitar 10–15 menit setiap hari untuk berbicara bahasa Inggris. Topiknya tidak harus rumit. Kegiatan tersebut bisa berupa menceritakan aktivitas hari itu, menjawab pertanyaan tertentu, atau menjelaskan rencana untuk keesokan hari.
Contoh latihan sederhana:
- Pilih satu topik.
- Siapkan beberapa kosakata yang berkaitan.
- Berbicara selama beberapa menit tanpa membaca teks.
- Rekam suara jika memungkinkan.
- Dengarkan kembali hasilnya.
- Catat grammar, vocabulary, atau pronunciation yang perlu diperbaiki.
- Ulangi latihan menggunakan versi yang lebih baik.
Metode tersebut membuat proses belajar grammar tetap terhubung langsung dengan penggunaan bahasa.
Lingkungan Belajar Ikut Menentukan
Kesempatan untuk menggunakan bahasa Inggris juga menjadi faktor penting. Pelajar yang hanya menerima materi secara pasif mungkin memiliki pengetahuan yang cukup, tetapi belum terbiasa menggunakannya dalam interaksi.
Lingkungan akademik yang memberikan kesempatan untuk presentasi, diskusi, percakapan, dan kegiatan komunikasi dapat menjadi ruang latihan. Pendidikan Bahasa Inggris, misalnya, tidak hanya berkaitan dengan pemahaman struktur bahasa, tetapi juga penggunaan bahasa dalam berbagai konteks pembelajaran.
Ma’soem University merupakan salah satu kampus swasta yang memiliki Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). FKIP Ma’soem University menyediakan dua program studi, yaitu Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris. Bagi mahasiswa yang mengambil Pendidikan Bahasa Inggris, kegiatan akademik yang berkaitan dengan penggunaan bahasa dapat menjadi bagian yang relevan dalam proses pengembangan kemampuan berbahasa dan keterampilan komunikasi.
Speaking dan Grammar Sebaiknya Berjalan Bersamaan
Belajar grammar tetap penting karena struktur bahasa menjadi salah satu dasar dalam membentuk kalimat yang tepat. Namun, kemampuan tersebut perlu dipadukan dengan vocabulary, pronunciation, listening, dan praktik speaking.
Daripada memisahkan grammar dan speaking secara kaku, keduanya dapat dipelajari dalam satu aktivitas. Misalnya, ketika mempelajari present continuous tense, pelajar dapat langsung menggunakannya untuk mendeskripsikan aktivitas yang sedang dilakukan.
“I am studying English.”
“My friend is reading a book.”
“The lecturer is explaining the lesson.”
Cara tersebut membuat grammar tidak hanya menjadi rumus yang harus dihafalkan, tetapi menjadi alat untuk menyampaikan sesuatu.
Jika grammar sudah dipelajari berkali-kali tetapi speaking masih terasa sulit, hal yang perlu diperiksa bukan hanya seberapa banyak materi yang sudah dipelajari. Perhatikan juga seberapa sering bahasa Inggris digunakan untuk berbicara, seberapa banyak kosakata yang aktif digunakan, bagaimana pronunciation dilatih, serta apakah ada kesempatan untuk berkomunikasi secara langsung.
Kontak Ma’soem University
No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




