Belajar TOEFL 30 Menit Sehari dengan Aplikasi, Apakah Cukup?

Persiapan TOEFL tidak selalu harus dilakukan berjam-jam setiap hari. Bagi mahasiswa yang memiliki jadwal kuliah, tugas, organisasi, atau kegiatan lainnya, belajar TOEFL selama 30 menit sehari bisa menjadi pilihan yang lebih realistis. Apalagi saat ini tersedia berbagai aplikasi belajar bahasa Inggris yang dapat membantu latihan vocabulary, grammar, listening, reading, hingga simulasi soal.

Namun, apakah belajar TOEFL 30 menit sehari benar-benar cukup untuk meningkatkan kemampuan dan mencapai target skor tertentu? Jawabannya bergantung pada kondisi awal, target skor, konsistensi belajar, serta cara memanfaatkan waktu tersebut.

Mengapa Belajar TOEFL 30 Menit Sehari Bisa Efektif?

Durasi belajar bukan satu-satunya faktor yang menentukan hasil. Konsistensi justru menjadi bagian penting dalam proses meningkatkan kemampuan bahasa Inggris. Belajar 30 menit setiap hari selama beberapa minggu dapat memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan belajar selama beberapa jam tetapi hanya dilakukan sesekali.

Aplikasi belajar TOEFL juga membuat latihan lebih mudah dimasukkan ke dalam rutinitas harian. Mahasiswa dapat mengerjakan latihan saat memiliki waktu luang, misalnya sebelum kuliah, ketika menunggu kendaraan, atau pada malam hari setelah menyelesaikan tugas.

Kunci utamanya adalah membuat 30 menit tersebut terarah. Waktu belajar sebaiknya tidak hanya digunakan untuk mengerjakan soal secara acak, tetapi dibagi berdasarkan kemampuan yang ingin ditingkatkan.

Cara Membagi Waktu Belajar TOEFL Selama 30 Menit

Tiga puluh menit dapat dimanfaatkan secara sederhana agar beberapa kemampuan bahasa Inggris tetap terlatih. Salah satu pembagiannya adalah:

  • 10 menit vocabulary: pelajari kosakata baru dan ulangi kata yang sudah dipelajari sebelumnya.
  • 10 menit grammar: kerjakan soal tata bahasa dan pahami alasan di balik jawaban yang benar.
  • 10 menit listening atau reading: dengarkan materi bahasa Inggris atau baca teks pendek yang memiliki tingkat kesulitan sesuai kemampuan.

Pembagian tersebut tidak harus digunakan setiap hari. Satu hari dapat difokuskan pada listening, sementara hari berikutnya digunakan untuk reading atau grammar. Pola seperti ini membantu menghindari latihan yang monoton.

Hal yang lebih penting adalah mencatat kesalahan. Jika seseorang selalu salah pada penggunaan tenses tertentu, misalnya, kesalahan tersebut perlu dipelajari kembali. Aplikasi dapat digunakan sebagai sarana latihan, tetapi pemahaman terhadap kesalahan tetap perlu dilakukan secara mandiri.

Aplikasi Bisa Membantu, tetapi Bukan Satu-Satunya Cara

Aplikasi belajar bahasa Inggris menawarkan kemudahan karena materi dapat diakses melalui perangkat yang digunakan sehari-hari. Beberapa aplikasi menyediakan latihan vocabulary, grammar, listening, hingga soal yang menyerupai tes bahasa Inggris.

Kelebihan utama aplikasi adalah adanya latihan singkat dan umpan balik yang cepat. Pengguna dapat mengetahui jawaban yang salah dan melihat perkembangan latihan dari waktu ke waktu.

Meski begitu, belajar TOEFL hanya menggunakan aplikasi juga memiliki keterbatasan. TOEFL bukan sekadar kemampuan menghafal kosakata atau menjawab soal grammar. Peserta perlu memahami instruksi, mengenali pola pertanyaan, mengatur waktu, dan terbiasa menghadapi teks atau rekaman bahasa Inggris dalam jumlah tertentu.

Karena itu, aplikasi sebaiknya ditempatkan sebagai salah satu alat belajar. Materi dari buku, latihan soal TOEFL, video pembelajaran, podcast, atau sumber bahasa Inggris lainnya dapat digunakan untuk melengkapi latihan.

Apakah 30 Menit Sehari Cukup untuk Mendapatkan Skor TOEFL Tinggi?

