Memasuki dunia perkuliahan di Fakultas Teknik, khususnya Jurusan Teknik Informatika, seringkali menghadirkan rasa antusias sekaligus cemas. Pertanyaan yang paling sering muncul adalah: “Bagaimana jika saya tidak punya dasar coding sama sekali?” Tenang saja, menjadi seorang programmer bukanlah bakat bawaan lahir, melainkan keterampilan yang diasah melalui logika dan konsistensi.
Di Universitas Ma’soem, kurikulum dirancang untuk membimbing mahasiswa dari titik nol hingga memiliki kompetensi yang kompetitif di industri digital. Namun, langkah awal yang Anda ambil secara mandiri akan sangat menentukan kecepatan adaptasi Anda di kelas.
- Pahami Logika, Bukan Sekadar Sintaks
Kesalahan terbesar pemula adalah terburu-buru menghafal kode. Padahal, inti dari programming adalah penyelesaian masalah (problem solving). Sebelum menyentuh bahasa pemrograman seperti Python atau Java, pelajari tentang algoritma dan flowchart. Pahami bagaimana komputer “berpikir” secara berurutan. Di Fakultas Teknik Universitas Ma’soem, fondasi logika ini akan sangat ditekankan agar Anda tidak bingung saat harus berpindah-pindah bahasa pemrograman nantinya. - Pilih Bahasa Pemrograman Pertama yang Ramah Pemula
Sebagai langkah awal, Python sering menjadi rekomendasi utama karena sintaksnya yang menyerupai bahasa Inggris. Namun, jika kurikulum semester awal Anda fokus pada pengembangan web, mulailah dengan HTML dan CSS. Kunci utamanya bukan pada bahasa apa yang paling canggih, melainkan bahasa apa yang membuat Anda nyaman untuk mulai “bermain”. - Sinergi dengan Teknik Industri
Menariknya, belajar programming di lingkungan Fakultas Teknik memberikan Anda perspektif luas. Di Universitas Ma’soem, interaksi antara mahasiswa Teknik Informatika dan Teknik Industri seringkali memicu inovasi menarik. Mahasiswa Teknik Industri fokus pada optimasi sistem dan efisiensi produksi, sementara Teknik Informatika menyediakan alat digitalnya. Memahami dasar programming akan membantu Anda di masa depan jika ingin terjun ke bidang Smart Manufacturing atau Internet of Things (IoT) yang menggabungkan kedua disiplin ilmu tersebut. - Manfaatkan Sumber Daya Kampus
Jangan hanya belajar di depan laptop sendirian. Universitas Ma’soem menyediakan fasilitas laboratorium dan komunitas diskusi yang aktif. Bertukar pikiran dengan senior atau dosen adalah cara tercepat untuk memecahkan bug yang mungkin tidak Anda temukan solusinya di internet.
Perjalanan menjadi seorang ahli teknologi informasi adalah sebuah maraton, bukan lari cepat. Tidak masalah jika di awal Anda merasa bingung melihat barisan kode yang “error”. Hal itu adalah bagian dari proses belajar yang sangat wajar. Dengan dukungan fasilitas yang memadai dan lingkungan akademik yang suportif di Universitas Ma’soem, hambatan teknis tersebut akan berubah menjadi tantangan yang menyenangkan.
Mulailah dengan proyek-proyek kecil, bangun rasa ingin tahu yang tinggi, dan jangan ragu untuk bereksperimen. Masa depan digital ada di tangan Anda, dan langkah pertama Anda dimulai dari hari ini di bangku kuliah. Selamat mengeksplorasi dunia baris kode dan jadilah bagian dari inovator teknik masa depan!





