Memiliki usaha sendiri menjadi impian banyak orang, terutama generasi muda yang ingin mandiri secara finansial. Namun, membangun UMKM bukan hanya soal memiliki produk yang menarik atau modal yang cukup. Pemilik usaha juga perlu memahami cara mengelola keuangan, menentukan harga, menarik pelanggan, hingga memasarkan produk agar mampu bersaing.
Bayangkan kamu memiliki usaha makanan ringan yang rasanya enak, tetapi penjualannya masih sedikit. Di sisi lain, pesaingmu sudah memanfaatkan media sosial, marketplace, dan layanan pesan antar untuk menjangkau lebih banyak pembeli. Situasi seperti ini menunjukkan bahwa usaha membutuhkan strategi yang tepat agar dapat berkembang.
Dua bidang kuliah yang bisa menjadi pilihan untuk mempelajari pengelolaan bisnis adalah Bisnis Digital dan Manajemen Bisnis Syariah. Keduanya memiliki fokus pembelajaran yang berbeda, tetapi sama-sama dapat membantu calon pengusaha memahami cara menjalankan usaha secara lebih terarah. Lantas, mana yang lebih cocok untuk kamu yang ingin mengembangkan UMKM?
Bisnis Digital: Membantu UMKM Lebih Mudah Dikenal Pelanggan
Bisnis Digital cocok bagi kamu yang tertarik mengembangkan usaha melalui teknologi, pemasaran online, dan strategi penjualan berbasis data. Bidang ini menggabungkan pemahaman bisnis dengan pemanfaatan platform digital untuk menciptakan peluang usaha yang lebih luas.
Misalnya, kamu menjual keripik pisang yang sebelumnya hanya dipasarkan kepada tetangga. Setelah mempelajari strategi bisnis digital, kamu dapat mengembangkan pemasaran melalui Instagram, TikTok, marketplace, atau layanan pesan antar.
Beberapa kemampuan yang relevan untuk mengembangkan UMKM melalui Bisnis Digital meliputi:
- Pemasaran digital: menyusun konten promosi, mengenali target pasar, dan meningkatkan jangkauan pelanggan.
- Analisis data penjualan: mengetahui produk yang paling diminati serta waktu penjualan yang ramai.
- Pengembangan model bisnis: menentukan strategi agar usaha dapat berkembang dan menghasilkan keuntungan.
- Pemanfaatan platform online: memperluas saluran penjualan tanpa hanya mengandalkan toko fisik.
Tantangan yang sering dialami UMKM adalah promosi sudah dilakukan secara rutin, tetapi penjualan belum meningkat. Melalui pemahaman Bisnis Digital, pemilik usaha dapat mengevaluasi kualitas konten, ketepatan target pasar, harga, dan efektivitas promosi. Dengan begitu, keputusan bisnis tidak hanya didasarkan pada perkiraan, tetapi juga pada informasi yang tersedia.
Manajemen Bisnis Syariah: Membangun Usaha dengan Pengelolaan yang Terarah
Berbeda dari Bisnis Digital yang menitikberatkan pemanfaatan teknologi dalam aktivitas bisnis, Manajemen Bisnis Syariah berfokus pada pengelolaan usaha berdasarkan prinsip manajemen dan nilai-nilai Islam.
Bidang ini relevan bagi kamu yang ingin membangun UMKM dengan memperhatikan perencanaan usaha, pengelolaan keuangan, pemasaran, sumber daya manusia, serta etika dalam bertransaksi. Prinsip kejujuran, keadilan, transparansi, dan menghindari praktik yang dilarang dalam syariah menjadi bagian penting dalam menjalankan usaha.
Contohnya, kamu memiliki usaha pakaian muslim. Agar usaha berkembang, kamu perlu menentukan harga jual yang wajar, mencatat pemasukan dan pengeluaran, menjaga kualitas produk, serta memberikan informasi yang jujur kepada pelanggan.
Beberapa manfaat pembelajaran Manajemen Bisnis Syariah bagi calon pengusaha UMKM antara lain:
- Memahami perencanaan dan pengelolaan usaha secara sistematis.
- Mempelajari pengelolaan keuangan dengan memperhatikan prinsip syariah.
- Membangun hubungan dengan pelanggan dan mitra usaha berdasarkan kepercayaan.
- Menentukan keputusan bisnis dengan mempertimbangkan keuntungan, etika, dan keberlanjutan usaha.
