Berapa Uang yang Sebaiknya Disiapkan untuk Perjalanan Pertama ke Luar Negeri?

Perjalanan pertama ke luar negeri sering terasa lebih rumit karena ada banyak kebutuhan yang perlu dipersiapkan sekaligus. Selain paspor dan tiket pesawat, wisatawan perlu memperhitungkan biaya penginapan, transportasi, makanan, internet, tiket tempat wisata, hingga dana darurat.

Jumlah uang yang perlu disiapkan tentu berbeda untuk setiap orang. Negara tujuan, lama perjalanan, gaya liburan, musim perjalanan, serta jenis akomodasi sangat memengaruhi total pengeluaran. Karena itu, membuat perkiraan anggaran sejak awal dapat membantu perjalanan pertama ke luar negeri terasa lebih terencana.

Tentukan Negara dan Lama Perjalanan

Langkah pertama adalah menentukan tujuan dan durasi perjalanan. Liburan selama tiga hari tentu membutuhkan anggaran berbeda dibandingkan perjalanan selama satu atau dua minggu.

Sebagai gambaran, perjalanan singkat ke negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, atau Thailand dapat memiliki kebutuhan biaya yang berbeda. Singapura, misalnya, dikenal memiliki biaya akomodasi dan makanan yang relatif tinggi dibandingkan beberapa negara Asia Tenggara lainnya.

Durasi perjalanan juga berpengaruh terhadap kebutuhan harian. Semakin lama berada di luar negeri, semakin besar pula dana yang perlu dialokasikan untuk makan, transportasi, penginapan, dan aktivitas.

Kisaran Dana untuk Perjalanan Pertama

Tidak ada nominal tunggal yang berlaku untuk semua perjalanan. Namun, untuk perjalanan pertama selama sekitar 4–5 hari ke negara Asia Tenggara, wisatawan dari Indonesia dapat membuat perkiraan awal sekitar Rp5 juta–Rp10 juta per orang, di luar kebutuhan tertentu seperti belanja dalam jumlah besar.

Perkiraan tersebut dapat mencakup:

  • Tiket pesawat pulang-pergi: sekitar Rp1,5 juta–Rp3,5 juta
  • Penginapan: sekitar Rp800 ribu–Rp2 juta
  • Makan dan minum: sekitar Rp500 ribu–Rp1 juta
  • Transportasi lokal: sekitar Rp300 ribu–Rp700 ribu
  • Internet atau SIM card: sekitar Rp100 ribu–Rp300 ribu
  • Tiket objek wisata dan aktivitas: sekitar Rp300 ribu–Rp1 juta
  • Dana cadangan: sekitar Rp1 juta–Rp2 juta

Angka tersebut hanya contoh perencanaan, bukan tarif tetap. Harga tiket dan penginapan dapat berubah berdasarkan kota tujuan, waktu pemesanan, musim liburan, serta fasilitas yang dipilih.

Jangan Hanya Menghitung Harga Tiket Pesawat

Kesalahan yang cukup sering terjadi saat menyusun anggaran perjalanan adalah menganggap tiket pesawat sebagai pengeluaran utama yang sudah mencakup sebagian besar kebutuhan.

Padahal, setelah tiba di negara tujuan masih ada banyak biaya lain. Transportasi dari bandara menuju penginapan, makan selama perjalanan, tiket atraksi, serta perjalanan kembali ke bandara perlu masuk dalam perhitungan.

Calon wisatawan juga sebaiknya memperhatikan biaya tambahan pada tiket pesawat, seperti bagasi, pemilihan kursi, atau makanan apabila tidak termasuk dalam harga tiket.

Siapkan Dana Harian

Salah satu cara sederhana untuk mengatur keuangan selama berada di luar negeri adalah menentukan batas pengeluaran harian.

Misalnya, seseorang menyiapkan Rp1 juta untuk kebutuhan harian selama lima hari. Dana tersebut dapat dibagi berdasarkan kebutuhan:

  • Rp400 ribu untuk makan dan minum
  • Rp200 ribu untuk transportasi
  • Rp200 ribu untuk tiket aktivitas
  • Rp200 ribu sebagai fleksibilitas pengeluaran

Pembagian tersebut tidak harus diterapkan secara kaku. Wisatawan dapat menyesuaikannya berdasarkan harga di negara tujuan dan rencana perjalanan.

Dana harian juga sebaiknya dipisahkan dari dana darurat. Jika seluruh uang dianggap sebagai uang belanja, risiko kehabisan dana ketika terjadi situasi tidak terduga akan lebih besar.

Berapa Dana Darurat yang Perlu Dibawa?

