Setiap mahasiswa memiliki cara belajar yang berbeda. Ada yang lebih mudah memahami materi ketika belajar sendiri dalam suasana tenang, tetapi ada pula yang justru lebih cepat mengerti setelah berdiskusi dan bertukar pendapat bersama teman. Perbedaan tersebut membuat pilihan antara belajar sendiri atau belajar bersama menjadi hal yang menarik untuk dipertimbangkan.
Keduanya sama-sama dapat membantu mahasiswa memahami materi perkuliahan. Pilihan yang paling sesuai biasanya bergantung pada karakter mahasiswa, jenis materi, target belajar, serta kondisi saat proses pembelajaran berlangsung.
Kelebihan Belajar Sendiri bagi Mahasiswa
Belajar sendiri memberikan keleluasaan bagi mahasiswa untuk menentukan waktu, tempat, dan metode belajar sesuai kebutuhan. Cara ini cocok bagi mahasiswa yang membutuhkan suasana tenang agar dapat berkonsentrasi penuh pada materi.
Salah satu keuntungan utama belajar mandiri adalah mahasiswa dapat mengatur kecepatan belajarnya sendiri. Materi yang sudah dipahami dapat dilewati sementara bagian yang sulit bisa dipelajari kembali tanpa harus mengikuti kecepatan orang lain.
Belajar sendiri juga dapat melatih beberapa kemampuan penting, seperti:
- Mengatur waktu belajar secara mandiri.
- Menentukan prioritas materi yang perlu dipelajari.
- Melatih konsentrasi dan kedisiplinan.
- Mencari sumber belajar tambahan secara aktif.
- Menilai sendiri bagian materi yang masih belum dipahami.
Kebiasaan tersebut dapat membantu mahasiswa menjadi lebih bertanggung jawab terhadap proses belajarnya. Terlebih lagi, tugas kuliah sering kali mengharuskan mahasiswa mencari informasi dari berbagai sumber sebelum menyusun jawaban atau mengerjakan proyek.
Kapan Belajar Sendiri Lebih Efektif?
Belajar sendiri dapat menjadi pilihan ketika mahasiswa membutuhkan fokus tinggi. Misalnya, ketika mempersiapkan ujian, membaca jurnal, menyelesaikan tugas individu, atau memahami konsep yang membutuhkan konsentrasi.
Mahasiswa juga bisa memilih belajar mandiri ketika merasa diskusi bersama teman justru membuat proses belajar kurang efektif. Percakapan yang terlalu jauh dari topik, penggunaan media sosial, atau aktivitas lain dapat mengurangi fokus.
Agar belajar sendiri tidak terasa monoton, mahasiswa dapat menggunakan beberapa strategi. Membuat jadwal belajar, menentukan target harian, menggunakan teknik mencatat, membuat pertanyaan dari materi, dan melakukan latihan soal dapat membuat kegiatan belajar lebih terarah.
Kelebihan Belajar Bareng Teman
Belajar bersama memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berdiskusi secara langsung. Ketika satu orang mengalami kesulitan memahami materi, teman lain mungkin memiliki cara penjelasan yang lebih mudah dipahami.
Diskusi juga memungkinkan mahasiswa melihat suatu materi dari sudut pandang yang berbeda. Penjelasan dari dosen, buku, atau sumber digital terkadang terasa sulit dipahami. Dalam kelompok belajar, mahasiswa dapat mencoba menjelaskan kembali menggunakan bahasa yang lebih sederhana.
Beberapa manfaat belajar bersama teman antara lain:
- Memudahkan pertukaran informasi dan pemahaman.
- Membantu menemukan kesalahan dalam pemikiran atau jawaban.
- Mendorong mahasiswa untuk lebih aktif bertanya.
- Melatih kemampuan berkomunikasi dan menyampaikan pendapat.
- Membuat proses belajar terasa lebih interaktif.
- Meningkatkan motivasi ketika menghadapi materi yang sulit.
Belajar kelompok juga relevan untuk tugas yang membutuhkan kerja sama. Mahasiswa dapat membagi pekerjaan, mendiskusikan ide, melakukan latihan presentasi, atau memberikan masukan terhadap hasil pekerjaan teman.
Belajar Bareng Bukan Berarti Harus Selalu Berkelompok
Belajar bersama tidak harus dilakukan dalam kelompok besar. Kelompok yang terlalu banyak anggota justru berpotensi membuat diskusi kurang terarah. Dua sampai empat orang yang memiliki tujuan belajar sama sering kali sudah cukup untuk melakukan diskusi secara efektif.
Hal terpenting adalah setiap anggota memiliki kontribusi. Kegiatan belajar bersama sebaiknya tidak berubah menjadi kondisi ketika hanya satu orang yang mengerjakan tugas sementara anggota lain sekadar mengikuti.
Kelompok belajar juga perlu memiliki tujuan yang jelas. Misalnya, satu pertemuan digunakan untuk membahas materi tertentu, mengerjakan latihan soal, atau mempersiapkan presentasi. Batas waktu yang jelas dapat membantu diskusi tetap fokus.