Masalah yang kerap muncul pada UMKM adalah keuangan pribadi bercampur dengan uang usaha sehingga pemilik kesulitan menghitung keuntungan. Pemahaman manajemen membantu membangun kebiasaan pencatatan keuangan yang tertib. Sementara itu, prinsip syariah memberikan landasan etis dalam mengelola transaksi dan hubungan bisnis.
Apa Perbedaan Keduanya dalam Mengembangkan UMKM?
Supaya tidak bingung memilih, kamu bisa membandingkan kedua bidang tersebut berdasarkan kebutuhan usaha yang ingin dikembangkan.
| Aspek | Bisnis Digital | Manajemen Bisnis Syariah |
|---|---|---|
| Fokus utama | Strategi bisnis berbasis teknologi dan digital | Pengelolaan bisnis berdasarkan prinsip manajemen dan syariah |
| Pemasaran | Media sosial, marketplace, dan pemasaran digital | Strategi pemasaran dengan memperhatikan etika bisnis syariah |
| Pengelolaan usaha | Model bisnis, inovasi, dan analisis data | Perencanaan, keuangan, dan pengelolaan organisasi |
| Cocok untuk | UMKM yang ingin memperluas pasar secara online | UMKM yang ingin memperkuat pengelolaan usaha sesuai prinsip syariah |
Perlu diingat, keduanya tidak harus dipertentangkan. Pemilik UMKM tetap dapat menerapkan pemasaran digital sekaligus menjalankan usaha dengan prinsip syariah. Perbedaannya terletak pada fokus pembelajaran yang ingin kamu dalami.
Bingung Menentukan Pilihan? Kenali Kebutuhan Usahamu
Sebelum memilih program studi, coba identifikasi tantangan yang paling ingin kamu selesaikan. Apakah kamu ingin membuat produk lebih dikenal, meningkatkan penjualan online, atau memperbaiki pengelolaan keuangan dan operasional usaha?
Jika kamu tertarik pada pemasaran online, analisis konsumen, dan pengembangan usaha melalui teknologi, Bisnis Digital bisa menjadi pilihan yang relevan. Namun, jika kamu ingin mendalami pengelolaan bisnis dengan landasan nilai-nilai Islam, Manajemen Bisnis Syariah patut dipertimbangkan.
Kamu juga bisa mulai mencari informasi pendidikan yang sesuai dengan minat tersebut. Untuk mendapatkan informasi mengenai program studi dan pendaftaran, kamu dapat menghubungi Admin Universitas Ma’soem melalui WhatsApp di +62 851 8563 4253.
Belajar Bisnis di Perguruan Tinggi, Langkah Awal Mengembangkan UMKM
Keinginan mengembangkan UMKM akan lebih mudah diwujudkan jika disertai pengetahuan, latihan, dan kemampuan mengambil keputusan. Karena itu, kuliah dapat menjadi salah satu cara untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia usaha, bukan sekadar mendapatkan gelar.
Ma’soem University menyediakan program studi S1 Bisnis Digital, S1 Sistem Informasi, dan D3 Komputerisasi Akuntansi yang dapat dipertimbangkan sesuai minat serta tujuan karier. Bisnis Digital relevan bagi mahasiswa yang ingin mempelajari strategi pengembangan usaha berbasis digital, Sistem Informasi berkaitan dengan pemanfaatan teknologi dan sistem untuk mendukung kebutuhan organisasi, sedangkan Komputerisasi Akuntansi membantu mahasiswa memahami pencatatan serta pengolahan informasi akuntansi. Informasi lebih lanjut mengenai program studi dan pendaftaran dapat diperoleh melalui Admin Universitas Ma’soem di +62 851 8563 4253.
Selama kuliah, kamu juga dapat mulai menerapkan ilmu melalui usaha kecil, proyek kewirausahaan, riset pasar sederhana, atau membantu UMKM di lingkungan sekitar. Pengalaman tersebut akan membantumu memahami bahwa teori bisnis perlu diuji melalui praktik nyata.
Pada akhirnya, pilihan antara Bisnis Digital dan Manajemen Bisnis Syariah bergantung pada arah pengembangan usaha yang ingin kamu kuasai. Jika ingin memperluas pasar melalui strategi digital, dalami Bisnis Digital. Jika ingin membangun usaha dengan pengelolaan yang berlandaskan prinsip syariah, pertimbangkan Manajemen Bisnis Syariah. Apa pun pilihanmu, bekali diri dengan pengetahuan yang tepat agar UMKM yang kamu bangun tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga memiliki peluang untuk terus berkembang.





