Banyak calon mahasiswa yang tertarik dengan dunia teknologi tetapi masih ragu masuk Sistem Informasi karena belum bisa coding. Kekhawatiran ini sering muncul karena Sistem Informasi berkaitan dengan komputer dan pemrograman. Padahal, belum memiliki kemampuan coding bukan berarti seseorang tidak bisa mengikuti perkuliahan di program studi ini.
Untuk memahami gambaran perkuliahannya, calon mahasiswa dapat mengenal apa yang dipelajari di Jurusan Sistem Informasi sebelum menentukan pilihan. Informasi mengenai Jurusan Sistem Informasi juga dapat membantu melihat bahwa pemrograman hanya menjadi salah satu bagian dari materi kuliah. Lalu, bagaimana jika masuk Sistem Informasi tanpa memiliki pengalaman coding sebelumnya?
Tidak Harus Bisa Coding Sebelum Kuliah
Mahasiswa tidak harus sudah menguasai coding sebelum masuk Jurusan Sistem Informasi. Materi pemrograman umumnya dipelajari secara bertahap mulai dari konsep dasar, logika, algoritma, hingga penerapan dalam sebuah program.
Karena itu, siswa yang sebelumnya belum pernah belajar bahasa pemrograman tetap memiliki kesempatan untuk mengikuti perkuliahan. Yang lebih penting adalah memiliki kemauan untuk belajar dan bersedia berlatih ketika menemukan materi yang belum dipahami.
Coding Dipelajari dari Dasar
Pada tahap awal, mahasiswa akan mengenal algoritma dan cara berpikir logis dalam menyelesaikan suatu masalah. Setelah memahami konsep tersebut, mahasiswa mulai belajar bagaimana menerjemahkan solusi ke dalam kode program.
Proses ini membutuhkan latihan karena coding bukan sekadar menghafalkan perintah. Mahasiswa perlu memahami bagaimana program bekerja, menemukan kesalahan, kemudian memperbaikinya agar menghasilkan keluaran yang sesuai.
Tidak Hanya Belajar Coding
Sistem Informasi memiliki cakupan materi yang lebih luas daripada pemrograman. Mahasiswa juga mempelajari Basis Data, Analisis Sistem, Analisis dan Perancangan Sistem Informasi, Manajemen Proyek IT, E-Business, Keamanan Informasi, dan Enterprise Architecture.
Materi tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan di bidang lain. Jadi, mahasiswa yang tidak terlalu menyukai coding masih dapat menemukan bidang yang sesuai dengan minatnya selama kuliah.
Belajar Database
Database menjadi salah satu materi penting dalam Sistem Informasi. Mahasiswa belajar bagaimana data disimpan, diatur, dihubungkan, dan digunakan untuk menghasilkan informasi yang dibutuhkan sebuah sistem.
Kemampuan tersebut tidak selalu identik dengan membuat program. Mahasiswa juga perlu memahami struktur data dan bagaimana informasi dapat dikelola dengan baik agar sistem berjalan sesuai kebutuhan.
Belajar Analisis Sistem
Mahasiswa juga belajar menganalisis permasalahan yang terjadi dalam organisasi. Mereka dilatih memahami kebutuhan pengguna, mempelajari alur kerja, kemudian merancang solusi yang dapat diterapkan melalui sistem informasi.
Bagian ini lebih banyak membutuhkan kemampuan berpikir logis dan analitis. Karena itu, mahasiswa yang memiliki ketertarikan pada pemecahan masalah dapat mengembangkan kemampuan tersebut meskipun belum mahir coding.
Tetap Akan Bertemu Pemrograman
Belum bisa coding bukan berarti selama kuliah mahasiswa tidak perlu belajar pemrograman. Algoritma dan Pemrograman tetap menjadi bagian penting untuk memahami dasar teknologi dan cara kerja aplikasi.
Namun, mahasiswa tidak harus langsung menguasai bahasa pemrograman yang kompleks. Kemampuan akan berkembang melalui tugas, praktikum, latihan, dan proyek yang diberikan secara bertahap.
Tugas Tidak Selalu Membuat Program
Tugas mahasiswa Sistem Informasi cukup beragam. Selain membuat program, mahasiswa dapat mengerjakan perancangan database, analisis studi kasus, penyusunan laporan, presentasi, dokumentasi sistem, hingga proyek kelompok.
Keragaman tugas tersebut membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan teknis sekaligus kemampuan komunikasi dan kerja sama. Pengalaman tersebut juga berguna ketika mahasiswa mulai memasuki lingkungan kerja profesional.
Tidak Harus Menjadi Programmer
Masuk Sistem Informasi juga tidak berarti harus menjadi programmer setelah lulus. Mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan sesuai minat dan memilih bidang karier yang berbeda.
Lulusan dapat bekerja sebagai System Analyst, Business Analyst, Database Administrator, IT Consultant, IT Project Manager, Programmer, Software Developer, dan berbagai posisi lainnya. Pilihan tersebut dapat disesuaikan dengan kompetensi yang paling kuat setelah menyelesaikan perkuliahan.
Kemauan Belajar Lebih Penting
Bagi calon mahasiswa yang belum bisa coding, hal yang paling penting adalah kesiapan untuk belajar secara bertahap. Pada awalnya, sintaks pemrograman mungkin terasa asing, tetapi latihan secara rutin dapat membantu membangun pemahaman.
Tidak perlu membandingkan kemampuan diri dengan teman yang sudah pernah belajar coding sebelumnya. Setiap mahasiswa memiliki titik awal yang berbeda dan dapat berkembang sesuai proses belajarnya masing-masing.
Pembelajaran Sistem Informasi di Ma’soem University
Di Ma’soem University, mahasiswa Sistem Informasi mempelajari dasar teknologi melalui Pengantar Sistem Informasi, Algoritma dan Pemrograman, serta Matematika Diskrit. Pembelajaran kemudian berkembang ke Basis Data, Analisis Sistem, Analisis dan Perancangan Sistem Informasi, Manajemen Proyek IT, E-Business, Keamanan Informasi, hingga Enterprise Architecture, kemudian dilanjutkan dengan skripsi atau capstone project. Susunan pembelajaran tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk membangun kemampuan secara bertahap, termasuk bagi mereka yang belum memiliki pengalaman coding sebelum kuliah.
Jadi, belum bisa coding tetap bisa masuk Jurusan Sistem Informasi. Kemampuan pemrograman memang akan dipelajari selama kuliah, tetapi mahasiswa juga akan mempelajari database, analisis sistem, bisnis, dan berbagai aspek teknologi lainnya. Selama memiliki kemauan belajar dan mau berlatih, kemampuan coding dapat berkembang seiring proses perkuliahan.