Pilihan Belajar Berdasarkan Jenis Materi
Tidak semua materi kuliah membutuhkan metode belajar yang sama. Materi yang bersifat teoritis mungkin lebih mudah dipelajari secara mandiri terlebih dahulu. Setelah memiliki pemahaman dasar, mahasiswa dapat berdiskusi untuk memperdalam konsep tersebut.
Sebaliknya, materi yang membutuhkan praktik, pemecahan masalah, atau latihan komunikasi dapat memperoleh manfaat lebih besar dari kegiatan bersama. Diskusi memungkinkan mahasiswa langsung memperoleh tanggapan dari orang lain.
Untuk mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, misalnya, latihan berbicara dapat dilakukan secara berpasangan atau kelompok agar mahasiswa memiliki kesempatan menggunakan bahasa Inggris secara langsung. Sementara itu, membaca teori linguistik atau mengerjakan rangkuman materi dapat dilakukan secara mandiri sebelum masuk ke tahap diskusi.
Kombinasi Belajar Sendiri dan Belajar Bersama
Mahasiswa sebenarnya tidak harus memilih salah satu metode secara mutlak. Kombinasi keduanya justru dapat menjadi strategi yang lebih fleksibel.
Salah satu pola yang bisa diterapkan adalah belajar sendiri terlebih dahulu, kemudian berdiskusi bersama teman. Pada tahap pertama, mahasiswa membaca materi dan mencatat bagian yang belum dipahami. Tahap berikutnya digunakan untuk membandingkan pemahaman dan mencari jawaban melalui diskusi.
Pola tersebut membuat kegiatan kelompok menjadi lebih efektif karena setiap anggota sudah memiliki bekal sebelum bertemu. Diskusi tidak hanya berisi aktivitas membaca materi bersama, tetapi benar-benar digunakan untuk bertukar pemahaman.
Mahasiswa juga dapat menggunakan pola berbeda sesuai kebutuhan. Ketika mendekati ujian, misalnya, waktu belajar dapat lebih banyak digunakan untuk belajar mandiri. Setelah itu, sesi belajar bersama dapat dimanfaatkan untuk membahas latihan soal atau materi yang masih sulit.
Lingkungan Kampus Juga Berpengaruh
Kebiasaan belajar mahasiswa tidak hanya dipengaruhi oleh pilihan metode belajar, tetapi juga lingkungan akademik. Kampus yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran, berdiskusi, melakukan presentasi, dan mengembangkan kemampuan akademik dapat mendukung berbagai gaya belajar.
Ma’soem University sebagai salah satu kampus swasta dapat menjadi salah satu lingkungan pendidikan tinggi yang relevan bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan kebiasaan belajar sekaligus kemampuan akademik dan interpersonal. Aktivitas perkuliahan tidak hanya berkaitan dengan pemahaman materi, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berlatih berkomunikasi dan bekerja sama.
Bagi mahasiswa FKIP Ma’soem University, pilihan program studinya mencakup Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris. Kedua bidang tersebut memiliki karakter pembelajaran yang membutuhkan pemahaman materi sekaligus keterampilan berinteraksi, sehingga mahasiswa dapat menerapkan kombinasi belajar mandiri dan belajar bersama sesuai kebutuhan mata kuliah.
Cara Menentukan Metode Belajar yang Cocok
Tidak ada satu metode belajar yang pasti paling baik untuk semua mahasiswa. Cara yang cocok bagi satu orang belum tentu memberikan hasil yang sama bagi orang lain.
Mahasiswa dapat mempertimbangkan beberapa hal sebelum menentukan metode belajar:
- Jenis materi yang dipelajari
Materi teoritis, praktik, presentasi, dan pemecahan masalah dapat membutuhkan pendekatan berbeda. - Target belajar
Persiapan ujian mungkin membutuhkan fokus individu, sedangkan tugas kelompok lebih membutuhkan koordinasi bersama. - Kondisi diri
Jika sedang sulit berkonsentrasi, belajar sendiri di tempat yang tenang mungkin lebih sesuai. Jika mengalami kebuntuan memahami materi, diskusi dapat membantu menemukan perspektif baru. - Kualitas kelompok belajar
Belajar bersama akan efektif jika anggota memiliki tujuan yang sama dan mampu menjaga diskusi tetap fokus. - Evaluasi hasil belajar
Setelah mencoba suatu metode, mahasiswa dapat melihat apakah materi benar-benar lebih mudah dipahami dan apakah target belajar tercapai.
Pada akhirnya, belajar sendiri dan belajar bersama teman bukan dua pilihan yang harus dipertentangkan. Keduanya dapat digunakan secara bergantian sesuai kebutuhan. Mahasiswa yang mampu mengenali kapan harus fokus secara mandiri dan kapan membutuhkan diskusi akan memiliki lebih banyak pilihan dalam mengatur proses belajarnya.
Informasi Ma’soem University
No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