Tidak ada durasi belajar yang dapat menjamin seseorang langsung mendapatkan skor TOEFL tertentu. Hasil tes dipengaruhi oleh kemampuan awal dan target masing-masing peserta.

Bagi pemula, 30 menit sehari dapat menjadi langkah awal yang baik untuk membangun kebiasaan belajar. Jika kemampuan dasar sudah cukup kuat, waktu tersebut dapat digunakan untuk memperbanyak latihan soal dan memperbaiki bagian yang masih lemah.

Target juga perlu dibuat realistis. Seseorang yang membutuhkan skor TOEFL untuk keperluan akademik mungkin memerlukan persiapan lebih intensif dibandingkan orang yang hanya ingin meningkatkan kemampuan bahasa Inggris secara umum.

Semakin tinggi target skor, semakin penting melakukan evaluasi berkala. Setelah beberapa minggu belajar, peserta dapat mengerjakan simulasi untuk mengetahui apakah skor latihan meningkat atau masih terdapat bagian tertentu yang perlu diperbaiki.

Strategi Belajar TOEFL agar 30 Menit Tidak Terbuang

Waktu belajar yang singkat perlu digunakan secara fokus. Beberapa strategi berikut dapat diterapkan:

Tentukan Target Mingguan

Jangan hanya membuat target seperti “belajar TOEFL 30 menit”. Tentukan kemampuan yang ingin dicapai. Misalnya, mempelajari 50 kosakata baru dalam satu minggu atau menyelesaikan sejumlah latihan listening.

Gunakan Materi yang Sesuai Level

Materi yang terlalu mudah tidak banyak memberikan tantangan, sedangkan materi yang terlalu sulit dapat membuat proses belajar terasa berat. Pilih latihan yang sesuai kemampuan, kemudian tingkatkan tingkat kesulitannya secara bertahap.

Evaluasi Kesalahan

Kesalahan dalam latihan sebaiknya tidak langsung dilupakan setelah mengetahui jawabannya. Catat pola kesalahan dan pelajari kembali konsep yang berkaitan.

Lakukan Simulasi TOEFL

Latihan harian perlu dilengkapi simulasi secara berkala. Simulasi membantu mengetahui kemampuan secara lebih menyeluruh sekaligus melatih pengelolaan waktu ketika mengerjakan tes.

Belajar TOEFL Bisa Menjadi Bagian dari Pengembangan Kemampuan Bahasa Inggris

Bagi mahasiswa, kemampuan bahasa Inggris tidak hanya berguna ketika mengikuti tes TOEFL. Kemampuan memahami teks, mendengarkan percakapan, menguasai kosakata, dan menggunakan grammar juga dapat mendukung kegiatan akademik.

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, misalnya, perlu mengembangkan kemampuan bahasa Inggris secara berkelanjutan karena bahasa tersebut menjadi bagian penting dalam proses perkuliahan. Di Ma’soem University, FKIP memiliki dua program studi, yaitu Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris. Bagi mahasiswa yang mengambil Pendidikan Bahasa Inggris, kebiasaan latihan bahasa Inggris secara rutin dapat menjadi bagian dari pengembangan kemampuan akademik maupun keterampilan berbahasa.

Sebagai salah satu kampus swasta, Ma’soem University dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan di lingkungan perguruan tinggi sekaligus mengembangkan kemampuan yang relevan untuk kebutuhan akademik dan dunia kerja.

Contoh Jadwal Belajar TOEFL 30 Menit dalam Seminggu

Agar lebih mudah diterapkan, jadwal latihan dapat dibuat sederhana:

HariFokus Latihan
SeninVocabulary dan grammar
SelasaListening
RabuReading
KamisGrammar
JumatListening dan vocabulary
SabtuLatihan soal TOEFL
MingguReview kesalahan dan evaluasi

Jadwal tersebut dapat disesuaikan berdasarkan kemampuan dan kebutuhan. Jika bagian listening menjadi kelemahan utama, porsi latihan listening dapat diperbanyak. Sebaliknya, peserta yang sering mengalami kesalahan grammar dapat memberikan waktu lebih banyak pada bagian tersebut.

Belajar TOEFL 30 menit sehari pada akhirnya lebih tepat dilihat sebagai kebiasaan yang dibangun secara konsisten, bukan batas waktu yang menjamin hasil tertentu. Aplikasi dapat membantu menyediakan latihan yang praktis, sedangkan evaluasi, pemahaman materi, dan latihan menggunakan berbagai sumber tetap diperlukan agar kemampuan berkembang secara lebih menyeluruh.

Informasi Ma’soem University

No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com
:::