Dana darurat penting untuk perjalanan pertama ke luar negeri karena kondisi di negara lain belum tentu mudah diprediksi. Penerbangan dapat mengalami perubahan jadwal, barang bisa hilang, atau wisatawan mungkin membutuhkan transportasi tambahan.

Sebagai patokan sederhana, sisihkan sekitar 10–20 persen dari total anggaran perjalanan sebagai dana cadangan. Jika rencana perjalanan membutuhkan Rp7 juta, misalnya, dana cadangan dapat berada di kisaran Rp700 ribu–Rp1,4 juta.

Dana tersebut sebaiknya tidak digunakan untuk belanja atau aktivitas tambahan kecuali memang diperlukan.

Perhatikan Cara Membawa Uang

Membawa seluruh uang dalam bentuk uang tunai bukan pilihan yang ideal. Sebaliknya, terlalu bergantung pada kartu atau pembayaran digital juga dapat menyulitkan ketika menemukan tempat yang hanya menerima uang tunai.

Persiapan dapat dilakukan melalui beberapa metode:

  • Membawa sejumlah uang tunai mata uang negara tujuan.
  • Menyimpan sebagian dana dalam rekening yang dapat digunakan di luar negeri.
  • Membawa kartu pembayaran sebagai alternatif.
  • Menyimpan dana cadangan secara terpisah dari uang yang digunakan sehari-hari.

Sebelum berangkat, periksa pula biaya transaksi internasional dari bank atau penyedia layanan pembayaran yang digunakan. Hal ini membantu wisatawan memperkirakan pengeluaran secara lebih realistis.

Jangan Lupa Biaya Sebelum Berangkat

Anggaran perjalanan tidak hanya berlaku setelah sampai di negara tujuan. Beberapa kebutuhan justru harus dibayar sebelum keberangkatan.

Contohnya adalah paspor, perlengkapan perjalanan, asuransi perjalanan jika diperlukan, transportasi menuju bandara, serta kebutuhan internet. Untuk negara tertentu, wisatawan juga perlu memperhatikan persyaratan masuk dan biaya terkait visa apabila berlaku.

Karena itu, sebaiknya buat dua kelompok anggaran: biaya persiapan sebelum berangkat dan biaya selama berada di luar negeri. Cara ini membuat jumlah uang yang benar-benar dibutuhkan lebih mudah terlihat.

Sesuaikan Budget dengan Gaya Liburan

Budget perjalanan juga sangat dipengaruhi oleh gaya wisata. Backpacker yang memilih hostel dan transportasi umum tentu memiliki kebutuhan berbeda dari wisatawan yang memilih hotel dan kendaraan pribadi.

Bagi pelajar atau mahasiswa, perjalanan pertama ke luar negeri dapat direncanakan melalui konsep low budget. Beberapa pengeluaran dapat ditekan melalui pemilihan penginapan yang strategis, penggunaan transportasi umum, pembelian makanan sesuai kebutuhan, serta pemilihan tempat wisata gratis.

Kebiasaan menyusun anggaran seperti ini juga dapat menjadi latihan pengelolaan keuangan. Mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di kampus swasta seperti Ma’soem University dapat menerapkan perencanaan tersebut ketika mempersiapkan perjalanan pribadi, kegiatan akademik, maupun pengalaman internasional sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.

Buat Anggaran Sebelum Membeli Tiket

Sebelum tergoda membeli tiket pesawat karena menemukan harga promo, sebaiknya hitung seluruh kebutuhan perjalanan terlebih dahulu. Tiket murah tidak selalu berarti perjalanan menjadi murah apabila harga penginapan, transportasi, dan aktivitas di tujuan ternyata tinggi.

Gunakan format sederhana berikut:

Total budget = tiket + penginapan + makan + transportasi + aktivitas + internet + dana darurat + biaya persiapan.

Setelah mengetahui perkiraan total, calon wisatawan dapat menentukan apakah perjalanan tersebut sesuai kondisi keuangan. Jika anggaran terlalu besar, beberapa komponen dapat disesuaikan tanpa harus membatalkan rencana perjalanan.

Bagi mahasiswa yang ingin memperoleh pengalaman belajar sekaligus memperluas wawasan, persiapan finansial juga dapat menjadi bagian dari keterampilan hidup. FKIP Ma’soem University sendiri memiliki dua program studi, yaitu Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris. Kemampuan merencanakan kebutuhan, mengatur pengeluaran, dan berkomunikasi dalam bahasa Inggris dapat menjadi bekal praktis ketika seseorang mulai beraktivitas di lingkungan internasional.

Kontak Ma’soem University

No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com